Arsip

Posts Tagged ‘ahlussunnah’

KEBIADABAN SYIAH DI SYRIA

1 Juni 2012 1 komentar

Berikut adalah poin-poin sebagian kebiadaban syi’ah la’natullah di Suriah, yang disebutkan oleh seorang ulama Doktor bidang Aqidah asal Suriah melalui Radio Rodja dan diterjemahkan oleh Ust.Firanda Hafizhahullah, beserta fakta-fakta dari sumber lainnya :
- Pasukan syiah mengumpulkan anak-anak dan mencabuti kuku-kuku anak-anak tersebut didepan orangtua2 mereka, seraya berkata: “jika kalian tidak bisa memberikan keturunan yang bagus, hayo datangkan istri-istri kalian biar kami setubuhi…
- Memasukkan racun ke saluran PAM.
- Mengebom perkampungan ahlussunnah.
- Memperkosa gadis 8 tahun.
- Memperkosa wanita, kemudian mencincang tubuhnya, ada juga yg dipanggang.
- Mencabut bulu kemaluan wanita di depan suaminya, hingga suami gila tak tahan dihinakan.
- Menembaki para pemuda, memotong tubuhnya, meletakannya di depan rumah keluarganya, lantas meminta ongkos pelurunya.
- Menyodomi para pemuda.

sumber

Hebat!! Malaysia Haramkan Tiga Buku Syi’ah Terbitan Indonesia

 
http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka/Buku-syiah-sesat.jpg&h=235&w=355&zc=1

Kementerian Dalam Negeri (KDN) Malaysia telah menetapkan perintah larangan terhadap tiga buah buku yang diterbitkan di Indonesia karena menyebarkan doktrin yang bertentangan dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah di negara ini.

Sekretaris Bagian Pengendalian Publikasi dan Teks Al-Quran, Abdul Aziz Mohamed Nor menjelaskan, tiga buku yang diharamkan adalah “Pengantar Ilmu-ilmu Islam,” “Dialog Sunnah Syi’ah” dan “Tafsir Sufi Al-Fatihah Mukadimah.”

Buku “Pengantar Ilmu-ilmu Islam” ditulis oleh Murtadha Muthahhari dan diterbitkan Pustaka Zahra dari Jakarta, sedangkan “Dialog Sunnah Syi’ah” ditulis oleh A Syarafuddin Al-Musawi dan diterbitkan Penerbit Mizan Bandung. Sementara “Tafsir Sufi Al-Fatihah Mukadimah” pula ditulis oleh Jalaluddin Rakhmat dan diterbitkan PT Remaja Rosdakarya, juga dari Bandung.

“Jika ini dibiarkan, buku-buku ini dapat membahayakan ketertiban,” kata Abdul Aziz kepada wartawan, tadi malam.

Perintah larangan ini, lanjut Abdul Aziz, sesuai dengan Pasal 7 (1) Akta Mesin Cetak dan Penerbitan 1984 yang menjadi satu kesalahan menurut ayat 2 Pasal 8 akta tersebut.

“Adalah menjadi satu kesalahan jika pihak yang mencetak, mengimpor, memproduksi, mereproduksi, mempublikasikan, menjual, mengeluar, mengeliling, menawarkan untuk menjual, mendistribusikan atau ada dalam miliknya, bahan yang akan dikenakan perintah larangan itu,” katanya.

Abdul Aziz menambahkan, siapapun yang melanggar larangan ini bisa dipenjara maksimal tiga tahun atau denda maksimal RM20,000 atau keduanya.

sumber 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 275 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: