Arsip

Archive for 3 Juni 2012

Teknik Memata-Matai Nomor Suami / Istri


Dizaman yang serba moderen ini,masbro sekalian harus bisa lebih pintar lagi memanfaatkan teknologi untuk kebahagiaan masbro. Teknologi yang berkembang paling pesat adalah teknologi perangkat lunak di internet. Perkembangan yang luar biasa ini bisa kita manfaatkan dengan baik. Seperti Teknik Memata-Matai Nomor Suami / Istri,kita bisa mengetahui dimana keberadaan suami/istri kita hanya dengan memasukkan nomor teleponnya.

Bagi sebagian orang,mungkin pernah dengar yang namanya Mobile Tracker. Konsep / cara kerja mobile tracker adalah dengan menggunakan satelit dan jaringan telepon seluluar untuk mengetahui keberadaan sebuah ponsel / nomor ponsel. Teknologi yang bukan lagi sebuah rahasia atau kepunyaan pihak tertentu ini sudah bisa kita nikmati dengan mudah. Salah satu situs menyediakan mobile tracker kepada kita secara Gratis! Situs ini,memungkinkan kita melacak keberadaan seseorang melalui nomor hpnya persis seperti yang sering kita lihat di film MIB atau film hollywood lainnya.

Penyedia fitur GPS,sang Google yang sangat luar biasa juga telah memberikan fitur pelacakan letak koordinat tertentu menggunakan situs mereka. Situs yang telah terintegrasi dengan server yang melacak / merekam bumi melalui satelit milik Google itu beralamat di google map. Tapi google map tidak memungkinkan kita melacak keberadaan nomor telepon. Jadi,Situs apa yang menyediakan? Coba baca tutorial hasil temuan admin dibawah ini.

Tutorial menggunakan Mobile Tracker


Pertama silahkan anda klik DISINI

Kedua masukkan No HP suami atau isteri anda. Misalnya No. HP-nya adalah 08526212**** maka masukkan 852 pada kotak pertama yang memuat 3 digit (artinya angka nol pertama tidak disertakan. Selanjutnya baru anda masukan kelanjutannya 6212**** pada kotak yang kedua. Setelah itu kliklah tombol Click to Track.

Lihatlah secara seksama hasil temuan yang akan ditunjukkan oleh situs tersebut.semoga bermanfaat bro.

Baca & Download Komik Naruto 587

Baru saja dirilis,komik online naruto chapter 587 sudah jadi rebutan download para pecinta komik naruto. Naruto,adalah manga sekaligus anime buatan Masashi Kishimoto yang sedang sangat laris manis seperti kacang goreng. Situs download atau baca komik naruto versi terbaru / chapter terbaru yaitu 587 berjudul Izanami Dilepaskan pun menjadi sebuah fenomena singkat para naruto mania. Admin hanya ingin berbagi sedikit dari komik online ini buat sobat sekalian agar bisa membaca secara online atau offline.

Credit org yang berjasa buat para pecinta komik naruto online

Nah,karena filenya admin enkrip dalam bentuk naruto 587.rar,maka sobat harus mendownload agar bisa membacanya. Walaupun sebenarnya sobat bisa membaca secara online,tetapi ada sebagian yang tidak bisa. Blog admin hanya ingin berbagi,oleh karena itu mari kita download saja komik naruto 587 yang berukuran 3.8 MB lebih.

[Download komik naruto 587 via box]

[Download komik naruto 587 via mediafire]

Credit gambar komik oleh Mangacan.
Mungkin kalau ada sesuatu yang ingin dikatakan,silahkan sobat login facebook dan berkomentar dibawah. Selamat menikmati.

Download Gratis IDM 6.11 Final Build 7 Full Patch

Para downloader mania,kehadiran IDM 6.11 Final Build 7 Full Patch ini tentu adalah sebuah kabar gembira untuk kalian. Dengan IDM,mendownload apa saja menjadi sangat cepat dan mudah. Beberapa situs streaming video bisa didownload dengan mudah videonya dengan aplikasi ini. Berikut ini,admin hadirkan IDM 6.11 Final Build 7 Full Patch / Full versi yang bisa digunakan sesuka hati.

Cara menginstall:

1. Setelah mendownload,extractlah file IDM 6.11 Build 7_kolom-inspirasi.blogspot.com.rar.rar tersebut di disk C:/ atau ke desktop;
2. Masuk ke folder IDM 6.11 Build 7_kolom-inspirasi.blogspot.com.rar dan Install idman611.exe;
3. Selesai install anda akan mendapatkan notifikasi IDM fake serial number..;
4. Sekarang buka patch, sebelum ekstrak disable antivirus yang anda gunakan. Patch di anggap virus;
5. Jalankan patch, klik patch;
6. Pastikan anda mendapat pesan patch berhasil atau sukses. Done itu belum tentu berhail, harap di perhatikan dengan baik;
7. Selesai, kini IDM 6.11 Final Build 7 anda sudah full version.

Download:>>>[Mediafire]

sumber

Kategori:Software

Dengan Tarian Erotis Enam Waria Merampok !

Loading image...

Perampokan kembali menggegerkan Kota Bekasi. Kali ini aksi kejahatan itu menjadi buah bibir lantaran pelakunya enam waria.

Dari aksi perampokan itu, polisi membekuk 2 waria bernama Riyan Novaldi alias Adjeng dan Rismanto alias Riska. Keduanya diamuk massa sesaat usai beraksi, Rabu (30/5) malam lalu. Aksi perampokan yang dilakukan 6 waria itu terjadi di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi.

Modus pelaku selalu berpura-pura mengamen jalanan dengan gaya penari erotis. Para waria beraksi dengan mengecoh perhatian pengendara mobil. Sementara waria lainnya, menaiki kendaraan sambil mengancam dengan clurit.

Perampokan itu dialami Jefri, 32; Udi Sudianah, 27 dan Barkah 42 yang tengah melintas di sana. Akibat perampokan itu, Udi kehilangan tasnya yang di dalamnya berisi ijasah serta uang.

Sementara Jefri kehilangan uang Rp 990 ribu. Satu korban lagi Barkah kehilangan uang dan ponsel. Kerugian ketiganya mencapai jutaan rupiah. Jefri menceritakan awalnya seorang waria menari erotis dihadapanya.

Tiba-tiba waria lainnya masuk ke mobil yang saat itu ada dua temannya. Waria ini mengancam dengan clurit. Sambil mengancam, pelaku meminta dia menyerahkan seluruh barang berharga.

“Mereka mengaku akan membunuh, bila barang berharga yang diminta tidak diserahkan,” ungkapnya.

Saat perampokan terjadi, Jefri menyebut waria yang merampoknya ada 6 orang. Usai mendapatkan barang yang diinginkan, kawanan waria itu kemudian melarikan diri ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi di Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan, Kota Bekasi yang tak jauh dari lokasi kejadian.

“Mereka kabur. Akhirnya kami minta tolong warga dan mengejar mereka,” paparnya.

Dua waria berhasil dibekuk dan dihajar hingga babak belur setelah sempat terjadi kejar-kejaran. Tak lama kemudian, keduanya diserahkan ke Markas Polres Metro Bekasi Kota.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Taufik Hidayat mengatakan, dua waria dihajar karena warga kesal. “Dua orang sudah kami amankan, empat lainnya dalam pengejaran,” tandasnya. (dny/jpnn)

sumber

Test Keperawanan Ala Candi Sukuh [UNIK!!!]

 

 

Yang satu ini emang bener-bener gila sobat. Tes Keperawanan? Wah kalau dibayangin, mungkin pikiran kita bisa sampai kemana-mana ya. Hehehe
Nah daripada bikin penasaran sobat semua, Yuk langsung saja kita simak bersama, Cekidot!!!

Test Keperawanan alias cara mengetahui bahwa perempuan itu perawan atau tidak, ada cara paling asyik untuk mengetahuinya, jangan sekali-kali bertanya pada perempuan “apakah kamu masih perawan?” Karena pertanyaan demikian akan membuatnya tersinggung. Lebih baik ajak saja sang doi wisata ke sebuah candi, nah siapa tahu dia memang tidak tahu kalau sedang di test keperawanannya.

Candi Sukuh terletak di Desa Sukuh, Kelurahan Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi Sukuh adalah candi peninggalan zaman Jawa kuno yang terletak di lereng Gunung Lawu sebelah barat, pada ketinggian lebih kurang 910 m di atas permukaan laut.
Jaraknya dari Solo kurang lebih 35 km dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat sampai di tempat. Dari Solo perjalanan menuju Karang Pandan kemudian menuju ke arah desa Kemuning, dan setelah kita jumpai simpang tiga, maka kita ambil arah yang menuju ke timur.

Dahulu kala kalau orang hendak mencapai puncak Sukuh harus melewati tangga batu yang panjang dari dataran sampai di halaman candi tersebut. Halaman Candi Sukuh sendiri terdiri dari 3 teras .
Memperhatikan susunan teras di Candi Sukuh banyak orang yang mencoba untuk menghubung-hubungkan dengan seni Mesir ataupun seni Meksiko. Karena untuk memasuki teras pertama kita harus melewati gapura, yang kalau kita perhatikan dari bawah gapura ini mirip pylon (gapura untuk memasuki piramida) dari Mesir.
Di sebelah kiri dan kanan pada gapura itu terdapat relief yang menunjukkan dengan jelas bahwa yang dimaksud adalah tahun tertentu.Kita lihat di sebelah kiri ada gambar seorang manusia yang ditelan oleh raksasa. Pada gapura terbaca candra sengkala “gapuro bhuto aban wong” .

Di atas sebuah pohon ada beberapa ekor burung, sedang di bawah ada seekor anjing yang memperhatikan peristiwa mengerikan. Perlu diketahui bahwa sastra jawa memberi angka-angka tertentu pada bangunan ataupun relief-relief pada barang yang terdapat pada setiap gapura Gapura berarti 9. Raksasa berarti 5, menelan berarti 3 dan manusia 1. Kemudian susunan angka itu di baca dari belakang dan terdapatlah tahun Jawa 1357 atau tahun Masehi 1437.

Sedangkan relief di sebelah kanan menunjukkan tahun yang sama dengan candra sengkala yang berbunyi “gapuro bhuto nahut bu(n)tut” yang berarti angka tahun 1359 caka. Relief ini berupa gambar raksasa sedang lari menggigit ular. Di atasnya terdapat mahluk yang sedang melayang-layang dan seekor binatang melata.
Dilantai kita melihat adanya relief Lingga (alat kelamin wanita) berhadapan dengan lawan jenisnya Yoni (alat kelamin laki-laki), mungkin suatu gambaran yang ada hubungannya dengan kenyataan bahwa Candi Sukuh dengan relief alat kelamin itu bertalian upacara-upacara kesuburan.

Yang pasti ini BUKAN suatu LELUCON KASAR, melainkan berdasarkan kepercayaan mistik tentunya. Konon, menurut cerita, UNTUK MENGETES KEPERAWANAN seorang gadis atau KESETIAANnya. Jika gadis tersebut berbuat serong, jika melewati relief tersebut AKAN sobek atau terlepas kainnya dan menitikkan darah (kalau pas Mens, gimana ya? Jangan mau di test deh). Kalau perilakunya tidak tercela akan selamatlah ia melewati relief Yoni dan Lingga tersebut.

dan jika laki-laki yang berbuat serong, dengan melewati relief itu akan ketahuan, dengan bukti si lelaki AKAN TERKENCING-KENCING seketika. Nah lho, kalo mau nglewati jangan minum air banyak-banyak dulu deh. Sedang yang sudah punya istri/suami bila melangkahii relief ini pastinya pengin lagi he he he……pengin apa ya? Buktikan sendiri rasa keinginannya nanti.

Sebetulnya kalau mau menulis lengkap cerita tentang Candi Sukuh cukup banyak ceritanya, tulisan ini bagian kecil dari tulisan saya yang pernah di muat di media cetak secara bersambung tahun 1986 lalu, jadi aku menulis yang sesuai judulnya saja. Yang penting, lepas dari itu semua, kita wajib menghormati peninggalan-peninggalan nenek moyang sekecil apapun wujudnya, karena itu bagian dari sejarah perjalanan bangsa kita yang patut dijunjung tinggi.

Wah, unik banget ya candi tersebut. Hahahahaha….
Hati-hati ya bagi yang sudah nggk perjaka atau yang sudah nggak perawan lagi. Siap-siap buat dipermalu’in kalau sudah datang ke tempat itu

sumber

Sudah Tahu Penemu dan Sejarah Lambang Negara Kita Garuda Indonesia ?

 

 

Kita semua tahu lambang Negara Kita adalah Garuda Pancasila. Tetapi apa kita tahu siapa penemu Lambang burung garuda itu.

Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.

Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.

Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.

Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel.

Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II.
Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda.
 Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran.
Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA.
 Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar – karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL. Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950.
 Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara.
 Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara.
Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.
Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu.
 Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.

Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.

Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya.
Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti.

Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.**

Sultan Hamid II Pencipta Burung Garuda
Syarif Abdul Hamid Alkadrie yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak, Kalbar ini adalah pencipta Burung Garuda. Sultan Hamid juga orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer.

Pontianak: Nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie memang kurang dikenal di Tanah Air. Padahal, tokoh nasional dari Pontianak, Kalimantan Barat ini adalah pencipta lambang negara Indonesia, Burung Garuda.

Selain pencipta lambang negara, Syarif yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak ini juga adalah orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer, yaitu mayor jendral.

Sultan Hamid membuat lambang negara berdasarkan penugasan Presiden Sukarno pada 1950. Saat itu dia menjabat menteri tanpa porto folio. Rekannya, Muhammad Yamin sebenarnya juga membuat rancangan lambang negara, Namun, Sukarno akhirnya memilih rancangan Sultan Hamid. Setelah disempurnakan, gambar Burung Garuda diresmikan Sukarno sebagai lambang negara pada 10 Februari 1950.

Salinan sketsa Burung Garuda yang tersimpan di Keraton Kadriah, Pontianak ini menunjukkan proses pembuatan lambang negara sangat rumit hingga harus diubah berkali-kali.
sumber

Shinshe Cina vs Tabib Arab

3 Juni 2012 3 komentar

 

 

Konon ada sepasang sahabat orang Cina dan Arab sedang kebingungan karena usaha mereka bangkrut. Setelah memutar keras otak mereka, mereka sepakat membuka pelayanan kesehatan. Maka si orang Cina jadi sinshe, dan si orang Arab menjadi tabib.

Setelah satu minggu praktek, si tabib tetap sepi pasien, namun si sinshe mulai kebanjiran pasien. Si tabib putar otak untuk melawan si sinshe.

Maka si tabib mengeluarkan jurus dengan memasang pengumuman di depan ruang
prakteknya: “Jika Tidak Sembuh Uang Kembali Tiga Kali Lipat!”

Taktik itu manjur, pasien lalu berdatangan ke si tabib. Giliran si sinshe sewot lalu mencari akal. “Haiyaaa, lumayan kalo owe pula-pula sakit dan tidak sembuh dapat uang lha.”

Lalu ia mendatangi si tabib.

Sinshe: “Haiyaaa, tolong owe. Owe punya sakit mati lasa. Owe tidak bisa lagi lasain lasa setiap makanan yang owe telan, haiyaa….”

Tabib: “Ana fikir itu gamfang ana sembuhkan.”

Lalu si tabib memanggil asistennya.

Tabib: “Hasaaannnn, cefat ente bawa kesini obat nomor 14.”

Secepat mungikin si asisten yang bernama Hasan membawa obat nomor 14 dan oleh si tabib di berikan kepada si sinshe. Dan si sinshe langsung menguyah sebelum menelan obat nomor 14 tersebut.

Sinshe: “Haiyaaa, ini bukan obat lhaaa, tapi ini tai ayam.”

Tabib: “Ente betul! Itu tai ayam. Berarti ente sudah sembuh dan tidak mati rasa lagi.”

Si sinshe pulang dengan kesal karena kalah akal. Lalu ia kembali memutar otak berpikir mencari akal untuk mengalahkan si tabib dan sekaligus dapat uang si tabib. maka kali ini si sinse kembali pura-pura sakit lupa yang sangat kronis.

Sinshe: “Haiyaaaa tabib, owe sakit lupa palah sekali. Owe lupa semua pelistiwa dan memoli owe. Haiyaaa, tolong owe.”

Tabib: “Gamfang. Ana fasti tolong ente dan ente fasti sembuh. Obat ana mujarab sekali.”

Lalu seperti biasa si sinse memanggil si Hasan sang asisten.

Tabib: “Hasaaaaan, cefat ente bawa kemari obat nomor 14.”

Sinshe: “Haiyaaaa, owe tidak mau lagi makan tai ayaaaam. Haiyaaaaa… Owe tidak mau…..!”

Tabib: “Alhamdulillah, berarti ente sudah sembuh. Daya ingat ente ternyata sudah kembali.”

Tinggal si sinshe pulang sambil menggerutu.

 

sumber

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 309 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: