Arsip

Posts Tagged ‘anak krakatau’

Inilah Foto Menakjubkan Yang Diambil Dari Angkasa Yang Belum Pernah Anda Lihat Sebelumnya

Inilah Foto menakjubkan yang diambil dari angkasa yang belum pernah anda lihat sebelumnya

 

 

 

Foto yang sangat menarik menunjukan pulau-pulau yang indah yang dikelilingi dengan pantai pasir putih serta laut biru, diambil dari ruang angkasa yang belum pernah anda lihat sebelumnya.

 

Foto ini diambil dari satelit Ikonos dimana kecanggihannya bisa mengabadikan keindahan bumi dari ruang angkasa dengan kualitas gambar yang sangat menakjubkan.

 

Satu pandangan sangat mencolok adalah pulau Anak Krakatau di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatera di Indonesia.

 

Aliran lava ditampilkan dalam warna merah dan abu hitam dan kawah jelas dapat dilihat di tengah noda kecoklatan di laut.

 

Anak Krakatau terbentuk sekitar 50 tahun setelah Gunung Krakatau meletus begitu hebat pada tahun 1883 dua pertiga dari pulau asli runtuh ke laut.

 

Meletus dan berkembang sejak tahun 1927 dan Anak Krakatau muncul dan para ahli mengatakan itu adalah laboratorium alam untuk pengembangan eko sistem baru.

 

 

• terlihat seperti ikan, Pulau Heron di Australia ditangkap oleh satelit Ikonos

 

 

• Hawaii, juga dikenal sebagai Big Island, diambil oleh sebuah satelit NASA di ruang angkasa yang tampak seperti kepala kambing

 

 

• Pulau Juan de Nova di Selat Mozambik menyerupai ubur-ubur

 

 

• Bora Bora Island, terletak di Polinesia Prancis, ditangkap oleh satelit Ikonos

 

 

• Gambar menarik dari pulau-pulau yang diambil dari ruang angkasa

 

 

• Pulau-pulau karang Australia diambil dari ruang angkasa terlihat seperti permata di lautan luas

 

 

• Ini foto menakjubkan dari Bahama,  diambil oleh satelit dari ribuan mil jauhnya

 

 

• pulau buatan di Dubai terlihat seperti pohon palem dari ribuan mil

 

 

• Ile Glorieuse ( kiri ) , sebuah pulau di Prancis, 2,5 kilometer,  lebar di Samudera Hindia dan Ile du Lys ( paling kanan ) yang merupakan singkapan berbatu kecil ditangkap dari ruang angkasa

 

 

• Citra satelit dari Pasifik atol Nikumaroro, paling selatan dan barat dari Kepulauan Rawaki di Kiribati

 

 

• Pulau Ducie, terletak di Samudera Pasifik, merupakan sebuah atol tak berpenghuni di Kepulauan Pitcairn

 

 

• Akimiski Island adalah pulau terbesar di Teluk James ( perpanjangan arah tenggara dari Teluk Hudson ) , di Kanada

 

 

• Atol Nukuoro, salah satu dari 607 pulau yang merupakan bagian dari Negara Federasi Mikronesia diambil di papan Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS ) pada tahun 2006

 

 

undefined

• Kebakaran hutan di Kepulauan Canary ditangkap oleh instrumen MODIS pada satelit Aqua NASA pada tahun 2007

 

 

undefined

• pulau vulkanik Anak Krakatau ditangkap oleh satelit Ikonos tahun 1998 dari ruang angkasa. Aliran lava ditampilkan dalam warna merah dan abu hitam dan kawah jelas dapat dilihat di tengah noda kecoklatan di laut

 

 

undefined

• Long Island di lepas pantai Papua Nugini. Menakjubkan foto diambil oleh satelit dan menangkap keindahan dunia lain dari planet bumi dari ribuan mil jauhnya

 

 

undefined

• Citra satelit bagian Pasifik atol Nikumaroro, paling selatan dan barat dari Pulau Rawaki

 

 

• Wake Island adalah karang atol dengan garis pantai 12 km di utara Kepulauan Marshall di Samudera Pasifik Utara

 

 

undefined

• Akimiski Pulau di Kanada diambil oleh NASA Landsat 7 tahun 2000. Dari sisi barat pulau, kita bisa melihat pantai Ontario

 

 

undefined

• Volcano Paluweh dari Indonesia yang diambil oleh satelit NASA Landsat tahun 2013 . Sementara gunung berapi meningkat sekitar 9.840 kaki di atas dasar laut kerucut naik hanya 875m di atas permukaan laut dan merupakan titik tertinggi di pulau

 

 

undefined

• Tenerife diambil oleh satelit NASA. Tenerife adalah pulau terbesar dan terpadat dari tujuh Kepulauan Canary. Itu juga merupakan pulau paling padat di Spanyol

 

 

undefined

• Rarotonga Island adalah pulau terpadat di Cook Islands, dengan populasi 13.095, dari total penduduk negara itu 17.794. Gedung Parlemen Kepulauan Cook ‘ dan bandara internasional di Rarotonga

 

 

undefined

• Canary Islands diambil oleh MODIS pada satelit Terra NASA pada tahun 2013. Kepulauan Canary adalah kepulauan di Spanyol yang terletak di lepas pantai barat laut dari daratan Afrika , 100 km sebelah barat dari perbatasan antara Maroko dan Sahara Barat

 

 

youthehandrich/dailymail

sumber

Faktlkanik Lebih Berbahaya Dari Debu Biasa

Share

Aktivitas gunung berapi yang meningkat selalu dibarengi dengan semburang abu vulkanik, dalam waktu terakhir beberapa gunung berapi di Indonesia menunjukan peningkatan aktifitas vulkaniknya yang paling parah adalah Merapi yang terkenal dengan wedus gembelnya, selain itu Anak Krakatau, Semeru, Papandayan dan beberapa lainnya juga meningkat.
Letusan gunung Merapi menyebarkan debu vulkanik kemana-mana
Lalu seberapa berbahaya abu vulkanik bagi kesehatan? tentu berbahaya bila kita menghirupnya. Abu vulkanik diketahui bisa menyebabkan iritasi mata, penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga gangguan pada kulit. Menurut dr Andreas Dewanto, dokter Puskesmas Ngemplak, Sleman, yang bertugas di Posko Glagahmalang, dan kini berpindah tugas ke Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta, kandungan abu vulkanik sangat berbahaya. “Kandungan material dari abu yang dimuntahkan itu mengandung S102 atau pasir kuarsa yang biasa digunakan untuk membuat gelas,” katanya.
http://i684.photobucket.com/albums/vv210/mesinkasir/ruanghati/49e3f6b1.jpg” alt=”Beberapa hari terakhir abu vulkanik yang keluar bersama material
vulkanik lainnya sangat pekat di sekitar Gunung Merapi hingga ke Jawa
Tengah” width=”306″ height=”506″ />
Bentuk pasir kuarsa itu tidak bulat layaknya debu biasa. Di bawah mikroskop, pasir kuarsa itu tampak berujung runcing. Ini tentunya bisa melukai saluran pernapasan, mata, bahkan kulit. “Jadi partikelnya memang membahayakan.” Selama berada di Posko Glagahmalang, Desa Glagah Harjo, Andreas mengatakan anak-anak berusia 2-12 tahun adalah korban yang paling banyak terkena dampak abu vulkanik. “Keluhannya paling banyak infeksi saluran pernapasan akut, batuk, pilek, dan iritasi mata,” kata Andreas.
http://ruanghati.com/wp-content/uploads/2010/11/merapilagi.jpg” alt=”Tingginya letusan, membuat jangkauan abu vulkanik yang tersebar
bisa mencapai puluhan bahkan ratusan kilometer” />

Sementara itu, menurut Heru Trisno Nugroho, Kepala Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Umum Daerah dr Sardjito, pada hampir mayoritas korban awan panas letusan Gunung Merapi yang dirawat di rumah sakit tersebut, sebagian besar dari mereka mengalami trauma inhalasi karena saluran pernapasan terbakar.Mereka kesulitan bernapas, sehingga membutuhkan alat bantu pernapasan (ventilator).

Penampakan Abu Vulkanik diperbesar

Penampakan Abu Vulkanik diperbesar
Diperbesar lebih besar lagi penampakan abu vulkanik
http://expertvoices.nsdl.org/middle-school-math-science/files/2009/04/ash-sem.jpg” alt=”Lebih jelas lagi penampakan abu vulkanik” />
Masalahnya, Heru mengungkapkan, saat ini rumah sakit kekurangan alat bantu pernapasan itu. Stok alat di rumah sakit menipis, sedangkan jumlah korban terus naik. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Kalau ada alat itu, segera dikirim,” dia menerangkan.
Saat meletus, gunung berapi memang umumnya menyemburkan uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), asam klorida (HCl), asam fluorida (HF), dan abu vulkanik ke atmosfer. Abu vulkanik mengandung silika, mineral, dan bebatuan. Unsur yang paling umum adalah sulfat, klorida, natrium, kalsium, kalium, magnesium, dan fluoride. Ada juga unsur lain, seperti seng, kadmium, dan timah, tapi dalam konsentrasi yang lebih rendah.

http://images.bt.no/btno/multimedia/dynamic/00641/GLASS_jpg_641411b.jpg” alt=”Sangat tajam dan bahaya bagi paru2 serta bisa membuat iritasi” />

Sangat tajam dan bahaya bagi paru2 serta bisa membuat iritasi
Dr Mukhtar Ikhsan, SpP(K), dokter spesialis paru-paru dari Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, yang dihubungi Tempo, mengatakan, khusus silika, sebenarnya memang ada di sekitar kita, dan sangat mungkin terhirup dalam kondisi normal. “Tapi kan intensitasnya tidak besar, dan kalaupun terpapar tidak terus-menerus seperti saat bencana seperti Merapi kini,” kata Mukhtar.
Dengan intensitas tinggi, bisa jadi bulu-bulu hidung tak cukup kuat menahan serangan partikel polutan berbahaya. Belum lagi ada kemungkinan suhu panas dan gas-gas beracun yang mungkin ikut keluar bersama abu vulkanik. Akumulasi silika dalam paru-paru bisa mengakibatkan silikosis yang menyebabkan kerusakan pada paru-paru. “Silikosis umumnya menyerang pekerja tambang. Namun mereka terserang silikosis karena paparan silika konsentrasi tinggi dari jangka waktu yang lama,” kata Mukhtar.

http://www.joconl.com/images/archives/2006/07/10/550.jpg” alt=”Bandingkan dengan debu biasa yang bulat (tidak tajam)” />

Bandingkan dengan debu biasa yang bulat (tidak tajam)
Muhktar khawatir terhadap kondisi pengungsi yang mungkin mengalami stres, kurang istirahat, dan kurang makanan bergizi, sehingga akan mengakibatkan daya tahan tubuh pengungsi turun. Lemahnya daya tahan tubuh para pengungsi ditambah paparan silika bisa membuat infeksi semakin mudah menyerang.
Pernapasan memang paling mudah terpengaruh oleh abu vulkanik. Tapi besar-kecilnya dampak abu vulkanik sebenarnya bergantung pada sejumlah faktor, seperti konsentrasi partikel di udara yang sebaiknya kurang dari 10 mikron dalam diameter, frekuensi dan lama pemaparan, kandungan abu, cuaca, serta kondisi kesehatan seseorang.

http://i684.photobucket.com/albums/vv210/mesinkasir/ruanghati/b6f3ccf6.jpg” alt=”Salah seorang pengungsi Merapi yang sedang mengalami gangguan
pernapasan akibat abu vulkanik” />

Salah seorang pengungsi Merapi yang sedang mengalami gangguan pernapasan akibat abu vulkanik
Cara sederhana menghindari paparan abu adalah menghindari sumber polusi dengan mengungsi. Orang dengan penyakit pernapasan atau hanya gejala harus meninggalkan area paparan tinggi abu vulkanik. Jika konsentrasi silika melebihi batas yang direkomendasikan: lebih dari 50 mikrogram per meter kubik. Penggunaan masker menjadi suatu keharusan dalam kondisi tingginya tingkat polusi udara seperti dalam bencana Merapi. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof Faisal Yunus, MD, PhD, FCCP, sejak letusan Merapi pertama pada 26 Oktober lalu, sudah memprediksi tingginya jumlah pengidap ISPA menyusul letusan Gunung Merapi.

http://sciencedude.ocregister.com/files/2010/04/volcanoSCI.gif” alt=”Bukan hanya berbahaya bagi mahluk hidup tapi juga bisa merusak
mesin pesawat” />

Bukan hanya berbahaya bagi mahluk hidup tapi juga bisa merusak mesin pesawat
Faisal saat itu menjelaskan, ada sembilan jenis respirator yang direkomendasikan berdasarkan kemampuan menyaring partikel dengan ukuran 0,3 mikron atau satu per 1.000 milimeter, yaitu respirator 95 persen, 99 persen, dan 100 persen, serta kemampuan filtrasi terhadap minyak, yaitu tipe N (Non-resistant to oil), R (Resistant to oil), dan P (oil Proof). Masker bedah yang terbuat dari kertas atau kain yang banyak beredar sebenarnya hanya menutupi area sekitar hidung. Masker jenis itu memiliki keterbatasan filtrasi karena ada celah di sekitar hidung dan mulut yang memungkinkan tetap masuknya kuman dan polutan yang ada di udara. Respirator lebih memberi perlindungan ketimbang masker bedah. Respirator lebih melindungi dan menyaring partikel berukuran satu mikron. Alat ini terpasang pas di wajah dan berfungsi mencegah kebocoran.
http://2.bp.blogspot.com/_C0ChbcUR4Ms/S-a2EsFHk5I/AAAAAAAAA1U/4Ig2ziiclzU/s1600/How-the-Icelandic-Volcanic-Ash.jpg” alt=”Betapa bahayanya bila sampai terhirup secara langsung abu
vulkanik” />

Betapa bahayanya bila sampai terhirup secara langsung abu vulkanik
Sayangnya, justru yang beredar di kalangan pengungsi Merapi adalah jenis masker bedah itu. Menurut Andreas, masker ini memang belum memenuhi standar keamanan tubuh manusia. Masker yang paling aman pada situasi sekarang ini, menurut dia, adalah masker jenis N95. “Ini masker mirip untuk pasien isolasi flu burung,” katanya. “Idealnya memang menggunakan respirator N95, tapi kan sangat mahal dan dalam kondisi darurat. Masker apa pun bisa digunakan daripada tidak sama sekali. Memang kurang nyaman, tapi penting dilakukan,” kata Mukhtar mengiyakan Andreas.

Untuk mata, Andreas menambahkan, sebaiknya masyarakat menggunakan kacamata goggle guna menahan abu. Pasalnya, kacamata ini bisa menutup rapat sekeliling mata, sehingga abu vulkanik tak akan masuk.

Sumber :

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 302 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: