Arsip

Posts Tagged ‘buruh’

8 Negara Yang Pengemisnya Berpenghasilan Tinggi

Siapa yang menyangka bahwa pendapatan seorang pengemis dapat melebihi pendapatan seorang buruh. Banyak cara digunakan olehnya, mulai dari membuat penampilan lusuh, menggunakan bantuan hewan, anak kecil, bahkan sampai menggunakan penyakit yang dideritanya sendiri, seperti cacat fisik. kenyataannya pengemis di indonesia saja bisa menghasilkan beberapa juta dalam sebulan. Tapi anda tahu berapa penghasilan yang bisa dihasilkan pengemis di luar negeri dalam sebulan?
1. Amerika Amerika adalah negara yang sangat maju, tapi di lain sisi juga banyak yang hidupnya berada di garis kemiskinan. bagi orang-orang seperti itu, mengemis dianggap sebagai cara modern paling efisien untuk menghasilkan uang.
sebuah pasangan pengemis bernama Jason Pancoast dan Elizabeth Johnson menggambarkan dirinya sebagai ‘pengemis kaya’dari Oregon. pasangan ini bisa menghasilkan $ 30-40.000 dalam setahun hanya dari mengemis. jika sedang sepi, mereka dapat mengumpulkan $ 20 sampai $ 50 sehari, tetapi jika sedang ramai penghasilan harian mereka dapat mencapai $ 300. Bahkan jika sedang beruntung mereka dapat mengumpulkan uang $ 800 dalam sehari!!(kalo dirupiahin sekitar Rp. 7 juta-an) wow bayangkan.. gaji seorang manajer di Indonesia saja kalah dengan pengemis..
2. Inggris di Sydney pekerjaan mengemis dilakukan oleh kaum ‘homeless’. seorang pengemis hanya membutuhkan duduk selama 16 jam perhari sambil menengadahkan tangannya di kawasan ramai di daerah George and Market Sydney CBD dapat mengumpulkan uang sebanyak $ 400 sehari atau setara Rp. 3 juta-an.
itu jika sedang beruntung, jika sedang sepi maka ia hanya mendapat $ 175 per hari. pengemis disana menabungkan uangnya di bank seminggu sekali.
3. Australia di Sydney pekerjaan mengemis dilakukan oleh kaum ‘homeless’. seorang pengemis hanya membutuhkan duduk selama 16 jam perhari sambil menengadahkan tangannya di kawasan ramai di daerah George and Market Sydney CBD dapat mengumpulkan uang sebanyak $ 400 sehari atau setara Rp. 3 juta-an.
itu jika sedang beruntung, jika sedang sepi maka ia hanya mendapat $ 175 per hari. pengemis disana menabungkan uangnya di bank seminggu sekali.
4. Cina Mengemis disana bukan lagi sebuah cara untuk mendapatkan makan atau bertahan hidup, tetapi sudah menjadi pekerjaan rutin setiap harinya. sebuah survey di cina, setidaknya terdapat 800 orang pengemis di Guangzhou saja. biasanya pengemis disana melakukan pekerjaan itu karena sebuah kecacatan atau penyakit yang dideritanya.
pemasukan harian mereka rata-rata mencapai 20 sampai 100 yuan, atau setara dengan Rp. 30.000-150.000 sehari. dalam sebulan mereka bisa mendapatkan lebih dari Rp. 4 juta.
5. Arab Arab merupakan salah satu negara yang sudah maju. biasanya pengemis2 disana memanfaatkan moment disaat orang2 datang ke mesjid untuk sholat. seorang pengemis pria mengatakan biasanya ia meninggalkan istri dan anak perempuannya di depan mesjid untuk meminta-minta.
dan hal itu memang cukup efisien. dalam sehari ia bisa mengumpulkan uang sebanyak 300 riyal, atau setara Rp. 700-an ribu. dalam sebulan pengemis2 itu mampu mengumpulkan uang lebih dari 15 juta rupiah. bahkan ada seorang pengemis yang tertangkap dan ketahuan menyimpan uangnya sebanyak $ 19.300.. wowwww…itu setara 220 juta rupiah bro..!!
6. Rusia di Moskow, beberapa shelter dan rumah sakit adalah tempat bagi para pengemis. pengemis2 disana biasanya merupakan orang2 yang kehilangan pekerjaannya ataupun imigran gelap.
lebih dari setengahnya merupakan orang2 yang berusia dibawah 45 tahun. rata2 pengemis disana mndapat 200-300 rubles per jam. berarti dalam sehari mereka dapat mengumpulkan uang sebanyak Rp. 880 ribu (kalo jam kerjanya cm 1o jam lho). bahkan pendapatan mereka perbulannya dapat mencapai 80.000 rubles,atau setara 23 juta rupiah..!!
7. Moroko seorang pengemis wanita berusia 63 tahun mempunyai rekening tabungan di bank dengan jumlah 320.000 dirham, atau setara dengan Rp. 332 juta!! dia jg mempunyai perhiasan dan rumah yang bagus. wowww!!!
menurut sebuah penelitian, 62,4% pengemis disana adalah pengemis2 profesional. mereka dapat mengumpulkan rata2 200 dirham atau setara Rp. 200 ribu dalam sehari. itupun belum termasuk saat moment2 tertentu, yang biasanya bisa dapat lebih banyak lagi. dalam sebulan rata2 mereka mendapat 6000 dirham (Rp. 6 juta-an).
8. INDONESIA wah.. ternyata pemasukan pengemis indonesia cukup tinggi jg loh bro.. seperti yg kita udah sebutin diatas..
Cak To, pengemis asal surabaya, punya 2 sepeda motor, sebuah mobil CR-V, dan empat rumah. semua itu didapatkannya dari hasil mengemis!!(bos pengemis maksudnya..)
ya memang bkn dia sendiri yg meminta-minta. penghasilan yang ia dapat Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan.
waduh2..enak jg ya..ngga kerja bisa dpt uang bejibuuuunnn…

Contohlah! Kisah PRT di Depok yang Temukan Rp 435 Juta & Mengembalikannya

Jakarta – Rini (25) baru kali ini melihat uang ratusan juta rupiah. Uang yang paling banyak dia lihat selama ini hanya Rp 5 juta. Itu pun hanya setahun sekali, hasil THR suaminya dan sumbangan dari penghuni kost, tempat suaminya bekerja menjadi satpam.

Kisah Rini menemukan uang ratusan juta itu bermula pada Rabu (16/1/2013) malam. Rini bersama suaminya sekitar pukul 21.00 WIB baru saja pulang membeli nasi goreng. Keduanya masih tinggal bersama mertua di kawasan Banjaran Pucung, Depok.

“Pas di turunan, saya melihat ada tas di jalan. Sempat dilewatin, tapi saya bilang ke suami saya supaya balik lagi,” jelas Rini saat bercerita kepada detikcom, Selasa (22/1/2013).

Saat itu hari sudah gelap. Lampu penerangan jalan pun seadanya. Cuaca gerimis. “Tapi kan namanya naik motor, kelihatan itu tas, Mas,” jelas ibu satu anak ini. Mereka kemudian memungut tas tak bertuan itu.

Rini dan suaminya kemudian pulang ke rumah. Sesampai di rumah dengan rasa penasaran Rini segera membuka tas itu. Alangkah kagetnya di dalam tas perempuan itu ada uang pecahan seratus ribu dalam jumlah banyak.

“Masih ada slip dari bank, tulisannya Rp 435 juta. Saya pikir itu uang palsu, saya ambil selembar terus dibandingin sama uang yang asli. Tenyata bener-bener uang asli,” jelas Rini.

Tahu itu uang asli dan dengan total uang sebanyak itu Rini langsung lemas. Tak berani dia membuka-buka tas yang telah putus talinya itu. Uang Rp 100 ribu yang sudah dia ambil dikembalikan. Di dalam tas itu juga ada handphone, parfum, bedak, dan sejumlah benda lainnya.

“Saya nggak berani buka-buka lagi. Langsung disimpan di lemari, saya takut,” imbuh Rini.

Akhirnya uang itu teronggok di lemari. Esok harinya, dia dan suaminya bekerja seperti biasa. Rini menjadi buruh cuci dan suaminya menjadi satpam di sebuah tempat kost di kawasan Kuningan, Jaksel.

Baru pada Kamis (17/1) malam, tas kembali dia buka. Tujuannya hanya untuk melihat HP Nokia di dalam tas itu yang selalu berbunyi.

“Jumat pagi baru dibuka HP-nya, ada SMS isinya minta tolong agar uang dikembalikan karena menyangkut nyawa orang,” jelas Rini.

Dia pun segera mengontak suaminya. Sang suami meminta agar uang dikembalikan saja. “Kata suami saya Allah itu Maha Tahu, dan ini menyangkut nasib orang, kasihan. Lagian saya juga pingin hidup tenang,” imbuh Rini.
Jumat (18/1) kontak dilakukan dengan orang yang mengirim SMS itu. Ternyata uang itu milik sebuah perusahaan di Bekasi. Bendahara perusahaan itu tanpa sengaja menjatuhkan uang itu. Kala itu, sang bendahara baru saja mengambil uang, namun kemudian tiba-tiba dia mendapat kabar ibunya di Depok terkena serangan jantung.

Bendahara itu pun segera pulang ke Depok dengan buru-buru dengan motor. Tas berisi uang tempat yang dia bawa talinya lepas. Tas berisi uang pun hilang. Sang bendahara sempat dilaporkan perusahaan tempatnya bekerja dengan tuduhan penggelapan dan ditahan selama 2 hari.

“Sabtu pagi suami saya izin dulu dari tempat kerjanya, terus pulang ke rumah. Siangnya sekitar pukul 10.00 WIB, datang orang dari perusahaan itu pakai jas, pakai dasi. Suami saya ikut naik mobil bawa tas itu,” terangnya.

Setelah uang dikembalikan, lewat telepon sang suami bercerita. Uang itu untuk membayar gaji karyawan perusahaan. Sang bendahara juga menyampaikan terima kasih karena setelah uang itu dikembalikan ke perusahaan, dia dibebaskan dari tahanan polisi.

“Ya ibu itu nelepon bilang terima kasih. Saya bilang agar hati-hati saja,” jelas Rini.

Rini mengaku tak munafik awalnya dia sempat ingin memiliki uang itu. Tapi, dia berpikir bahwa Allah yang mengatur rezeki. Semua sudah ada haknya masing-masing.

“Yah namanya orang biasa hidup susah, Mas. Semuanya saya serahkan kepada Allah, yang penting hidup tenang,” tutur Rini yang awalnya tak mau menceritakan kisah ini.

Setelah mengembalikan uang, Rini dan suaminya mendapat imbalan Rp 10 juta dan sang suami mendapat penawaran bekerja di perusahaan itu.

 

sumber

Mengerikan, Pekerja Bangunan Wajahnya Tertusuk Besi Beton

15 September 2012 Tinggalkan komentar

Saya tidak tahu harus menuliskan apa atas foto ini, sebuah kejadian yang teramat mengerikan. Seorang buruh bangunan yang mengalami kecelakaan yang sangat tragis. Wajahnya tertusuk besi beton yang masih berada di dalam beton cor mulai dari pipi hingga jidatnya.

Para pekerja di tempat tersebut juga tampak kebingungan untuk melepaskan besi yang bersarang di wajah pekerja malang ini. Setelah berfikir sekian lama akhirnya di tempuh langkah darurat yaitu memotong besi dari  beton tersebut. Tidak di temukan informasi mengenai cerita selanjutnya, pekerja itu dapat terselamatkan atau tewas.

Satu lagi pelajaran kita dapatkan tentang pentingnya sikap hati-hati dalam segala hal. Mohon yang belum cukup umur atau yang sensitif untuk tidak melihat foto-foto ini.

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

 

undefined

Melirik Bisnis Eksportir, Bisnis Tanpa Modal ?

26 Mei 2012 3 komentar

Tertarik dengan sebuah buku yang menceritakan tentang seorang pemuda yang bermodalkan nekat untuk memperbaiki hidupnya dengan trik kepercayaan dan tanpa modal sepeserpun.  Diceritakan bahwa pemuda tersebut tinggal disebuah desa yang rata-rata penduduknya menanam daun tembakau yang dijual kepada pengumpul/agen.  Pemuda ini sebenarnya adalah anak seorang miskin yang bahkan tidak punya kebun tembakau, tidak pernah sekolah dan sehari-hari hanya menjadi buruh angkut.  Setiap harinya selama bertahun-tahun ia selalu mengangkut berkarung-karung daun tembakau kering untuk ditimbang dan dijual kepada pengumpul.

Sampai suatu ketika, ia berfikir tentang nasibnya.. “Sampai kapan aku akan menjadi seperti ini, apakah sampai tua aku akan terus menopang hidupku dengan kuli angkut ?” katanya dalam hati.   Setiap hari pertanyaan ini terus terngiang didalam benaknya, hingga suatu hari ia memutuskan untuk cuti kerja.  Dengan berbekalkan sedikit uang untuk ongkos angkutan umum ia pergi mengikuti dan mengintip si pengumpul daun tembakau membawa hasil timbangannya menuju kota untuk dijual.  Sampai di kota ia melihat tempat dimana semua daun tembakau tersebut dijual oleh pengumpul tersebut.  Ternyata pengumpul tersebut menjualnya kepada salah satu perusahaan yang akan mengirimkan daun tembakau tersebut keluar negeri.  Tak sampai disitu saja, ia pun mengikuti lalu lalang truk pengangkut membawa ber ton-ton tembakau dari perusahaan tersebut menuju pelabuhan.  Matanya terus mengamati proses terjadinya jual beli hingga pengiriman daun tembakau tersebut ke atas kapal, ia pun memutuskan untuk duduk dan tidur disekitar pelabuhan itu untuk mengamati dan mempelajarinya.

 

Beberapa hari kemudian ia melihat seorang yang menurutnya adalah orang asing yang biasanya mengambil/memesan daun-daun tembakau tersebut.  Ketika orang tersebut beristirahat dan makan di restoran yang tak jauh dari pelabuhan tersebut ia memberanikan diri untuk bertemu dengannya.  “Permisi, izinkan saya untuk berbicara tentang bisnis dengan anda.” dan ia pun dipersilahkan duduk dan berbicara.  Pemuda ini langsung memberikan penawaran kepada orang tersebut, ia mengatakan bahwa daun tembakau di desanya kualitasnya lebih bagus dan harga bersaing.  Orang tersebut pun merasa tertarik dan ia meminta contoh/sampel kepadanya dengan persyaratan tembakau tersebut harus memenuhi kualitas ekspor, ia pun menyanggupinya.

Keesokan harinya ia datang kembali dan bertemu dengan orang tersebut dengan membawa sampel daun tembakaunya, setelah diperiksa ternyata sesuai dengan permintaan.  “Baik, saya akan mencoba mengambil daun tembakau produk anda, saya memerlukan sekitar 100 ton bila hasil memuaskan ke depannya akan saya pesan secara kontinyu.”  Kata orang tersebut.  Orang tersebut pun memerintahkan anak buahnya untuk membuat L/C (Letter of Credit) yaitu suatu cara pembayaran internasional yang memungkinkan eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri, kalo dalam istilah Kaskus itu ya kayak Rekber (Rekening Bersama) gitu lah.

Ia pun bergegas menuju desanya dan bertemu dengan sang agen/pengumpul tadi.. ia mengatakan bahwa ia akan membeli 100 ton daun tembakaunya.  Si pengumpul tersebut sebenarnya kaget dan tidak percaya karena sebelumnya dia adalah kuli angkut disitu, tetapi setelah ia menunjukkan surat tersebut (L/C) ia pun percaya.  Maka diangkutlah 100 ton tembakau tersebut dan dikirimkan ke negera orang asing tersebut.  Setelah barang sampai, ia pun menerima pembayaran dari Bank yang ditunjuk.. seketika itu juga ia mendadak kaya, selanjutnya ia membuka sendiri perusahaan tembakau dan mengirimkannya langsung secara kontinyu ke negara-negara lainnya.

Dari cerita di atas apa yang bisa kita simak ?

  1. Bisnis ini bisa dikatakan tanpa modal, karena sistemnya ada uang ada barang artinya pembeli harus bayar baru barang dikirimkan.  Dalam hal ini L/C dapat mewakili kepercayaan penjual terhadap pembeli sehingga agen pengumpul percaya.  Apabila pemesanan kontinyu biasanya konsumen tidak segan untuk Transfer Tunai (T/T) langsung.
  2. Calon Konsumen, pentingnya mengetahui dan membidik calon konsumen dan keberanian untuk menyanggupi permintaannya
  3. Mengerti akan jalur bisnis, konsep dalam bisnis ekspor ini adalah Petani menjual kepada pengumpul, pengumpul menjual kepada agen/eksportir, eksportir menjual kepada importir.  Petani untuk mendapatkan uang harus menjual produknya pada pengumpul, pengumpul untuk mendapatkan uang harus menjual hasil pengumpulannya kepada eksportir, eksportir akan menjual produknya hanya bila importir telah membayar lunas produknya.  Bayangkan bila petani langsung bertindak sebagai eksportir.

Intinya semua itu butuh pengetahuan, saya rasa hampir semua bisnis pasti ada trik dan celahnya tinggal bagaimana kita mempelajari dan berani melakukannya.  Tapi prakteknya gimana ? kan susah, karena tentunya tidak segampang yang diceritakan.. bagaimana kita bisa menjalanin koneksi dengan pihak asing sementara kita tidak ada jalurnya ? Yang anda pantengin sekarang adalah jalurnya, Internet :)

Dimana kita bisa mencari para importir ini ? Klik disini

 

sumber

Mengharukan, Siswa SD Ini Bersekolah Sambil Mengasuh Adiknya

Foto ini menyentuh banyak orang. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun menggendong adik bayinya yang tengah tertidur.

Jika adegan itu terjadi di rumah, maka orang bakal berpikiran bocah itu sedang menjaga adik yang disayanginya. Namun foto itu diambil di sebuah sekolah dasar di China.

Menurut fotografernya, Lu Qixing, orangtua kakak beradik itu bekerja di luar kota, sementara kakek dan nenek mereka bekerja sebagai buruh pabrik. Jadi, bocah itu tidak punya pilihan lain kecuali membawa adiknya ketika bersekolah.

Dalam foto, bocah perempuan bernama Long Zhanghuan itu harus menggendong sang adik karena bayi berumur dua tahun itu mengantuk. Menurut Lu, kepala bayi itu lebih besar dari ukuran normal akibat kurang gizi.

Foto itu langsung menarik perhatian begitu Lu mengunggahnya ke dunia maya. Banyak orang menyebarkannya ke berbagai media sosial.

Banyak yang mengaku trenyuh melihat adegan itu. Bahkan ada juga yang mencari jalan agar bisa memberi bantuan finansial.

Menurut guru sekolah itu, bocah tersebut duduk di kelas II dan banyak siswa yang seperti dia di Jiangshang, sebuah kota kecil yang sebagian besar warganya adalah suku minoritas Miao.

Long mengaku mengajak adiknya ke sekolah dua atau tiga kali seminggu.

Namun berita terakhir dari media-media lokal menyebutkan, pada 31 Oktober lalu, Long pindah ke sekolah yang jaraknya lebih jauh sehingga dia tidak bisa membawa adiknya itu.

Diperlukan waktu 40 menit untuk sampai ke sekolah barunya. Jalan yang dilewatinya pun terlalu sulit untuk bocah berumur dua tahun. Jadi, kakek mereka, yang sakit-sakitan, mengasuhnya di rumah.

Dalam beberapa tahun terakhir, berita tentang anak-anak yang “telantar” karena orangtua mereka terlalu sibuk bekerja menjadi sorotan media China.

Padahal dalam kondisi seperti itu, keamanan anak-anak itu tidak terjaga. Mereka terancam berbagai aksi kejahatan seperti penyiksaan, dan bagi anak perempuan, adalah kekerasan seksual.

sumber

Foto-foto Anarkis mahasiswa menolak kenaikan BBM

27 Maret 2012 4 komentar

 
Ribuan buruh dan mahasiswa memblokir setiap jalan menuju Bandara Polonia Medan. Akibatnnya, calon penumpang maskapai penerbangan di Bandara Polonia gagal terbang. Sementara, dikawasan Bandara Polonia, massa aksi sudah mulai ricuh dengan melempari kearah petugas yang berjaga-jaga didalam bandara.

Berikut adalah Foto-foto Anarkis mahasiswa menolak kenaikan BBM

sumber 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: