Beranda > revo > Kalahkan Malaysia, Garuda Terbang Tinggi

Kalahkan Malaysia, Garuda Terbang Tinggi

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/01/13/103113_garuda-indonesia_209_157.jpg

Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, makin terbang tinggi. Tak hanya laba yang melonjak, nilai kapitalisasi pasar saham maskapai terbesar di Tanah Air itu juga melesat.
Pencapaian kinerja yang gemilang itu membuat Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, terkejut. Nilai kapitalisasi pasar Garuda Indonesia, kini sudah melampaui Malaysia Airlines dan Thai Airways. Bahkan, di atas Air France!

Dengan nilai kapitalisasi pasar yang mencapai Rp18 triliun (data Bursa Efek Indonesia per 11 Juni 2012 sebesar Rp15,1 triliun), Garuda unggul Rp1-4 triliun di atas Thai Airways dan Malaysia Airlines. Nilai kapitalisasi pasar Malaysia Airlines sekitar Rp11 triliun, sedangkan Thai Airways Rp14 triliun. Di Asia Tenggara, kini Garuda hanya kalah dari Singapore Airlines.
Dahlan dalam kolomnya di VIVAnews mengatakan tidak ada alasan bagi Indonesia untuk serba kalah dari sesama negara ASEAN. Di antara 10 negara Asia Tenggara, kekuatan ekonomi Indonesia sudah mencapai 51 persen, sedangkan 49 persen sisanya dibagi 9 negara lainnya.
Di bawah jajaran direksi muda Garuda yang dikomandoi Direktur Utama Emirsyah Satar, prestasi itu akan terus dipacu. Direksi saat ini, menurut Dahlan, tengah berada di puncak antusiasme dan gairahnya.
“Iklim seperti itu secara otomatis akan menjalar dan mewabah ke jajaran di bawah dan di bawahnya lagi,” tegas dia.
Mantan direktur utama PT Perusahaan Listrik Negara itu meyakini perekonomian Indonesia yang terus membaik bisa menjadi ladang subur bagi Garuda. Penambahan pesawat terus dilakukan, termasuk untuk kelas 100 tempat duduk.
Ekspansi agresif ini yang akan mendorong Garuda terbang kian tinggi. Bahkan, kepercayaan Kanada yang menjadikan Garuda sebagai pusat perawatan pesawat Bombardier di Asia Pasifik, adalah harapan untuk menjadi makin besar.
GMF AeroAsia, salah satu anak perusahaan Garuda, juga berpeluang menjadi perusahaan kelas dunia. Ini karena pembuat mesin pesawat terkemuka dunia lainnya, GE dari Amerika Serikat, sudah mempercayakan perawatan mesin GE ke GMF AeroAsia.
Kekuatan Garuda
Klaim Dahlan Iskan atas Garuda Indonesia yang mampu mengalahkan pesaingnya itu, bukan tanpa alasan. Selain unggul dalam nilai kapitalisasi pasar, Garuda juga melibas pesaingnya di kawasan Asia, Malaysia Airlines, dan Thai Airways untuk beberapa kategori.
Mengutip laporan keuangan Garuda Indonesia dan Malaysia Airlines sepanjang 2011, maskapai penerbangan nasional ini memang unggul di sejumlah indikator.
Jumlah penumpang
Untuk jumlah penumpang selama 2011, maskapai penerbangan Malaysia, Malaysia Airlines, mampu mengangkut 17,04 juta orang. Namun, Garuda sedikit lebih baik dengan mengangkut sebanyak 17,1 juta penumpang–terbagi atas penumpang domestik 13,9 juta orang dan internasional 3,2 juta orang.
Tahun lalu, tingkat keterisian (load factor) Garuda juga lebih unggul, yakni mencapai 75,2 persen dibanding Malaysia Airlines 74,5 persen.
Kapasitas produksi pada 2011 atau availability seat kilometres (ASK) Garuda Indonesia selama 2011 mencetak kenaikan sebesar 26 persen dari 25,8 miliar pada 2010 menjadi 32,5 miliar.
Kendati kalah dibandingkan tingkat ASK yang diperoleh Malaysia Airlines pada 2011 sebesar 55,8 miliar, laju pertumbuhan Garuda naik lebih dari tiga kali lipat. ASK maskapai penerbangan Malaysia pada tahun lalu hanya naik 9,9 persen dibandingkan setahun sebelumnya.
Armada pesawat
Seiring dengan perkembangan dan perluasan armada yang sedang berjalan, Garuda Indonesia menerima 14 unit armada baru pada 2011. Armada baru itu antara lain dua unit pesawat A330-200s, 9 unit B737-800 Next Generations dan tiga unit A320 untuk Citilink.
Dengan tambahan pesawat tersebut, total armada yang dioperasikan Garuda pada 2011 mencapai 87 unit, dengan waktu penggunaan rata-rata 6,5 tahun.
Sementara itu, Malaysia Airlines melaporkan telah menerima sedikitnya tujuh unit armada pesawat Boeing 737-800 dan lima unit armada Airbus 330-300. Rata-rata waktu penggunaan pesawat yang dimiliki maskapai Malaysia itu adalah 12,2 tahun.
Secara total, jumlah armada pesawat yang dimiliki Malaysia saat ini mencapai 129 unit, terdiri atas berbagai jenis pesawat Airbus 330, Boeing 747, Boeing 737, ATR72, dan DHC6.
Kinerja keuangan
Untuk kinerja keuangan, tahun lalu Garuda Indonesia mampu meraup pendapatan usaha Rp27,16 triliun, atau setara US$2,99 miliar. Perolehan itu meningkat 39,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp19,53 triliun.
Peningkatan paling tinggi diperoleh dari pos pendapatan penerbangan berjadwal yang tercatat sebesar Rp22,62 triliun.
Bahkan, seperti dikutip dari laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Rabu 21 Maret 2012, meski beban usaha maskapai pelat merah itu ikut naik dari Rp19,6 triliun pada 2010 menjadi Rp26,15 triliun pada akhir 2011, Garuda mampu membukukan laba usaha Rp1,01 triliun dari sebelumnya merugi Rp67,15 miliar.
Laba bersih tahun berjalan juga terangkat 56,06 persen menjadi Rp808,66 miliar (US$87,8 juta) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp518,15 miliar.
Nasib kurang beruntung justru diderita oleh Malaysia Airlines. Meski maskapai ini mencatat pendapatan RM13,9 miliar setara US$4,63 miliar, biaya operasional justru lebih besar yaitu mencapai RM16,48 miliar. Akibatnya, perusahaan harus menelan rugi sebesar RM2,52 miliar atau setara US$840,98 juta.
Harga saham naik
Manajemen mengakui, keunggulan maskapai Garuda atas pesaingnya di Asia Tenggara itu tertolong oleh kenaikan harga saham perseroan di Bursa Efek Indonesia.
Pada akhir Mei 2012, harga saham Garuda sempat menyentuh level Rp710. Bahkan mampu menembus posisi tertinggi sepanjang Mei Rp740 per unit. Meski menguat Rp10 (1,5 persen) menjadi Rp680 pada akhir perdagangan Senin 11 Juni 2012, harga saham Garuda turun dari level tertinggi selama Mei.
Executive Vice President Marketing and Sales Garuda Indonesia, Elisa Lumbantoruan, mengakui keunggulan maskapainya dibanding Malaysia Airlines dan Thai Airways dilihat dari nilai kapitalisasi pasarnya.
“Ini kan karena harga saham Garuda sedang naik, sedangkan sebaliknya saham Malaysian Airlines dan Thai Airways turun,” ujar dia kepada VIVAnews , Senin 11 Juni 2012.
Dia menjelaskan, harga saham Singapore Airlines sebenarnya juga terkoreksi. Namun, karena nilai kapitalisasi pasarnya cukup besar, Garuda belum bisa melampauinya.
Dari analisis sejumlah pengamat, harga saham Garuda masih berpotensi menguat hingga di ataslevel Rp800 per unit. Meski demikian, manajemen tidak bisa memprediksi hingga levelberapa harga saham akan terus melesat.”Banyak analis yang memprediksi bisa bergerak hingga Rp820-860 hingga akhir tahun ini,” katanya.
Sementara itu, untuk merebut pasar yang lebih luas, Elisa melanjutkan, Garuda akan menggenjot mutu pelayanan dan meningkatkan efisiensi. “Kalau soal safety hampir sama,” tuturnya.
Hingga 2015, dia menambahkan, Garuda akan memiliki 194 pesawat. Saat ini, armada yang dimiliki Garuda sebanyak 92 pesawat.
Selama 2011, frekuensi penerbangan domestik dan internasional Garuda Indonesia naik sebesar26,6 persen menjadi 130.043 kali dibanding 102.724 kali pada 2010. Termasuk 108.381 penerbangan domestik dan 21.662 penerbanganinternasional.
Garuda Indonesia juga telah memperluas pangsapasar pada penerbangan domestik sebesar 28,6 persen selama 2011, dibandingkan periode samatahun sebelumnya yang naik 24,5 persen.
Pangsa pasar penumpang maskapai domestik naik hingga 16,2 persen pada 2011, namun penumpang Garuda naik signifikan lebih dari 37,9 persen. Lebih besar dari maskapai lain yang hanya mencapai kenaikan rata-rata 9,4 persen.
Sementara itu, penumpang asing naik hingga 12,4 persen, dengan Garuda Indonesia mampu mencapai kenaikan 29,2 persen. Ini melampaui kenaikan rata-rata maskapai lain yang hanya sebesar 8,2 persen.
Garuda pun meningkatkan pelayanan dengan menambah frekuensi penerbangan ke berbagai destinasi domestik dan internasional sepanjang 2011. Rute yang ditambahkan seperti Jakarta-Shanghai, Jakarta-Seoul, Denpasar-Seoul, dan Jakarta-Sidney, dengan tambahan penerbangan menjadi 5-7 kali sepekan.
Aksi korporasi
Sebagai kelanjutan program perluasan armada, Garuda menandatangani kerja sama dengan pabrik pesawat Kanada, Bombardier Aerospace pada 15 Febuari 2012. Garuda membeli 18 unit pesawat CRJ 1000 NextGen, lima unit di antaranya akan tiba antara Oktober hingga Desember 2012.
Selain kedatangan lima pesawat Bombardier tahun ini, Garuda Indonesia juga akan menerima empat pesawat B737-800NG, 2 pesawat A330-200, 10 pesawat A320s untuk Citilink, dengan jumlah total 21 armada. Dalam penambahan 21 pesawat ini, Garuda menerima satu pesawat B737-800NG dan satu pesawat A330-200 pada Februari.
Pesawat-pesawat baru ini menambah jumlah armada Garuda pada 2012 menjadi 105 armada, dengan usia penggunaan kira-kira 5,8 tahun. Melalui program “quantum leap” ini, Garuda Indonesia akan mengoperasikan lebih dari 154 armada pada 2015.

© VIVAnews

Posted by Wordmobi

Kategori:revo
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 315 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: