Beranda > revo > Anak-Anak, Menggambar, dan Kreatifitas

Anak-Anak, Menggambar, dan Kreatifitas

Yap! tadi saya baru saja merapikan buku-buku di kostan, dan tanpa sengaja saya menemukan buku tulis yang saya gunakan waktu masih belajar di TPB FSRD. Di dalamnya ada sebuah coretan yang mendeskripsikan perkembangan anak-anak dalam menggambar…Check it out!

Skema Perkembangan Anak-Anak Dalam Menggambar
=======================================

2-3 Tahun [coret-coretan tanpa arti, sebagai sensasi jejak jemari]
Pada masa ini, anak-anak sebenarnya sedang asyik-asyiknya menikmati kemampuan tangannya dalam membuat suatu garis, kemampuan tangannya meninggalkan jejak, tanpa ada arti khusus.

3-4 Tahun [coret-coretan mulai ada arti, sebagai ruang angkasa dengan aneka waktu/ruang]. Garis yang mereka buat sudah menunjukkan sedikit gambaran, atau sesuatu yang ada di alam nyata. Namun, posisi gambar masih berantakan, hanya seperti lingkaran-lingkaran benda angkasa tak beraturan.

4-5 Tahun [Mementingkan bagian tertentu objek, masih menggambar ruang angkasa, aneka ruang dengan ditambah dinamika, aneka tampak dan tampak khas]. Pada masa ini seorang anak biasanya menyukai bagian tertentu objek, dan menggambarkannya berulang kali tanpa mempedulikan bagian lain dari objek.

5-6 Tahun [Anak-anak mulai membuat skema, konsep atas bawah, mulai bisa menyusun cerita gambar]. Kemampuan anak makin berkembang dengan menambahkan “story telling” pada coretan yang mereka buat. Kadang gambar yang dibuat tidaklah seperti apa yang mereka katakan (misalkan, mereka berkata, ada ayam sedang mengejar ular, tapi yang mereka gambar hanya satu lingkaran besar berantakan dengan garis panjang keriting, biarpun masih abstrak, tapi mereka tahu, dan mengingat bentuk itu. Apabila suatu saat mereka kembali ditanyakan mengenai gambar tersebut, mereka masih akan menjawab ayam yang mengejar ular).

6-7 Tahun [Perkembangan lanjut dari proses perkembangan sebelumnya dengan integrasi indera-indera, dan juga penambahan perkembangan konsep waktu dan juga ruang]. Di tahun ini, ada proses integrasi indra lain, yaitu penglihatan, perasa, kadang pendengaran, atau pembau. Mereka mulai menyatukan input dari indera-indera itu, sehingga gambar yang dihasilkan lebih kompleks, dengan adanya urutan waktu cerita, keadaan cuaca saat itu, atau penggambaran keadaan yang lain.

7-8 Tahun [Menggambar dengan mengutamakan bagian objek yang dipentingkan, objek yang tidak dimaksudkan biasanya tidak dipedulikan, atau tidak digambar dengan sempurna]. Hampir sama dengan tahun-tahun awal, namun pada 7-8 tahun, anak-anak sudah lebih mampu meanngkap bentuk dari objek itu sendiri. Ketika mereka bercerita tentang tangan yang terluka, maka yang digambarkan oleh mereka adalah tangan yang digambar detail dengan bagian tubuh lain yang digambarkan seadanya, dengan [mungkin] tambahan ekspresi wajah.

—<>—

8-9 Tahun [Menggambar dengan banyak waktu dan ruang]. Tingkatannya lebih kompleks dari tahun sebelumnya, dengan kemampuan menggambar yang mulai lebih konkret, masih dengan cerita ruang dan waktu yang begitu banyak, dan kadang terjadi over-lapping.
undefined
9-10 Tahun [Mata mulai berperan, sehingga mereka berusaha menggambar lebih rinci]. Anak-anak sudah mulai terfokus pada satu indera yaitu mata. Mata mulai mengambil peranan penting dalam pembuatan gambar mereka.

10-11 Tahun [Gambar selain hasil imajinasi, juga sudah mampu memasukkan cerita fakta, atau sebagai catatan peristiwa penting bagi mereka]. Umur 10-11 tahun adalah umur di mana anak-anak sudah mulai mengembangkan kombinasi antara kemampuan imajinasi mereka dengan kisah nyata yang mereka alami, dengan bentuk gambar yang mulai mendetail.

11-13 Tahun [Masa krisis, saat terjadi perang antara indera mata yang telah jadi dengan indera-indera lainnnya]. Umur 11-13 tahun adalah masa krisis, di mana anak-anak sering bingung antara mengikuti imajinasi, atau pun mengikuti apa yang dia lihat, juga dengan adanya indera-indera lain. Mereka menjadi menganggap bahwa mereka “tidak bisa menggambar” atau “bisa menggambar”, dengan parameter, yang bisa menggambar adalah yang bisa membuat gambar sesuai dengan apa yang dilihat.

Bagian paling penting adalah tahun ke-13, berikut penjelasannya

13 Tahun ke atas [Bila pembina gagal mengintegrasikan indera-indera di masa krisis ini, dan cenderung mementingkan mata, yang terjadi adalah:

* yang berbakat akan menjadi naturalis-persepektif-momen opname,

* yang tidak berbakat akan menjadi pesimis dalam menggambar, bahkan sama sekali tidak berani menggambar.

13 Tahun ke atas [Bila pembina berhasil mengintegrasikan indera-indera hingga apayang dilihat seorang anak merupakan hasil kerjasama terpadu indera, yang terjadi adalah :

* yang berbakat akan menjadi senirupawan baik dalam sistem ruang-waktu-datar atau dalam sistem naturalis,
* yang tidak berbakat akan lebih optimis ketika diminta untuk menggambar.

Begitulah catatan kecil yang bermakna luar biasa ini, saya mencatatnya saat Bp. Primadi Tabrani memberikan kuliahnya yang terbilang sangat unik dan menarik, pada saat itu, saya terus terang tidak terlalu memahami, lain halnya dengan sekarang (4 tahun kemudian), ternyata ada makna sangat penting di dalamnya.

—<>—

Adalah bagaimana mencetak anak yang mampu berkreasi bebas, dan berfikir kreatif, sehingga tidak menghalangi potensi anak-anak…karena anak-anak mempunyai potensi yang berbeda dan masing-masing bisa menghasilkan hal yang luar biasa, asalkan kita [sebagai orang dewasa dan pendidik] mampu mengarahkan dengan baik dan benar.

—<>—

Sebenarnya, pilihan kemampuan menggambar pada tahun ke 13 itu sama baiknya, asalkan anak-anak bisa terdidik dengan benar untuk memberanikan diri membebaskan kreasi menggambarnya. Namun kadang, proses pembelajaran menggambar umur itu masih saja didikte oleh guru, ketentuan ini dan itunya, bahwa menggambar haruslah mengikuti guru…itulah yang menghambat kreatifitas.

Menggambar adalah salah satu parameter kreatifitas seseorang, keberanian orang dalam menggambar bisa mempengaruhi kemampuannya mengeluarkan ide-ide baru yang brilian, di bidang yang lain. Bukan bagus tidaknya yang dinilai, tetapi kemampuan mereka mem-visualisasikan yang ada di kepala mereka.

Sekian catatan kecil dari buku saya di tingkat pertama, semoga bermanfaat..:

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 302 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: