Beranda > revo > Belajar Dari Yang Kurang Ajar

Belajar Dari Yang Kurang Ajar

Loading image...
Kondisi sore yang kerap kali dirundung hujan memaksa ku harus berangkat lebih awal untuk mata kuliah di jam setengah 5 sore.Namun hari itu kurasa langit sedang melampiaskan kesedihannya dengan menumpahkan begitu banyak air hujan di siang hari.
Sialnya diriku yang telah dalam setengah perjalanan menuju kampus baru ku terpaksa berteduh disebuah kios kecil.Waktu yang bergulir begitu cepat pun tak membuat langit segera menghentikan aksinya dalam menuang kesedihannya.
Beuruntung ada seorang anak lelaki berperawakan kecil dengan kulit hitam dan kepala plontos dengan langkah gontai karena basah kuyup menghampiri ku untuk menawarkan ojek payung.Tanpa pikir panjang ku pun segera mengiyakan tawarannya.
Aku pun sedikit melakukan pembicaraan dengannya, yang ditengah jalan ku ketahui ia bernama Agus.Agus merupakan anak dari sebuah keluarga teramat sederhana, bahkan cendrung kekurangan, ia berkata mengojek payung untuk biaya adiknya yang ingin masuk sekolah dasar dan untuk membeli obat ayahnya yang terkena penyakit TBC.
Tak terasa ku telah sampai di depan gedung perkuliahan, ku pun segeraa mengeluarkan dompet ku dan ku teringat ku punya uang 50rb sisa bonus dari hasil part time ku dimajalah yang bertema otomotif.Segera ku berikan ia uang 50rb itu, namun dengan tegas dan penuh santun ia menolaknya.
Agus hanya berkata itu bukan haknya, dan ia hanya ingin mendapatkan hak nya uang sebesar 3 ribu ruiah.Tentu saja ku bingung dan lantas bertanya mengapa ia menolak pemberian ku ini padahal ia sangat membutuhkannya.Sebuah jawaban mengejutkan keluar dari bibirnya yang gemetar karena dinginnya udara “jika hari ini ku memperoleh yang bukan hak ku, esok ku pasti mengharapkannya dan esok belum tentu ku dapatkannya sehingga ku terus menerus berharap dan berharap hingga tidak mengandalkan kerja keras ku”
Ku pun hanya bisa tersenyum sambil menahan haru, dari seorang anak kecil yang dipandang berpendidikan kurang ku dapat satu pelajaran sore itu.Hak bukan mengenai apakah itu kurang atau tidak, namun hak juga mengenai apakah itu berlebih atau tidak.Hak ialah hal yang sepatutnya kita dapat dari kerja keras kita.
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: