Beranda > revo > Bonobo dan Manusia Cuma Beda Tipis

Bonobo dan Manusia Cuma Beda Tipis

 

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2012/06/14/article-2159027-13971860000005DC-288_634x462.jpg

Ilmuwan mengumumkan keberhasilannya mengurai genome bonobo (Pan paniscus), spesies primata anggota genus simpanse yang sering dikenal sebagai simpanse kerdil.Bonobo merupakan jenis kera besar terakhir yang berhasil diuraikan secara genetik setelah sebelumnya simpanse, orangutan, dan gorila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bonobo dan manusia juga cuma beda tipis.

Studi genetik mengungkap, perbedaan antara bonobo dan manusia adalah 1,3 persen, hampir sama dengan perbedaan manusia dengan simpanse. Sementara itu, perbedaan antara bonobo dan simpanse adalah 0,4 persen.

Dalam studi yang diumumkan hasilnya pada Rabu (13/6/2012) ini, ilmuwan juga menemukan bahwa karakteristik manusia merupakan paduan dari karakteristik simpanse dan bonobo. Sementara itu, bonobo dan simpanse, walau memiliki banyak kesamaan, ternyata juga punya perbedaan signifikan.

 

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2012/06/14/article-2159027-1397E1AA000005DC-123_634x379.jpg
Salah satu perbedaan, kata ilmuwan, simpanse jantan cenderung lebih agresif. Simpanse jantan bertarung untuk dominasi seksual dan mempertahankan wilayahnya. Sementara itu bonobo jantan lebih pasif, tidak bertarung untuk wilayah dan subordinat terhadap betinanya.

Sebaliknya, dalam masalah seksual, bonobo lebih menunjukkan keunggulannya. Mereka tidak hanya melakukan seks untuk tujuan reproduksi, tetapi juga untuk bersenang-senang. Karakter ini juga dimiliki spesies manusia.

Dengan demikian, Kay Prufer dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology mengatakan, “Seks yang nonconseptive adalah karakter yang kita peroleh dari bonobo, sementara perilaku agresif adalah sifat yang diperoleh dari simpanse.”

 

 

Transfixed by the lens: Pangi, left, is a two-year-old bonobo who was born in Frankfurt zoo
Looking out for each other: Two bonobos preen each other at Frankfurt zoo

Prufer mengungkapkan, penelitian ini bisa membuka kemungkinan baru untuk memahami keragaman genetik, sejarah populasi, dan evolusi kera besar. Sekaligus, bisa diketahui juga proses evolusi yang kemudian menghasilkan spesies manusia.

“Harapan kami adalah dengan memahami perbedaan antara bonobo dan simpanse, kita mengetahui bagaimana rupa nenek moyang (manusia, simpanse dan bonobo),” kata Prufer seperti dikutip AFP pada Rabu (13/6/2012).

Sejauh ini, diketahui bahwa nenek moyang manusia, simpanse dan bonobo, eksis 4-5 juta tahun yang lalu. Kemudian, berkembanglah lebih dulu simpanse dan bonobo.

Ilmuwan meyakini bahwa simpanse dan bonobo sama-sama hidup di wilayah tengah Afrika, tetapi terpisahkan oleh Sungai Kongo yang terbentuk dua juta tahun lalu.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2012/06/13/article-2158683-1395A990000005DC-444_974x623.jpg
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2011/04/28/article-1381369-0BC69CE000000578-313_964x664.jpg

sumber :

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 315 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: