Arsip

Arsip Penulis

20 DIY Projects to Revamp Your Old Sweaters

Those bulky, old sweaters are starting to look a little run down.

However, just because you’re clearing out your closet doesn’t mean you need to let your old sweaters go to waste. As the season gets colder, you can stay warm and cozy by reusing and recycling all your well-loved knits.

It’s not just sweater weather for you — it’s sweater weather for everything you own.

Ini Cara Preman Susi Pudjiastuti Benahi Perikanan Indonesia   

Ini Cara Preman Susi Pudjiastuti Benahi Perikanan Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti langsung menggebrak dengan melakukan pembenahan setelah dilantik. Dia punya cara agar sektor perikanan dan kelautan tumbuh dan meningkat pesat.

Susi menginginkan pemerintah daerah peraturan daerah untuk melarang jual beli kepiting, ikan, dan udang yang sedang bertelur. Tujuannya agar ada kesinambungan produksi di sektor ini.

“Program KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) saya hanya salurkan kalau pemda sudah buat perda (peraturan) pelarangan jual beli kepiting, ikan, udang yang bertelur,” kata Susi saat diskusi dengan pengusaha Kadin di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Kamis 30 Oktober 2014.

Selain itu, Susi menambahkan, pemerintah daerah juga harus melakukan pelarangan penebangan hutan bakau, dan pelarangan penggunaan bahan kimia di tambak.

“Itu yang saya buat. Sedikit preman, kalau tidak nanti cucu kita tak tahu apa itu kepiting,” tutur Susi.

Selain itu, dia juga belum akan mengeluarkan izin untuk kapal-kapal besar yang mencari ikan di perairan Indonesia hingga akhir tahun ini.

Nah, sangar kan?

(detik, tribun)

Wakil Rektor UGM Sahabat Susi Pudjiastuti Semasa SMA: “Susi Itu Jenius” 

Wakil Rektor UGM Sahabat Susi Pudjiastuti Semasa SMA "Susi Itu Jenius"
  

Saat masih belajar di bangku SMA, Susi Pudjiastuti sudah dikenal doyan bacaan “berat” seperti buku filsafat. Sudah begitu, buku dalam bahasa asing.

Kawan lamanya yang sekarang punya sederet gelar akademis pun mengakui bahwa Susi adalah sosok yang cerdas bahkan jenius. “Saya sering main ke kosnya. Di kamarnya isinya penuh dengan buku-buku tebal,” ujar sahabat Susi Pudjiastuti saat sekolah di SMAN 1 Yogyakarta, Dwikorita Karnawati.

Untuk anak berumur 16 tahun, menurut Dwikorita, Susi termasuk jenius. Buku-buku yang dibacanya itu, kata dia, lintas bidang, mulai dari filsafat sampai politik. “Kebanyakan (buku) bahasa Inggris. Saya heran anak seusia 16 tahun mampu berbahasa inggris dengan lancar dan melahap buku-buku filsafat,” kenang Wakil Rektor UGM ini.

 

Wakil Rektor UGM Dwikorita Karnawati bersama replika pesawat pemberian sahabatnya semasa bersekolah di SMAN 1 Yogyakarta, Susi Pudjiastuti

Padahal, lanjut Dwikorita, pada era 1980-an kemampuan bahasa Inggris rata-rata anak Indonesia belum sebagus sekarang. Saat itu juga belum ada internet.

“Dari mana ya dia tahu (soal buku-buku itu)? Padahal, tidak ada internet. Kecerdasannya itu bakat, ditambah lagi semangat belajar yang kuat dan tahan banting,” ujar Dwikorita.

 

SMAN 1 Yogyakarta

SMAN 1 Yogyakarta, tempat Susi Pudjiastuti bersekolah walau tidak tamat

Menurut Dwikorita, pemikiran Susi juga jauh melampaui teman-teman sebayanya di kelas I SMAN 1 Yogyakarta saat itu. Dwikorita bercerita, Susi sering kali bicara tentang gagasan membangun Indonesia. Susi juga tak jarang mengkritisi pemerintahan era itu.

“Saya akui Susi itu Jenius. Saya saja baru paham apa yang dibicarakan Susi dulu semasa SMA itu saat tua. Dulu tidak paham,” aku Dwikorita.

Karenanya, dia berkeyakinan bahwa sudah tepat Susi menjadi menteri di Kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla. Terlebih lagi sekarang sudah ada bukti kejeniusan Susi, dari bisnis perikanan dan penerbangannya.

“Soal bisnis sudah ada hasilnya. Urusan blusukan atau kerja lapangan juga tak diragukan lagi,” imbuh Dwikorita. “Kalau soal lulusan SMP, penemu lampu itu gimana? (Ijazah) itu bukan jaminan. Yang terpenting Susi punya talenta, jujur, apa adanya, dan sosok pekerja keras.”

(dari berbagai sumber)

Orang-Orang ini Dulunya Miskin….Sekarang Kaya Raya (LUAR BIASA)

Quote:Kondisi perekonomian seseorang tidak serta merta menentukan masa depannya kelak. Tak jarang kondisi perekonomian yang tergolong miskin atau biasa-biasa saja, menjadi pemicu tekad untuk memperbaiki masa depan.

Cemoohan, pandangan sinis dan cibiran menjadi cambuk bagi segelintir orang yang berhasil menapaki jalan terjal kesuksesan. Modal tekad, ketabahan dan keberuntungan, orang-orang ini mampu merubah kemiskinan menjadi kekayaan.

Tercatat beberapa pengusaha besar dalam dan luar negeri mampu membuktikan keterpurukan ekonomi bukan penghalang untuk mencapai puncak kesuksesan dunia. Berikut merdeka.com merangkum beberapa di antaranya:

Quote:Jack Ma

Apa kunci sukses Jack Ma meniti karir jadi taipan raksasa? Dia menjawab lantaran ogah terus miskin.

Sebelum mendirikan perusahaan perdagangan via Internet, www.alibabagroup.com, Ma bekerja sebagai guru bahasa Inggris sebuah kampus di kota kelahirannya. Gaji Ma dalam Yuan bila dikonversi ke Rupiah hanya sekitar Rp 180.000 per bulan.

Sewaktu muda, Ma Yun (nama aslinya) adalah anak yang suka berbahasa Inggris, tak lazim bagi warga China kala itu. Dari biografinya yang kerap dikutip media, sedari SD dia nekat bersepeda ke hotel berjarak 45 menit dari Kota Hanzhou, demi bercakap-cakap dengan turis asing asal Eropa dan AS.

Ketekunan itu mengantarnya kuliah di jurusan bahasa asing, dan bahkan terpilih menjadi dosen di kampusnya. Tapi gaji minim sebagai pengajar membuatnya tak tahan. Inilah awal pilihannya banting setir jadi pengusaha.

“Anda tidak akan sukses kalau tidak memiliki ambisi. Kalau tidak berhasil (dengan bisnis Internet) aku harus kembali ke pekerjaanku yang dulu,” ujarnya saat diwawancara situs berita Tencent.

Quote:Larry Ellison

Lawrence Joseph Ellison, lahir pada 17 Agustus 1944 di Bronx, New York. Ibunya, Florence Spellman, saat itu baru berusia 19 tahun dan belum menikah. Siapa ayahnya hingga kini masih menjadi misteri. Pada usia 9 bulan, Larry terkena penyakit pneumonia. Ia lalu diserahkan pada bibinya di Chigago untuk diadopsi.

Maka sejak saat itu, Larry dibesarkan oleh Lilian Spellman Ellison dan suaminya, Louis Ellison. Dari kedua orangtua angkatnya inilah Larry memperoleh nama Ellison. Mereka tinggal disebuah apartemen sederhana di South Shore, Chigago, di mana banyak keturunan Yahudi kelas menengah ke bawah tinggal.

Larry kecil, meskipun menyimpan jiwa pemberontak di dalam dirinya, dia adalah anak yang cerdas. Ia terutama sekali menyukai pelajaran matematika dan ilmu pasti. Ketika berumur 12 tahun, ia baru mengetahui bahwa ia bukanlah anak kandung keluarga Ellison. Hal ini cukup membuatnya menyerah, tapi ia tidak menyerah.

Siapa sangka saat ibu angkat atau bibinya harus meninggal, membuat dirinya berhenti kuliah. Dia hijrah ke ke California untuk mengerjakan pekerjaan aneh selama delapan tahun. Dia menemukan perusahaan pengembangan software, Oracle, di tahun 1977. Perusahaan yang kemudian tumbuh pesat jadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Tercatat pada Agustus 2014, kekayaannya mencapai USD 49,7 miliar atau setara dengan Rp 595,85 triliun.

Quote:Jan Koum

Jan Koum lahir 24 Februari 1976 adalah CEO dan pendiri WhatsApp bersama Brian Acton. WhatsApp merupakan aplikasi pesan bergerak yang diakuisisi oleh Facebook Inc. pada Februari 2014 dengan nilai USD 19 miliar. Koum dibesarkan di sebuah desa di luar Kiev, Ukraina. Ia pindah ke California bersama ibu dan neneknya tahun 1992. Saat ini Koum memegang 45 persen saham WhatsApp dengan nilai mendekati USD 7 miliar atau setara dengan Rp 83,92 triliun.

Uang USD 19 miliar yang dikeluarkan Facebook untuk akuisisi WhatsApp telah membuat nasib Jan Koum dan Brian Acton sebagai pendirinya berubah. Kini, kedua nama tersebut telah masuk jajaran miliarder terkaya dunia versi Forbes.

Seperti yang dilansir oleh First Post (5/3), Koum yang kini berusia 38 tahun dan Acton yang berusia 42 tahun boleh berbangga dengan status sosialnya saat ini. Menurut data Forbes, Koum sekarang adalah orang terkaya nomor 202 di dunia, sementara Acton nomor 551.

Posisi itu didapatkan Koum setelah mengalami peningkatan pendapatan sebanyak 45 persen setelah WhatsApp dijual. Sementara Acton juga mengalami peningkatan pendapatan hingga 20 persen.

Dengan hal ini, Koum pun jadi miliarder dengan aset USD 6,8 miliar. Sementara, Acton kekayaannya sebanyak USD 3 miliar.

Padahal, jika kita menengok ke belakang, nasib kedua orang ini sangat berbalik 180 derajat. Dulu, Koum adalah seorang imigram Ukraina yang sempat jadi tukang sapu dan hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara Acton sempat ditolak kerja di Facebook, dan Twitter namun tidak putus asa hingga akhirnya jadi miliarder sekarang ini.

Quote:Ciputra

Ciputra, namanya tentu sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Pria keturunan China asal Parigi, Sulawesi Tengah ini telah membangun banyak properti di Indonesia melalui sejumlah perusahaannya.

Siapa yang tidak tahu Taman Impian Jaya Ancol kini? Salah satu taman hiburan besar di Indonesia itu adalah hasil karyanya dalam mengubah lahan rawa menjadi suatu pusat rekreasi. Belum lagi sejumlah perumahan kawasan elite seperti Pondok Indah dan Serpong juga adalah buah pemikirannya.

Bungsu dari tiga bersaudara ini tidak sukses begitu saja. Masa kecilnya dilalui cukup berat. Semenjak masa kanak-kanak, Ciputra sudah harus membantu menghidupi keluarga usai ditinggal sang ayah meninggal di penjara akibat dituduh mata-mata oleh penjajah Jepang.

Ciputra kecil yang kala itu baru berumur 12 tahun sudah harus membantu menghidupi kehidupan keluarga dengan membantu berjualan kue milik ibunya. Selain itu, sebelum berangkat sekolah, Ciputra juga harus bangun pagi-pagi untuk mengurus sapi piaraan dan menempuh 7 Km ke sekolah dengan berjalan kaki.

Berbekal ketekunan dan kegigihan, Ciputra kecil mampu meneruskan jenjang pendidikannya hingga berhasil masuk ke ITB, Bandung. Setelah berhasil menamatkan kuliahnya, Ciputra memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur dan dia mengawali bisnisnya di Jaya Group. Jaya Group merupakan sebuah perusahaan daerah di DKI Jakarta milik Pemda DKI. Di sana dia menjabat sebagai direksi dan kemudian beralih ke penasihat.

Ciputra kemudian bersama Sudono Salim, Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad mendirikan sebuah perusahaan yang bernama Metropolitan Group. Selain itu, dia juga membangun Ciputra Group miliknya sendiri.

Bisnis Ciputra tidak selamanya manis. Ciputra menjadi salah satu pebisnis yang terkena dampak krisis moneter pada 1997. Namun, utang menumpuk tak lantas membuatnya patah arang. Berkat sedikit keberuntungan dengan adanya kebijakan moneter pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank membuat Ciputra mampu merestrukturisasi utang-utangnya.

Kini sudah sekitar 20 tahun lebih Ciputra membangun usahanya. Mulai dari sebuah kamar kerja kecil milik Pemda DKI kini perusahaannya telah memiliki sekitar 20 anak perusahaan dengan 14.000 karyawan.

Pada 2013 lalu, Forbes Asia menasbihkannya sebagai pengusaha properti terkaya di Indonesia. Forbes mencatat kekayaan Ciputra pada tahun lalu mencapai USD 1,3 miliar atau setara Rp 15,21 triliun.

Ciputra mengalahkan Alexander Tedja, taipan properti asal Surabaya dengan perusahaannya Pakuwon Group, yang tercatat memiliki jumlah kekayaan senilai USD 670 juta atau setara Rp 7,8 triliun.

Quote:Eka Tjipta Widjaja

Eka Tjipta Widjaja lahir dari keluarga miskin di Fujian, Republik Rakyat China dengan nama Oei Ek Tjhong pada 3 Oktober 1923. Pada tahun 1931, ia melakukan migrasi ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Saat ini, namanya dikenal sebagai pengusaha, pendiri serta pengendali Sinar Mas Group. Ia merupakan orang pertama terkaya di Indonesia menurut Majalah Globe Asia edisi bulan Desember 2012 dengan kekayaan mencapai USD 8,7 miliar atau setara dengan Rp 104,3 triliun.

Pada tahun 2011, menurut Forbes, ia menduduki peringkat ke-3 orang terkaya di Indonesia, dengan total kekayaan USD 8 miliar atau setara dengan Rp 95,91 triliun.

Eka Tjipta adalah ayah dari Oei Hong Leong, orang terkaya ke-32 di Singapura pada tahun 2013.

Source of Thread

Quote:

Harusnya “mereka” semua bisa memberi kita sebuah inspirasi…..sebagai pembangkit semangat agar kita lebih kreatif, bekerja keras dan pantang menyerah……Dan jangan lupa untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT (Tuhan YMK) atas segala nikmat yang telah diberikan oleh-Nya. 

sumber

Foto-foto Cantik Jupe Tanpa Make Up Ini Menuai Banyak Pujian 

Foto-foto Cantik Jupe Tanpa Make Up Ini Menuai Banyak Pujian
  

Makeup sudah menjadi bagian dalam kehidupan seorang wanita. Terutama bagi seorang entertainer, makeup sangatlah penting apalagi saat di depan kamera. Makeup akan membuat wajah mereka nampak lebih fresh dan tentu tambah cantik. Begitu pula dengan Julia Perez alias Jupe dalam setiap penampilannya di depan publik. Ia jarang sekali tampil tanpa make up.

 

Foto Jupe Tanpa Make Up

Jupe terlihat cantik dan manis tanpa make up

 

Namun ia menjadi sensasi ketika memposting foto-fotonya tanpa make up di instagram saat ia menjalani pengobatan di sebuah rumah sakit di Singapura. Foto-fotonya tersebut langsung memicu komentar ramai yang berisi pujian. Bagaimana tidak, Jupe mengunggah foto selfie tanpa menggunakan makeup dan dia terlihat sangat cantik, manis dan terlihat lebih muda.

 

Dalam salah satu postingan lainnya, Jupe bergaya seperti ABG alay

 

Banyak fans yang kaget dan kagum setelah mengetahui kecantikan alami wanita seksi ini.

(Instagram)

Kategori:revo

Inilah 9 Perbedaan Pemuda Zaman Dulu vs Sekarang !

Sudah 86 tahun berlalu sejak Sumpah Pemuda pertama kali dilakukan. Selama puluhan tahun ini para pemuda dari tahun ke tahun pun selalu berubah, ada yang mengalami perubahan ke arah positif namun ternyata banyak juga yang ke arah negatif :sedih

Sering kali kita mendengar atau membaca berita tentang anak-anak muda zaman sekarang yang terlibat dengan hal-hal negatif seperti tawuran antar sekolah, putus sekolah, narkoba dan putus sekolah, dan masih banyak lagi lainnya.

Masuknya budaya barat dan penggunaan gadget serta sosial media secara berlebihan telah ikut mempengaruhi sikap para pemuda di zaman sekarang.

Nah bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang kita rayakan hari ini, yuk kita flashback dan kembali melihat seperti apa pemuda di zaman dulu dibandingkan dengan pemuda di zaman sekarang

Quote:

1. Senjata


Dulu: para pemuda berjuang dengan bambu runcing

Sekarang: para pemuda berjuang dengan mulut tajam di sosial media

Quote:

2. Sebelum Makan


Dulu: sebelum makan para pemuda selalu berdoa.

Sekarang: sebelum makan para pemuda selalu foto makanannya

Quote:

3. Jepang


Dulu: Jepang jadi musuh utama para pemuda.

Sekarang: gadis Jepang jadi idola para pemuda.

Quote:

4. Perjuangan


Dulu: para pemuda berjuang keras merebut kemerdekaan.

Sekarang: para pemuda berjuang keras merebut hati gadis pujaan

Quote:

5. Alat Musik


Dulu: pemuda dulu mainnya seruling bambu dan angklung

Sekarang: pemuda sekarang mainnya Guitar Hero

Quote:

6. Waktu Nongkrong


Dulu: pemuda/i zaman dulu nongkrong pagi pulang malam.

Sekarang: pemuda/i sekarang nongkrong malam pulangnya pagi

Quote:

7. Tempat Nongkrong


Dulu: pemuda dulu lebih suka nongkrong di rumah atau taman.

Sekarang: pemuda sekarang lebih suka nongkrong di kafe atau mall.

Quote:

8. Foto


Dulu: pemuda/i dulu difoto cantik alami.

Sekarang: pemuda/i sekarang difoto cantik camera360

Quote:

9. Lawan


Dulu: pemuda dulu perang melawan penjajah.

Sekarang: pemuda sekarang perang melawan sekolah lain

Quote:

Itulah bedanya pemuda jaman dulu ama skr gan ayo kita hargai jasa pahlawan kita dengan memberikan kontribusi nyata yang berguna bagi bangsa ini

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA

SUMBER 

sumber2

Bangladesh Pesan 18 Kapal Produksi Banyuwangi

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyambut Deputy Director Generale Bangladesh Coast Guard Yahya Syed (dua dari kiri).
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyambut Deputy Director Generale Bangladesh Coast Guard Yahya Syed (dua dari kiri).

 BANYUWANGI — Industri maritim di Kabupaten Banyuwangi terus bergeliat. Setelah sebelumnya TNI AL Indonesia memesan kapal perang canggih berupa kapal cepat rudal Trimaran ke industri galangan kapal Banyuwangi, kali ini giliran Angkatan Laut Bangladesh memesan delapan belas unit coast guard sebagai pelengkap alat keamanan negara tersebut.

Deputy Director Generale Bangladesh Coast Guard, Commodore Yahya Syed, mengunjungi Banyuwangi, Selasa (28/10). Dia mengatakan, Bangladesh memiliki kawasan laut yang luas yang berbatasan langsung dengan Myanmar dan India. Negara ini juga memiliki banyak pulau-pulau kecil yang pengawasannya tidak bisa dijangkau oleh kapal-kapal besar. “Kami dituntut tanggung jawab yang besar untuk mengamankan wilayah kami. Maka kami memperbanyak kapal-kapal untuk patroli keamanan. Selain itu kapal-kapal ini juga untuk mendukung blue economy yang kami terapkan,” kata Syed.

Syed melanjutkan, ada beberapa alasan dipilihnya industri galangan kapal di Banyuwangi untuk melengkapi armada kemanan di negaranya. Industri kapal di Banyuwangi dianggap memiliki teknologi canggih yang tidak banyak dimiliki oleh industri serupa dinegara-negara lain di mana bahan kapal diproduksi menggunakan serat fiber yang kuat dan tahan korosi. “Hanya sedikit perusahaan kapal di dunia yang menggunakan serat fiber, hanya di Eropa. Dan Indonesia ternyata memperoduksinya. Kami juga telah melihat profil perusahaan dan yakin kalau perusahaan ini akan menjadi yang terbaik di dunia,” imbuh Syed.

Tidak hanya sekadar memesan kapal, kerja sama ini juga menjadi media untuk transfer teknologi antara Bangladesh dan Indonesia dalam bidang perkapalan. Perusahaan kapal Bangladesh bahkan menempatkan enam stafnya untuk terlibat dalam peroses pembuatan kapal.

Bangladesh memesan kapal tersebut di salah satu industri galangan kapal di Banyuwangi, yaitu PT Lundin Industry Invest. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas turut bangga dengan keberadaan industri kapal di Banyuwangi yang terus memperoleh kepercayaan dari pasar. Industri perkapalan di Banyuwangi mempunyai ahli desain kapal dari berbagai negara seperti Inggris dan Australia. “Yang membanggakan, SDM dari Indonesia dan khususnya Banyuwangi sudah mulai dipercaya untuk mendesain atau menggambar. Saya berharap ke depan dengan transfer teknologi dan pengetahuan, akan muncul ahli perkapalan dari Banyuwangi,” tuturnya dalam siaran persnya kepada ROL.

sumber:republika.co.id

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 319 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: