Arsip

Archive for 31 Mei 2012

Menunggu Memerlukan Kesabaran Besar

Suatu kali saya berada dalam sebuah perjalanan bisnis di Kota Pontianak, ibu kota Proviinsi Kalimantan Barat. Ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di Bumi Katulistiwa yang dulu saya kenal lewat pelajaran Ilmu Bumi di sekolah.


Di waktu luang, mitra bisnis saya seorang keturunan Tionghoa Kalimantan, mengajak saya berwisata kuliner. Kami berdua menuju ke sebuah rumah makan khusus bakmi kepiting khas Pontianak yang konon sangat terkenal. Kedai bakmi yang sangat ramai dan terkenal ini juga dijuluki “bakmi tunggu”, karena untuk menikmati semangkuk bakmi yang lezat itu, kita harus menunggu agak lama.

Kenapa? Konon kata teman saya, bakmi tersebut diolah semangkuk demi semangkuk, jadi cukup memakan waktu, di samping memang karena ramai pelanggan, sehingga kita harus sabar menunggu antrean.

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya semangkuk bakmi yang mengundang rasa ingin tahu itu pun terhidang tepat di depan hidung saya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, saya pun menyantapnya sampai ludes dan saya setuju bahwa bakmi ini layak direkomendasikan. Cuma sayang ketika mau nambah semangkuk lagi ternyata persediaan sudah habis.

Nah, dalam kehidupan nyata ini seringkali kita harus bersabar dan menunggu. Mulai dari menunggu semangkuk bakmi, hingga menunggu berita kelulusan ujian. Dari menunggu kelahiran bayi, hingga menunggu pengumuman kenaikan harga BBM.

Menunggu itu membutuhkan kesabaran. Menunggu adalah sebuah kualitas unggul seorang manusia, karena manusia yang tidak bisa menunggu tidak akan pernah menemukan kedamaian di dalam hatinya. Namun untuk bisa menunggu dengan tekun, kita perlu melatih kualitas kesabaran, seperti seorang petani dengan tekun menunggu saat panen.

Namun demikian, pengertian menunggu itu harus diartikan secara aktif, alih – alih menunggu secara pasif. Menunggu secara aktif, artinya menunggu dengan sebuah harapan, bukan hanya sekedar kepasrahan. Pasrah tanpa harapan berarti menyerah.

Seorang petani tidak hanya ‘menunggu’ saat panen, namun ia juga berjuang menyirami, menyiangi, memupuk, dan merawat tanamannya. Dia punya harapan akan panen yang melimpah dan secara aktif mengupayakannya dengan segenap hati.

Bagi seorang wanita yang menunggu sang kekasih, maka kesabaran dan harapan akan datangnya sang lelaki idaman akan membuatnya mempersiapkan diri dengan bersolek dan mengenakan wewangian yang pasti akan menyenangkan pujaan hatinya.

Dan bagi saya yang kelaparan, maka menunggu berarti rela berdesakan untuk ngantre dan membayar harganya demi semangkuk bakmi kepiting yang lezat. Mari belajar untuk menunggu secara aktif dan meningkatkan kualitas kesabaran kita, sehingga semakin hari kita semakin sempurna.

sumber

Samsul Sang Penjaja Cilok di Kaki Gunung Slamet

31 Mei 2012 2 komentar

 

 

Potret Kesejahterahan Indonesia kini masih jauh dari Kemerdekaan untuk hidup sejahtera. Samsul bocah 10 tahun yang tinggal di Kaki Gunung Slamet tepatnya Desa Bumijawa Kabupaten Tegal yang kini bekerja sebagai penjual bakso “Cilok”. Samsul adalah sulung dari 4 bersaudara yang duduk dikelas 4 SD. Zindan adik kandung dari Samsul yang duduk di kelas 1 . Keduanya sangat piawai mempersiapkan dagangan ciloknya. Setiap pulang dari sekolah Samsul dan zindan mulai menjajakan jualannya. Samsul tidak merasa malu saat berjualan, bahkan ia merasa senang bisa membantu kedua orangtuanya. Samsul sangat senang jika zindan membantu berjualan bersamanya. Prihatin dengan kondisi orang tuanya, sepulang sekolah Samsul berjualan cilok demi mendapat sedikit rupiah.

Tak jarang Samsul dan keluarga terpaksa makan cilok tengik bila tak ada lauk teman nasi.Berbagi tugas dengan adiknya menabuh bambu guna memberi tanda saat berjualan keliling. Harga cilok dagangannya hanya 500 rupiah. Keduanya harus piawai menjajajkannya karena harus segera habis dalam sehari. Perjuangan Samsul tidak sampai disini ia harus menggendong gerobaknya. Ia tidak peduli dengan rasa sakit dipundaknya. Kadang pembeli sering hutang kepada Samsul, tapi bocah kecil ini tidak berani untuk menagih hutang dari pembeli ciloknya. Samsul seringkali berjualan diluar desanya. Bumijawa memang desa yang curah hujannya tinggi, sering Samsul dan Zidan harus bersabar untuk mengejar jualan ciloknya hingga habis karena turun hujan.

Ayah Samsul nikah muda, Ia pekerja serabutan untuk mendapatkan sesuap nasi. Ibu Samsul kini menderita sakit yang membutuhkan biaya pengobatan. Modal yang Samsul dapat merupakan iba dari salah seorang kios penggiling daging walaupun hutang keluarga Samsul belum tertunaikan. Apa mau dikata, Samsul harus berjuang demi mendapatkan rezeki untuk membantu kedua orang tuanya. Samsul tak lepas dari cacian teman-teman sebayanya saat berjualan. Ia tidak peduli dengan itu semua. Masa kecil Samsul tidak sepenuhnya bias ia nikmati. Teman-teman sebayanya kadang ingin mengajak bermain saat pulang sekolah namun Samsul keluar rumah dengan gerobag yang di gendongnya. Ibu Samsul sering merasa bersalah melihat anaknya berjualan keliling untuk membantu perekonomian keluarganya.
Jarak kelahiran anak-anaknya sangat dekat sehingga pengeluaran ekonomi sangat banyak. Terutama untuk pendidikan anak-anaknya. Hingga kini Samsul masih punya tunggakan biaya pendidikan di sekolahnya. Jualan cilok tidak mampu menutupi segala pengeluaran keluarga.

Dalam Sehari Samsul berjualan cilok hanya mendapatkan uang kurang lebih 12.000 rupiah. Terkadang orang tua Samsul menyerah karena tidak sanggup mebiayai sekolahnya. Samsul punya cita-cita bisa melanjutkan ke Pondok Pesantren. Namun, kedua orangtuanya tidak sanggup mewujudkan impian Samsul. Samsul nasibnya tidak ingin seperti orangtuanya, Ia ingin tidak buta huruf. “Samsul ingin mondok di pesantren, tapi ibu nggak punya uang. Samsul nggak ingin seperti bapak & ibu, nggak sekolah” kini Samsul dengan Semangat dan Kemauan yang tinggi dalam berjuang untuk mencapai cita-citanya.

sumber

ups.. KERANJANG SEPEDA jadi SARANG LEBAH euyyy…

 

A swarm of bees that made home on a cycle basket and tyre in March Town centre

Buzz off: Thousands of excited insects turned the bicycle basket into a buzzing bomb the size of a football in March, Cambridgeshire causing a stir in the local community

 

A pensioner looks at the buzzing bees from a safe distance. Worried Carol Key, manager of nearby menswear shop Dobsons, said her bicycle was alongside the buzzing bikeA pensioner looks at the buzzing bees from a safe distance. Worried Carol Key, manager of nearby menswear shop Dobsons, said her bicycle was alongside the buzzing bike

 

Up close: The bees swarm around the bike basket. Malcolm Jackson, a volunteer at an RSPCA shop, alerted police and was put in touch with beekeeper Edward Turner

Up close: The bees swarm around the bike basket. Malcolm Jackson, a volunteer at an RSPCA shop, alerted police and was put in touch with beekeeper Edward Turner

 

Buzz off: The excited insects turned the bicycle basket into a buzzing bomb the size of a football in March, Cambridgeshire

Help: A beekeeper arrived to remove the bees and took them to his own apiary before anyone was stung

sumber

JEMURAN HORROR ini bikin bulu kuduk ane MERINDING

 

Whoever is trying to dry his laundry in such a “stylish” horror way is probably a big fan of The Ring movie. I’d be scared to death if I see this in my city.

 

1Stylish Horror Laundry Drying
2Stylish Horror Laundry Drying
3Stylish Horror Laundry Drying

sumber

Kategori:revo Tag:, ,

Sotosop asli Indonesia [dijamingakak guling2 gan]

Spoiler for ovj di hongkong:
Spoiler for lagi:
Spoiler for Rossi isi bensin:
Spoiler for Rock Lee:
Spoiler for Nasule Uzumaki:
Spoiler for pelem menculik minori:
Spoiler for SWAT:
Spoiler for Rossi apes gan diJakarta:
Spoiler for bonus update:

 

Spoiler for sule bieber:
Spoiler for lagi:
Spoiler for lagi2:
Spoiler for lady gagap:
Spoiler for sule pamungkas:

Spoiler for sang pelawak:
Spoiler for suleno royale:
Spoiler for justin bibir:
Spoiler for presiden sule:
Spoiler for OVJBF:

sumber :

Kategori:revo Tag:, , , , ,

HORROR abiesss… MUSEUM BAYI BAYI GAGAL di BANGKOK

Baby with arms and legs cut off

Ballsack infected with elephantitis. It was about 3 feet across

Ballsack infected with elephantitis.  It was about 3 feet across

Some sort of disease?

Some sort of disease?

Awww, they’re kissing.

Awww, they're kissing.

Head has a bullet wound in it. Cut in half so you can see the path of the bullet.

Head has a bullet wound in it.  Cut in half so you can see the path of the bullet.

If he’s so smart, how come he’s dead?

If he's so smart, how come he's dead?

Arm and leg run over by car

Arm and leg run over by car

Sshhh…baby’s sleeping

Sshhh...baby's sleeping

Harlequin baby.

Harlequin baby.

Baby cut in half

Baby cut in half

The museum is located in a hospital and I accidentally wandered into the morgue, or “dissection room”. Just a pile of bodies.

The museum is located in a hospital and I accidentally wandered into the morgue, or "dissection room".  Just a pile of bodies.

Nobody seemed to care a kid with a camera was just walking around the morgue

Nobody seemed to care a kid with a camera was just walking around the morgue

I think these are arms?

I think these are arms?

Cafe outside the museum, because dead babies always make me hungry

Cafe outside the museum, because dead babies always make me hungry

 

Katy Perry Berbeda Tanpa Makeup

31 Mei 2012 1 komentar

 

In full costume: Katy with her stage make-up on in the outfitIn full costume: Katy with her stage make-up on in the outfit

 

Ternyata Katy Perry pun tampak seperti wanita biasa bila tidak menggunakan makeup!

Dalam film dokumenter terbarunya, ‘Part of Me,’ Katy memperlihatkan wajahnya tanpa dandanan apa pun, sangat kontras dengan makeup tebal, eyeliner dan bibir terang yang biasa dia gunakan. Dalam sebuah adegan, Katy tampak dengan wajah polos saat mengenakan kostum panggung di tur California Dreams.

Film dokumenter pelantun ‘Firework’ itu akan ditayangkan di bioskop pada 5 Juli, memberi kesempatan kepada para penggemar untuk melihat salah satu bagian dalam kehidupannya. Dalam film itu, Katy bahkan berterima kasih kepada penggemar karena “percaya dengan keanehanku!”

“Keanehan” yang dimiliki penyanyi berusia 27 tahun itu termasuk rambut warna-warni yang diperlihatkannya dalam setahun terakhir. Pada Juni 2011, Katy mengubah rambutnya dari hitam jadi tembaga, kemudian berganti lagi jadi pirang.

Pada Agustus, Katy mengubah rambutnya menjadi warna ungu, dengan ujung berwarna pink. Setelah mengumumkan perceraian dari Russell Brand pada Desember, dia kembali mengganti rambutnya jadi biru terang. Bulan lalu di Coachella, dia memperlihatkan rambut ungu gelap.

Barefaced and beautiful; Katy Perry showed her natural beauty in the trailer for her documentary Part Of MeBarefaced and beautiful; Katy Perry showed her natural beauty in the trailer for her documentary Part Of Me

Fresh faced: Katy's new movie Part of Me shows her make-up free backstage at several of her concertsFresh faced: Katy’s new movie Part of Me shows her make-up free backstage at several of her concerts

sumber :

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 319 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: