Arsip

Arsip Penulis

Bahaya Lisan

image

KITA lihat banyak orang yang senang berbicara, tapi kurang terampil menjaga kemuliaan dengan kata-katanya. Banyak orang gemar berkata-kata tanpa bisa menjaga diri, padahal kata-kata yang terucap dari mulut seseorang harus selalu bisa dipertanggung-jawabkan.

Boleh jadi kata-kata itulah yang akan menyeretnya ke dalam kesulitan. Sebelum berkata apapun, kita yang menawan kata-kata, tapi sesudah kata terucapkan, kitalah yang ditawan kata-kata.

Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Dan barang siapa yang dirinya jatuh, maka akan banyak dosanya. Dan barang siapa yang banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya.” (HR. Abu Hatim).

Secara kasat mata, lidah hanyalah bagian kecil dari organ tubuh manusia. Ia lentur, tidak bertulang. Namun, di balik sifat kelenturannya ini, tersimpan kedahsyatan yang bisa mengantarkan manusia ke pintu kebahagiaan, sekaligus bisa menjerumuskannya ke dalam kehinaan hidup di dunia dan akhirat.

Abdullah ibn Mas‘ud mengungkapkan, “Wahai lisan, ucapkanlah yang baik-baik, niscaya kamu akan beruntung! Diamlah dari mengucapkan yang buruk-buruk, niscaya kamu akan selamat sebelum menyesal!”

Bicara memang gampang, tapi sering kali kita tidak memikirkan efek dari lisan kita. Dalam kitabnya Ihy’ ‘Ulmuddn, Imam al-Ghazali menetapkan banyak bicara yang merupakan “buah perbuatan” lisan sebagai racun pertama hati, yang menyebabkan manusia jauh dari cahaya Ilahi.

Lisan seseorang adalah cerminan dari baik dan buruk dan cerminan kualitas iman seseorang. Nabi saw bersabda, “Tidak akan lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya, sehingga lurus lisannya. Dan seseorang tidak akan masuk surga apabila tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan lisannya.” (HR Ahmad).

Berhati-hatilah dalam menggunakan lisan ini; menggerakkannya memang mudah, tidak perlu menghabiskan tenaga yang besar, tidak butuh biaya mahal, tapi bencana bisa datang kepada kita hanya karena kata yang terucap oleh lisan. Berbicara itu baik, tapi diam jauh lebih bermutu. Dan ada yang lebih hebat dari diam, yaitu berkata benar.

Suatu hari Luqman al-Hakim diperintahkan majikannya untuk menyembelih seekor kambing dan mengambil dagingnya yang terbaik untuk jamuan tamu. Luqman pun membeli seekor kambing, kemudian menyembelihnya, lalu mengambil lidah dan hatinya untuk dimasak dan disajikan kepada majikan dan tamunya. Melihat hal itu, majikannya marah dan menegur, “Luqman, bukankah tadi aku perintahkan untuk mengambil daging terbaik untuk jamuan para tamuku?” Luqman pun menjawab, “Tidak ada daging terbaik kecuali lidah dan hati.”

Beberapa waktu kemudian sang majikan memerintahkannya untuk menyembelih kambing kembali dan menyuruhnya agar membuang daging yang terburuk. Luqman pun pergi ke pasar untuk membeli kambing dan menyembelihnya, kemudian ia buang lidah dan hatinya. Melihat ulah Luqman, sang majikan pun kesal lalu berkata, “Apa maksudmu, wahai Luqman? Kemarin aku perintahkan untuk menyembelih kambing dan menghidangkan daging terbaik, tetapi kamu hanya menyuguhkan hati dan lidah. Sekarang, ketika aku menyuruhmu untuk menyembelih kambing lagi dan memerintahkan kepadamu agar membuang daging terburuk, kamu pun membuang hati dan lidah. Apakah kamu bermaksud mempermainkan aku?”

“Maafkan hamba, Tuan, tetapi apa yang hamba lakukan itu memang sudah sepatutnya. Tidak ada daging terbaik kecuali lidah dan hati, apabila digunakan untuk kebaikan. Dan tidak ada daging terburuk kecuali lidah dan hati kalau digunakan untuk keburukan,” jawab Luqman dengan lugas.

Lisanlah yang dapat menciptakan pola komunikasi manusia dengan manusia lainnya. Lisanlah yang memunculkan segala bahasa. Lisanlah yang memberi nada segala rasa. Lisanlah yang menimbulkan nyanyian dan irama. Lisan dapat membuat hati yang rindu menjadi mesra. Lisan yang penuh nasihat dapat menenteramkan amarah di dalam dada. Lisan dapat memutarbalikkan segala peristiwa. Dan lisanlah yang bisa membuat orang menangis menjadi tertawa.

Lisan yang dihiasi pancaran iman dan akal yang sempurna akan selalu berzikir, beristighfar, dan mengucapkan hal-hal terpuji. Adapun lisan yang tidak dihiasai pancaran iman hanya akan melakukan hal-hal yang biasa dikenal dengan istilah bahaya lisan. Paling tidak, ada 5 bahaya lisan berikut ini yang perlu kita waspadai.

1. Dusta

Jujur itu disenangi oleh Allah, dan termasuk ciri orang beriman. Sebaliknya, dusta itu sangat dimurkai oleh Allah, dan termasuk ciri orang munafik. Rasulullah saw menyerukan kepada umatnya agar senantiasa membiasakan berkata jujur dan menjauhi ucapan dusta.

Dalam sebuah hadis dikatakan, “Hendaklah kamu berkata jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu akan membawamu pada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu akan membawamu ke surga. Seseorang tidak henti-hentinya berkata jujur dan membiasakan kejujuran sampai ia dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Jauhilah olehmu perkataan dusta, karena sesungguhnya dusta itu akan membawamu pada durhaka, dan sesungguhnya durhaka itu akan membawamu ke neraka. Seseorang tidak henti-hentinya berdusta dan membiasakan dusta sampai ia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim).

Nabi menganjurkan umatnya untuk selalu berkata jujur karena kejujuran merupakan akhlak mulia yang akan mengarahkan seseorang kepada kebaikan, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi dalam hadis lain, “Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan.” Kebajikan adalah segala sesuatu yang meliputi makna kebaikan, ketaatan kepada Allah, dan berbuat baik kepada sesama.

Seorang mukmin yang hatinya senantiasa terkoneksi dengan Allah, tidak akan membiarkan lisannya berkata-kata tanpa batas, karena ia sadar bahwa setiap kata yang terucap dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT kelak di hari kemudian. Berdusta adalah sesuatu yang tak mungkin terlontar dari mulut seorang mukmin.

Ali ibn Abu Thalib berkata, “Dosa paling besar di sisi Allah adalah kedustaan, dan seburuk-buruk penyesalan adalah penyesalan pada hari kiamat.”

Jangan meremehkan dosa dari berkata dusta, sebab meski kata-kata itu sepele, bahaya dusta sungguh bisa menggelincirkan manusia dari jalan Allah. Bukankah manusia itu terpeleset karena sesuatu yang sepele? Dan perkataan dusta paling bahaya adalah berdusta atas nama Rasulullah saw. Dikatakan dalam sebuah hadis, “Barang siapa berdusta dengan membawa-bawa namaku, maka bersiap-siaplah untuk menduduki tempatnya di neraka.” (HR. Bukhari).

Orang yang suka berdusta itu sesungguhnya mendapatkan dua kali kerugian. Pertama, jika kebohongannya tidak diketahui, dia akan mendapatkan dosa dari perbuatan tercela ini. Kedua, jika kebohongannya diketahui orang lain, mereka akan kehilangan kepercayaan. Bahkan, kepadanya akan disematkan predikat pendusta atau pembohong.

Orang yang berkata jujur dan tidak suka berbohong, secara psikologis tidak punya beban berat dalam hidupnya. Karenanya, hatinya senantiasa merasa tenteram dan damai. Sebaliknya, orang yang biasa berdusta, hidupnya menjadi tidak tenang dan dunia terasa sempit. Ia akan senantiasa merasa dihantui oleh perasaannya sendiri, karena ada perasaan khawatir kebohongannya diketahui orang lain.

2. Berburuk sangka (s’uzhzhan)

Ali ibn Abu Thalib berkata, “Buruk sangka melayukan hati, mencurigai orang yang tepercaya, menjadikan asing kawan yang ramah, dan merusak kecintaan saudara.”

Alangkah tenteramnya hati yang tak mudah berburuk sangka. Jangan biarkan hal-hal yang remeh dan sepele, yang tak ada manfaatnya, mengotori, menyempitkan dan merusak kebersihan hati kita. Saat hati menyimpan prasangka kepada orang lain, lisanlah yang mengeluarkan kata-kata penuh sangkaan. Tidak ada buruk sangka kepada seseorang, jika lisan tak pernah berbicara sesuatu yang penuh prasangka.

Lisan yang terbiasa melontarkan perkataan-perkataan penuh prasangka(s’uzhzhan) dapat membuat hati menjadi busuk, karena apa pun yang kita sangka akan mempengaruhi cara kita berpikir, cara kita bersikap, dan cara kita mengambil keputusan. Berbahagialah orang-orang yang pandai berbaik sangka. Hati-hatilah dari prasangka karena prasangka itu merupakan perkataan yang paling dusta.

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahapenerima tobat lagi Mahapenyayang.” (QS. al-Hujurt [49]: 12).

Imam al-Ghazali berkata dalam Ihy ‘Ulmuddn, “Ketahuilah bahwa prasangka buruk (s’uzhzhan) adalah haram seperti halnya ucapan yang buruk. Sebagaimana haram membicarakan keburukan seseorang kepada orang lain, maka tidak boleh juga membicarakannya kepada diri (hati), lalu kita berprasangka buruk terhadap saudara sendiri. Jangan memiliki keyakinan hati terhadap orang lain dengan keburukan. Apa yang terlintas di dalam hati dimaafkan, bahkan keraguan juga. Yang dilarang adalah berprasangka, dan prasangka adalah kata lain dari sesuatu yang dijadikan sandaran yang hati condong kepadanya.” Baca selengkapnya…

Kategori:revo

Talking 25 Singkatan Nama Tempat atau Jalan di sekitar Bandung yang bikin ngakak

Spoiler for pembukaan:

Kota Bandung memang menyimpan jutaan cinta dan kreativitas gan, nama tempat pun bisa dihubungkan dengan kedua hal itu

Spoiler for cekibrot:
Spoiler for Cihampelas:

“Cinta hampa tak terbalas”
Spoiler for Pasupati:

“Pas suka pas di hati”
Spoiler for Cikapayang:

“Cinta kamu pisan sayang”
Spoiler for Antapani:

“Antara cinta tapi ga berani”
Spoiler for Cijerah:

“Cinta bersejarah”
Spoiler for Sukajadi:

“Suka tapi gak jadi jadi”
Spoiler for Gasibu-Suci:

“Gara gara sibuk susah dapet cinta”
Spoiler for Cipaganti:

“Cintaku padamu tak terganti”
Spoiler for Buah batu:

“Buruan atuh bisi kubatur”
(Cepetan takutnya didahuluin orang lain)
Spoiler for Sarijadi:

“Sakit rindu menjadi-jadi”
Spoiler for Gardujati:

“Gara gara adu japati”
(Gara gara adu burung merpati)
Spoiler for Cikaso:

“Cinta kanu soleh”
(Cinta sama orang yang sholeh)
Spoiler for Tamansari:

“Takkan merana karena selalu rindu”
Spoiler for Cihanjuang:

“Cinta itu harus berjuang”
Spoiler for Cimahi:

“Cintanya mahiwal”
(Cintanya beda sendiri)
Spoiler for Ujungberung:

“Ulah tersanjung bisi hiber irung”
(Jangan tersanjung entar terbang hidungmu)
Spoiler for Citarum:

“Cintamu karena kagum”
Spoiler for Caringin:

“Campaikan rinduku oh angin”
Spoiler for Cicadas-Kiaracondong:

“Cintaku kandas bete dong”
Spoiler for Cisangkuy:

“Cinta sanguan kuyupuk”
(cinta pake nasi sama kerupuk)
Spoiler for Cibiru:

“Cinta itu bikin ikan rasa udang”
Spoiler for Karapitan:

“Karasa pisan raosna nu tos disepitan”
(Terasa banget rasanya yang baru dikhitan)
Spoiler for Tegal lega:

“Teman Galau lebih gaul”
Spoiler for Katamso:

“Kantenan tambih sono”
(Semakin rindu)

 

Spoiler for Sumur:
Sumur dan hasil nyari pake

Sekian dan Terima kasih 

sumber

Fakta – Fakta Seputar Airbus A380!

AIRBUS A380

Quote:Diatas adalah Profil Singkat dari Pesawat Komersial terbesar di Dunia. Bagaimana dengan fakta – faktanya ? Cekibrot gan!

Spoiler for 1:
Quote:Merakit A380
Quote:
Quote:Ini adalah tempat perakitan A380 di Toulouse, Prancis. Untuk dapat merakit A380, Gedung ini dibangun sepanjang 490 m, dengan lebar 250 m, dan tinggi 46 m. Gedung ini pun mempunyai 8 pintu geser yang dilewati pesawat A380 ini.

FAKTA! : Tinggi Gedung tempat dibangunnya pesawat komersial A380 setara dengan 25 puncak lapangan sepak bola!

 

Spoiler for 2:
Quote:Uji Coba Kemanan
Quote:
Quote:Dalam uji kali ini, Semua penumpang harus bisa keluar dari pesawat hanya dalam waktu 90 detik dengan setengah pintu pesawat yang terbuka. Dan, A380 lulus uji coba.

 

Spoiler for 3:
Quote:Rute Penerbangan
Quote:
Quote:Pesawat ini dapat terbang sejauh 15.000 km NON-STOP! sebelum akhirnya mendarat atau mengisi bahan bakar kembali.

 

Spoiler for 4:
Quote:Uji Coba Terbang
Quote:

Quote:Uji coba terbang lima buah pesawat A380 menyita waktu selama 2.500 Jam.

 

Spoiler for 5:
Quote:Penerbangan Perdana
Quote:
Quote:Penerbangan Perdana pesawat Airbus A380 pada 27 April 2005 mengalami sukses besar. Penerbangan inimemakan waktu 4 jam dengan membawa 6 awak dan sekitar 20 ton peralatan uji coba. Lebih dari50.000 orang berkumpul di Toulouse untuk melihat penerbangan perdana pesawat ini.

 

Spoiler for 6:
Quote:Kokpit
Quote:
Quote:Kokpit berada di antara dek paling atas dan dek utama dengan ketinggian yang sama dengan pesawat yang lebih kecil agar pilot mudah beradaptasi.

 

Spoiler for 7:
Quote:Berat A380
Quote:
Quote:Pesawat Airbus A380 yang penuh penumpang bisa mencapai berat hingga 560 ton.

 

Spoiler for 8:
Quote:Sayap
Quote:
Quote:Panjangnya sayap ini mencapai 80 m dari ujung ke ujung.

 

Spoiler for 9:
Quote:Airbus A380 VIP ‘Flying Palace’ (‘Istana Terbang’)
Quote:
Quote:Rancang bangun interior Airbus A380 berpenumpang 20 atau 60 orang berisikan peralatan lengkap kantor atau ruang tidur, kursi nyaman, cocktail bar atau ruang makan (dining room) atau relaxing zone dengan TV yang memiliki ukuran layar superbesar.

 

Spoiler for 10:
Quote:Mesin
Quote:
Quote:Empat mesin jet Rolls-Royce Tren 900 atau Engine Alliance GP7000 yang bertenaga superkuat.

 

Spoiler for 11:
Quote:Tangki Sayap
Quote:
Quote:Menampung sebagian besar bahan bakar pesawat yang bisa mencapai 310.000 Liter.

Beberapa Maskapai yang telah membeli Produk AIRBUS A380

Spoiler for Buka:
Quote:1. Singapore Airlines : 17 Units Beroperasi, 2 Unit tahap pemesanan.

Quote:2. Malaysia Airlines : 6 Unit Beroperasi.
Quote:3. Emirates Airlines : 21 Unit Beroperasi, 69 Unit tahap pemesanan.

Quote:4. Qantas Airlines : 3 Unit Beroperasi, 20 Unit tahap pemesanan.

Quote:5. Air France Airlines : 10 Unit Beroperasi.

Quote:6. Thai Airways : 6 Unit Beroperasi

Quote:7. Korean Airlines : 10 Unit Beroperasi

Quote:8. China Southern Airlines : 5 Unit Beroperasi.

Quote:9. Asiana Airlines : 2 Unit Beroperasi, 4 Unit Tahap Pemesanan.

Ane Harap Garuda Indonesia mampu membeli pesawat jenis Airbus A380

Harga Airbus A380! : Rp 3.000.000.000.000 ( 3 TRILYUN RUPIAH )  

kalo menurut ane garuda indonesia ga perlu deh pake airbus A380
soalnya perawatan pesawat bermesin 4 bakal lebih besar dari perawatan pesawat bermesin 2.
contoh pesawat bermesin 2 yang mampu terbang 15000 km itu adalah boeing 777.
garuda udah punya 6 unit boeing 777-300ER dan 4 unit lagi dalam pemesanan.
nih pesawat boeing 777 – 300ER garuda indonesia

Bule Italia Ini Jualan Gorengan Di Pinggir Jalan Di Surabaya   

Bule Italia Ini Jualan Gorengan di Pinggir Jalan di Surabaya

Dengan gerobak dorong sederhana, Fabrizio Urso, seorang warga negara Italia menjajakan gorengan khas Indonesia di pinggir jalan di Surabaya, Jawa Timur. Bahan dasar gorengan yang dijajakannya masih asli resep dari Indonesia mulai dari tahu isi, ote-ote, pisang goreng, hingga pastel dibuatnya sendiri bersama istrinya seorang warga negara Indonesia.

 

Usaha itu dirintisnya 8 bulan yang lalu. Untuk membedakan dengan penjual gorengan lainnya, Fabrizio Urso mengutamakan kehigienisan gorengan dan racikan tepung yang dipakainya.

 

Harga gorengan bule yang pernah bekerja sebagai manajer rumah makan Italia itu antara Rp 1.000 hingga Rp 3.000. Meski tidak disadari Fabrizio, penampilannya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli.

 

Fabrizio Urso 

Fabrizio Urso saat sedang beraksi melayani pelanggan

 

Bahkan beberapa pembeli wanita sengaja meminta Fabrizio untuk berfoto bersama. Fabrizio juga menjual minuman kopi robusta dan torabika. Dengan berjualan gorengan dan kopi selama 4 hingga 5 jam setiap harinya bule itu mampu mendapat Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.

(dari berbagai sumber)

wow.Wanita Ini Dibayar Mahal Untuk Menindih Pria

Wow, Wanita Ini Dibayar Mahal Untuk Menindih Pria

Ana Lucia Barbosa (30 tahun) yang memiliki ukuran tubuh lebih dua kali lipat dari perempuan pada umumnya, punya cara unik untuk mencari uang dan lepas dari jerat kemiskinan.

 

Perempuan yang dijuluki ‘wanita raksasa dari Amazon’ ini menawarkan jasa kepada para lelaki yang bersedia untuk disiksa dengan cara ditindih, diremas, bergulat atau semua yang berkaitan dengan dominasi fisik.

Ana memiliki tinggi lebih dari dua meter. Untuk hal tersebut ia mendapat bayaran puluhan sampai ratusan juta Rupiah dari para pria yang ingin merasakan dominasi sang pemilik tubuh raksasa itu.

 

salah satu aksi Ana Lucia Barbosa dalam melayani kliennya
Uniknya, para lelaki putus asa yang menjadi kliennya bersedia ditindih menawarkan bonus ekstra membayar sewa tempat tinggalnya atau membelikan mobil.

 

 

Pria Jepang yang menjadi klien Ana Lucia Barbosa ini terlihat mini padahal tingginya 170 cm
“Beberapa lelaki suka hal yang tidak perempuan lain lakukan atau tidak cukup berani melakukannya. Saya berani melakukannya,” tambahnya lagi.

Dari uang itulah dia bisa hidup dan terlepas dari kemiskinan dan menghidupi keluarganya.

(Mirror)

3+4=7

3+4=7

Berapa 3+4? Tentu 7! Dan tentu semua orang yang pernah sekolah mampu menjawabnya, ini kemampuan yang sangat mendasar yang dipelajari dalam logika Matematika.

Kebenaran itu adalah suatu hal yang dapat dibuktikan, sesuatu hal yang memiliki dasar. Bila dasarnya cukup kuat dan tidak dapat dibantah, maka dengan sendirinya kebenaran itu tidak dapat dibantah.

Namun, walau kita hidup di abad  segala sesuatu yang serba teknologi ini, terkadang kita masih saja tidak bisa menjangkau suatu logika sederhana, yaitu menerima kebenaran. Seringkali kita malah menolak kebenaran, padahal telah jelas bukti dan dasarnya bagi kita.

Kebenaran tidak bisa ditolak, tapi kebenaran bisa dibuat relatif, salah satunya adalah dengan menyerang orang yang menyampaikan kebenaran padanya. Bahasa ilmiahnya ad hominem.

Misalnya,

Profesor           : “Dari teori ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa 3+4 = 7”
Murid               : “Berarti 3+4 pasti samadengan 7?”
Profesor           : “Begitulah menurut hukum Matematika”
Murid               : “Anda salah Prof, di dunia ini tidak ada yang pasti kecuali ketidakpastian itu sendiri, Anda saja bercerai, anak Anda saja menderita narkoba, lalu bagaimana Anda bisa memastikan 3+4 = 7?”

Orang bijak selalu mencari kebenaran baginya dalam sebuah nasihat, sementara orang yang pandir selalu menyalahkan orang yang menasihatinya. Padahal kebenaran tidak akan berubah sepandai apapun dia mengelak dan seburuk apapun celaannya pada penasihat. Nasihat yang benar tetap berharga siapapun yang menyampaikannya. Sebagaimana permata tetap berharga walau datang dari seorang penjahat.

Kebenaran juga bisa dikaburkan dengan mengalihkan pembahasan dari pembahasan yang sebenarnya

Profesor           : “Dari teori ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa 3+4 = 7”
Murid               : “Berarti 3+4 pasti samadengan 7?”
Profesor           : “Begitulah menurut hukum Matematika”
Murid               : “Anda salah Prof, 3+4 tidak selalu samadengan 7, bila 3+4 lalu dikurangi 2 jadinya malah 5, malahan 7 juga bisa didapat dari 9 dikurangi 2.

Orang pandir selalu mencari alasan untuk mendebat, karena yang mereka inginkan bukanlah kebenaran tapi mendebat kebenaran. Mereka sulit menjalani kebenaran, lalu megalihkan kebenaran itu menjadi sesuatu yang relatif yang tampaknya masuk akal. Padahal apa yang disampaikan tidak ada hubungan sama sekali dengan pembahasan.

Pernah mendengar ungkapan semisal diatas?

Ustadz             : “Alhamdulillah, dari QS 24:31 dan QS 33:59 kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Allah mewajibkan hijab bagi setiap Muslimah dan telah memberikan ketentuan bagaimana hijab yang syar’i dalam kedua ayat ini”
Liberalis           : “Berarti dalam Islam Muslimah berhijab itu wajib?”
Ustadz             : “Begitulah menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits”
Liberalis           : “Anda salah Tadz, itu kan penafsiran Anda? Belum tentu yang lain memiliki penafsiran seperti itu, itu kan hanya budaya orang-orang Arab saja. Kalau begitu anda terlalu men-judge orang lain, apa bedanya Anda dengan Hitler kalau begitu? Lagipula orangtua Anda juga masih Non-Muslim, seharusnya Anda dakwah dulu sama mereka, bukan sama orang-orang Muslim. Bahasa Arab saja baru belajar, sudah sok mendakwahi orang!”

Atau yang begini,

Ustadz             : “Alhamdulillah, dari QS 24:31 dan QS 33:59 kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Allah mewajibkan hijab bagi setiap Muslimah, hijab itu adalah ketaatan, dan setiap ketaatan adalah baik”
Liberalis           : “Berarti Muslimah berhijab itu pasti baik?”
Ustadz             : “Begitulah menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits”
Liberalis           : “Anda salah Tadz, belum tentu orang yang berhijab itu lebih baik daripada yang tidak berhijab. Saya kemarin melihat ada orang yang berhijab tapi justru lisannya kasar dan kotor, sebaliknya ada orang yang tidak berhijab tapi sopan dan sedekahnya banyak. Anda terlalu men-judge! Kebaikan bukan ditentukan oleh pakaian, tapi lebih dari hati, nggak perlu berlebihan dalam segala sesuatu, Allah tidak suka yang berlebih-lebihan”

Lihat alasan-alasan semisal ini, lalu renungkanlah firman Allah Swt.

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS Al-An’am [6]: 112)

Syaitan itu sifat yang bisa mewujud pada jin ataupun manusia. Bisikan-bisikan syaitan memang indah, terkadang berdalil pula atas nama Allah, namun semua keindahan itu adalah tipuan palsu nan menyesatkan, karena pada ujung dari bisikan-bisikan itu, mereka ingin mengajak manusia untuk mengerjakan perbuatan yang keji dan munkar.

Tidakkah kita belajar dari Adam dan Hawa tatkala ditipu syaitan? Syaitan berkata ingin menasihati keduanya, seolah-olah menginginkan kebaikan pada keduanya, seolah-olah dia adalah hamba Allah yang memberi bisikan kebaikan, padahal tidak sama sekali.

Padahal Allah telah menurunkan para Nabi dan Rasul-Nya untuk menjelaskan mana yang baik dan mana yang buruk. Namun syaitan mengelabui seolah-olah perbuatan buruk itu seperti terlihat baik, sehingga manusia bukan lagi mengikuti petunjuk dari Allah, namun malah menjadikan bisikan syaitan sebagai penentu.

Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih. (QS An-Nahl [16]: 63)

Bila syaitan sudah tidak mampu lagi menipu manusia dengan penyesatan dan penipuan seperti dua cara yang mereka lakukan diatas, maka mereka akan mencoba cara yang ketiga, yaitu menakut-nakuti dengan sesuatu yang belum pasti. Terutama dengan harta dan anak.

“Lihat saja para ustadz dan para ustadzah, semua dari mereka miskin-miskin. Itu yang terjadi kalau kamu terlalu dalam mempelajari ilmu agama, fanatik dengan hijabmu. Hijab tidak bisa memberimu makan, taat tidak bisa membuatmu kenyang!”

Padahal yang kita cari di kehidupan ini ada ridha Allah Swt, dan ridha Allah bisa didapatkan baik oleh orang yang kaya ataupun yang miskin selama mereka menaati Allah Swt. Rasulullah saw malah memilih hidup menjadi seorang yang miskin walaupun beliau sangat mungkin menjadi kaya-raya. Lebih daripada itu, kehidupan bukan hanya di dunia bagi yang meyakininya, dunia ini hanya persiapan untuk kehidupan yang panjang setelahnya. Jadi letak pembahasannya bukan kaya atau miskin namun taat atau tidak taat.

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah [2]: 268)

“Kalau kamu berhijab, lantas bagaimana dengan pekerjaanmu nanti? Kantormu tidak akan mentolerir simbol-simbol Islam, dan kamu harus ingat bahwa kamu punya anak dan keluarga yang harus diberi makan. Allah pasti mengerti kok, Allah pasti memaklumi!

Padahal dalam keimanan kita sudah jelas bahwa Allah-lah yang memberikan rezeki kepada setiap manusia, hewan, bahkan semua yang ada di dunia ini, bukan manusia. Namun syaitan menakut-nakuti manusia dengan kesusahan-kesusahan di dunia yang belum pasti terjadi, dan membuat maksiat di dunia menjadi aman, dan kesengsaraan akhirat terasa ringan. Syaitan juga merinci janji-janji yang bukan datang dari Allah, mengatakan perkataan yang tidak ada dalilnya, mengadakan kebohongan kepada Allah, seolah-olah Allah mentolerir kemaksiatan hamba-Nya.

Dan hasutlah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (QS Al-Israa [17]: 64)

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (QS Ali Imraan [3]:  175)

Padahal pada setiap insan beriman yang meyakini Allah dan janji-Nya untuk menolong kaum Muslim. Maka Allah mewajibkan diri-Nya menolong orang-orang yang beriman.

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS Ar-Ruum [30]: 47)

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS Fathir [35]: 5)

Hal seperti ini ramai kita temukan dalam alasan-alasan seseorang yang enggan menetapi kebenaran. Tapi yakinlah bahwa alasan semisal ini hanya ada di dunia, dan tidak akan terpakai di hadapan Allah Swt.

Bagi saya, kebenaran Islam itu sama seperti 3+4 = 7. Memiliki bukti dan dasar yang sangat kuat yang tidak bisa tergoyahkan. Karenanya apapun yang tertulis di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits pastilah suatu kebenaran yang tak hilang kebenarannya walau banyak yang mendebat.

Khususnya bagi Muslimah yang sedang berusaha menetapi jalan Allah Swt dengan ketaatan-ketaatan mereka, halangan dan alasan pasti silih berganti dan bisikan syaitan pasti membanjiri dada. Namun berfikirlah jernih, alasan tidak bisa menghilangkan kebenaran yang ada.

Berhijab dan berdakwah itu wajib, Allah yang menjaminnya di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jangan sampai karena manusia kita meninggalkannya, apalagi kita sekarang memahami bahwa syaitan tidak ada kuasa sama sekali, melainkan Allah yang Maha Kuasa.

Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (QS An-Nahl [16]: 98-100)

audzubillahi binasysyaithani rajiim

3+4=7.

akhukum, @felixsiauw

sumber

Dewa Matahari di Perayaan Tahun Baru & Pandangan Islam

Dewa Matahari di Perayaan Tahun Baru & Pandangan IslamSetiap akhir tahun biasanya semua manusia di dunia ini tidak terkecuali kaum Muslim mengalami wabah penyakit yang luar biasa, pengidap penyakit ini biasanya menjadi suka menghamburkan harta untuk berhura-hura, euforia yang berlebihan, pesta pora dengan makanan yang mewah, minum-minum semalam penuh, lalu mendadak ngitung (3.., 2.., 1.. Dar Der Dor!).

Wabah itu bukan flu burung, bukan juga kelaparan, tapi wabah penyakit akhir tahun yang kita biasa sebut dengan tradisi perayaan tahun baruan. Kaum muda pun tak ketinggalan merayakan tradisi ini. Kalo yang udah punya gandengan merayakan dengan jalan-jalan konvoi keliling kota, pesta di restoran, kafe, warung (emang ada ya?)

Kalo yang jomblo yaa.. tiup terompet, baik terompet milik sendiri ataupun minjem (bagi yang nggak punya duit). Kalo yang kismin, ya minimal jalan-jalan naik truk bak sapi lah, sambil teriak-teriak nggak jelas.

Dan bagi kaum adam yang normal menurut pandangan jaman ini, kesemua perayaan itu tidaklah lengkap tanpa kehadiran kaum hawa. Karena seperti kata iklan “nggak ada cewe, nggak rame”

Bahkan di kota-kota besar, tak jarang setelah menunggu semalaman pergantian tahun itu mereka mengakhirinya dengan perbuatan-perbuatan terlarang di hotel atau motel terdekat.

Yah itulah sedikit cuplikan fakta yang sering kita lihat, dengar, dan rasakan menjelang malam-malam pergantian tahun. Ini dialami oleh kaum muslimin, khususnya para anak muda yang memang banyak sekali warna dan gejolaknya. Nah, sebagai pemuda-pemudi muslim yang cerdas, agar kita nggak salah langkah di tahun baruan ini, maka kita harus menyimak gimana seharusnya kita menyikapi momen yang satu ini.

Asal muasal tahun baruan

Awal muasal tahun baru 1 Januari jelas dari praktik penyembahan kepada dewa matahari kaum Romawi. Kita ketahui semua perayaan Romawi pada dasarnya adalah penyembahan kepada dewa matahari yang disesuaikan dengan gerakan matahari.

Sebagaimana yang kita ketahui, Romawi yang terletak di bagian bumi sebelah utara mengalami 4 musim dikarenakan pergerakan matahari. Dalam perhitungan sains masa kini yang juga dipahami Romawi kuno, musim dingin adalah pertanda ’mati’ nya matahari karena saat itu matahari bersembunyi di wilayah bagian selatan khatulistiwa.

Sepanjang bulan Desember, matahari terus turun ke wilayah bahagian selatan khatulistiwa sehingga memberikan musim dingin pada wilayah Romawi, dan titik tterjauh matahari adalah pada tanggal 21-22 Desember setiap tahunnya. Lalu mulai naik kembali ketika tanggal 25 Desember. Matahari terus naik sampai benar-benar terasa sekitar 6  hari kemudian.

Karena itulah Romawi merayakan rangkaian acara ’Kembalinya Matahari’ menyinari bumi sebagai perayaan terbesar. Dimulai dari perayaan Saturnalia (menyambut kembali dewa panen) pada tanggal 23 Desember. Lalu perayaan kembalinya Dewa Matahari (Sol Invictus) pada tanggal 25 Desember sampai tanggal 1-5  Januari yaitu Perayaan Tahun Baru (Matahari Baru)

seasons

Orang-orang Romawi merayakan Tahun Baru ini biasa dengan berjudi, mabuk-mabukan, bermain perempuan dan segala tindakan keji penuh nafsu kebinatangan diumbar disana. Persis seperti yang terjadi pada saat ini.

Ketika Romawi menggunakan Kristen sebagai agama negara, maka terjadi akulturasi agama Kristen dengan agama pagan Romawi. Maka diadopsilah tanggal 25 Desember sebagai hari Natal, 1 Januari sebagai Tahun Baru dan Bahkan perayaan Paskah (Easter Day), dan banyak perayaan dan simbol serta ritual lain yang diadopsi.

Bahkan untuk membenarkan 1 Januari sebagai perayaan besar, Romawi menyatakan bahwa Yesus yang lahir pada tanggal 25 Desember menurut mereka disunat 6 hari setelahnya yaitu pada tanggal 1 Januari, maka perayaannya dikenal dengan nama ’Hari Raya Penyunatan Yesus’ (The Circumcision Feast of Jesus)

Pandangan Islam terhadap Perayaan Tahun Baru

’Ala kulli hal, yang ingin kita sampaikan disini adalah bahwa ’Perayaan Tahun Baru’ dan derivatnya bukanlah berasal dari Islam. Bahkan berasal dari praktek pagan Romawi yang dilanjutkan menjadi perayaan dalam Kristen. Dan mengikuti serta merayakan Tahun baru adalah suatu keharaman di dalam Islam.

Dari segi budaya dan gaya hidup, perayaan tahun baruan pada hakikatnya adalah senjata kaum kafir imperialis dalam menyerang kaum muslim untuk menyebarkan ideologi setan yang senantiasa mereka emban yaitu sekularisme dan pemikiran-pemikiran turunannya seperti pluralisme, hedonisme-permisivisme dan konsumerisme untuk merusak kaum muslim, sekaligus menjadi alat untuk mengeruk keuntungan besar bagi kaum kapitalis.

Serangan-serangan pemikiran yang dilakukan barat ini dimaksudkan sedikitnya pada 3 hal yaitu (1) menjauhkan kaum muslim dari pemikiran, perasaan dan budaya serta gaya hidup yang Islami, (2) mengalihkan perhatian kaum muslim atas penderitaan dan kedzaliman yang terjadi pada diri mereka, dan (3) menjadikan barat sebagai kiblat budaya kaum muslimin khususnya para pemuda.

Ketiga hal tersebut jelas terlihat pada perayaan tahun baru yang dirayakan dan dibuat lebih megah dan lebih besar daripada hari raya kaum muslimin sendiri. Tradisi barat merayakan tahun baru dengan berpesta pora, berhura-hura diimpor dan diikuti oleh restoran, kafe, stasiun televisi dan pemerintah untuk mangajarkan kaum muslimin perilaku hedonisme-permisivisme dan konsumerisme.

Kaum muslim dibuat bersenang-senang agar mereka lupa terhadap penderitaan dan penyiksaan yang terjadi atas saudara-saudara mereka sesama muslim. Dan lewat tahun baruan ini pula disiarkan dan dipropagandakan secara intensif budaya barat yang harus diikuti seperti pesta kembang api, pesta minum minuman keras serta film-film barat bernuansa persuasif di televisi.

Semua hal tersebut dilakukan dengan bungkus yang cantik sehingga kaum muslimin kebanyakan pun tertipu dan tanpa sadar mengikuti budaya barat yang jauh dari ajaran Islam. Anggapan bahwa tahun baru adalah “hari raya baru” milik kaum muslim pun telah wajar dan membebek budaya barat pun dianggap lumrah.

”Sungguh kamu akan mengikuti (dan meniru) tradisi umat-umat sebelum kamu bagaikan bulu anak panah yang serupa dengan bulu anak panah lainnya, sampai kalaupun mereka masuk liang biawak niscaya kamu akan masuk ke dalamnya pula”. Sebagian sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, orang-orang Yahudi dan Nasrani-kah?” Beliau menjawab: ”Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR Bukhari dan Muslim)

Walhasil, kaum secara i’tiqadi dan secara logika seorang muslim tidak layak larut dan sibuk dalam perayaan haram tahun baruan yang menjadi sarana mengarahkan budaya kaum muslim untuk mengekor kepada barat dan juga membuat kaum muslimin melupakan masalah-masalah yang terjadi pada mereka.

Dan hal ini juga termasuk mengucapkan selamat Tahun Baru, menyibukkan diri dalam perayaan tahun baru, meniup terompet, dan hal-hal yang berhubungan dengan kebiasaan orang-orang kafir.

Wallahua’lam

akhukum, Felix Siauw

sumber

Kategori:revo
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 315 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: