Arsip

Archive for 28 Mei 2012

Serrem kecelakan mobil pikup terakam kamera

serrem abis kecalakan pikup terakam kamera begitu berhamburannya manusia terpelanting mobil yang berjungkal-jungkal cek videonya gan

Posted by Wordmobi

Kategori:revo

Cara Menarik Uang di ATM Melebihi Saldo Tabungan

 

SALDO TINGGAL 1jt BISA AMBIL 4jt.
cara ini ditemukan dengan tidak sengaja 2 hari yg lalu oleh seorang teman….

@ masukkan kartu ATM anda ke mesin ATM.

@ masukkan kode pin anda.

@ tekan tarik tunai.

@ pilih nominal yg anda inginkan.

@ kemudian mesin ATM akan mulai bunyi menghitung.

@ Nah pada saat mesin ATM menghitung tekan enter sebanyak yang anda inginkan uang yg akan keluar tetapi maksimal 4x saja.

Sebagai contoh: saat anda pertama kali pilih nominal 1 juta maka jika di enter 2x pada saat mesin sedang menghitung maka akan keluar 2jt. Jika di enter 3x maka akan keluar 3jt. Jika di enter 4x maka akan keluar 4jt.
ini sudah dibuktikan teman dan berhasil dalam mimpinya 2 hari yg lalu …….
selamat mencoba ……….

sumber

Kategori:revo Tag:, , , , ,

Video Pesawat Terangkat Karena Angin Besar

28 Mei 2012 1 komentar

 

Bagaimana kencangnya angin yang sedang terjadi di suatu bandara Los Angeles hingga membuat pesawat jet hingga terangkat. tonton saja videonya.

 

 

 

sumber

Kategori:revo Tag:, , , ,

Gayanya Bener2 seperti Cewe Dewasa

28 Mei 2012 2 komentar

 

sumber

Kategori:revo

Peci lebih Hebat dari Pada Helm

http://absoluterevo.files.wordpress.com/2012/05/haji.jpg?w=218

Pada suatu hari yang cerah, pa haji sedang asik asiknya naik motor, tapi pa haji naik motor ga pake helm, tapi malah pake peci. Tiba tiba ada razia dan pa haji dicegat sama polisi…
P Pak Polisi
H Pak Haji
P: Selamat siang pak
H: Siang juga pak
P: Kenapa bapak tidak menggunakan helm, padahal jelas jelas polisi sudah mewajibkan pengguna motor untuk memakai helm pada saat berkendara
H: (dengan tenang) Oh gitu ya pak, tapi kan sayaudah pake peci pak
P: Tapi aturanya pake helm pak
H: Ah, tapi kalo saya sebenarnya ga setuju pak sama aturan itu
P: Loh kenapa pak?
H: Coba deh saya tanya, helm sama peci lebih kuat mana?
P: Helm dong pak, makannya helm diwajibkan
H: Bapak salah
P: Loh kok?
H: Gini nih (dengan tenang) coba nih saya banting helm bapak ke aspal
BRAKK!!! Helm pak polisi pecah
H: Tuh kan pecah
P: (bengong)
H: Coba nih peci saya banting juga ke aspal
BLETAK!!! Pecinya baik baik saja
H: Tuh kan… Kuat mana coba?
P: Blengerannnn…. ?????
sumber

Posted by Wordmobi

Kategori:revo

Ini Penyebab Sukhoi Jatuh Versi Pemerintah?

154989_sukhoi-superjet-100_209_157.jpg

Pemerintah akhirnya mengungkapkan penyebab kecelakaan pesawatSukhoi Superjet 100. Menteri Perhubungan EE Mangindaah menjelaskan secara langsung penyebab jatuhnya burung besi asal Rusia itu.
Di hadapan anggota Komisi V DPR itu, EE Mangindaan memaparkan kronologi kecelakaanyang terjadi pada Rabu 9 Mei 2012 tersebut. Menurut dia, sesuai izin yang diberikan, pada hari itu pesawat Sukhoi itu akan melakukan dua demo terbang, yaitu pada pukul 11.15 WIB dan 14.00 WIB.
“Pada penerbangan pertama, pesawat kembali dengan selamat ke Bandara Halim Perdanakusuma,” kata EE Mangindaan dalam rapat yang digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 28 Mei 2012.
Mangindaan melanjutkan, pada penerbangan kedua, burung besi buatan Rusia itu akan melalui rute dari Halim Perdanakusuma ke Pelabuhan Ratu dan kembali ke Halim. Pesawat itu terbang pada ketinggian 10.000 kaki. Namun,sang pilot kemudian meminta izin untuk turun pada ketinggian 6.000 kaki. “Kemudian diizinkan,” kata EE Mangindaan.
Pesawat itu lalu hilang kontak, dan kemudian ditemukan jatuh di Gunung Salak setelah menabrak tebing. Seluruh penumpangnya yang berjumlah 45 orang tewas.
Berikut kronologi detik-detik jatuhnya pesawat Sukhoi:
1. Pukul 14.10 WIB pesawat meminta ijin untuk start engine .
2. Pukul 14.21 WIB pesawat take off melalui runway 06 menuju ketinggian 10.000 kaki.
3. Pukul 14.24 WIB pesawat melakukan kontak dengan ATC Bandar Udara Sukarno-Hatta pada radial 200 Halim Perdanakusuma Very High Frequency Omnidirectional Range (HLM VOR).
4. Pukul 14.26 WIB pesawat meminta izin untuk turun ke ketinggian 6000 kaki.
5. Pukul 14.28 WIB pesawat meminta melakukanmemutar 360 derajat orbit right di atas training area Atang Sanjaya.
6. Pukul 14.52 WIB ATC BSH memanggil pesawat karena tidak terlihat pada monitor radar.
7. Pukul 14.55 WIB STC BSH melaporkan kejadianhilangnya target pada ATS coordinator.
8. Pukul 15.35 WIB ditetapkan uncertainty phase.
9. Pukul 16.05 WIB ATC BSH menghubungi SAR.
10. Pukul 16.55 WIB ditetapkan kondisi alerting phase
11. Pukul 18.22 WIB ditetapkan kondisi destress phase karena bahan bakar dinyatakan habis.
Dalam rapat itu, pihak Air Traffic System (ATC) Angkasa Pura II pun mengungkapkan alasan memberi izin bagi pilot Alexandr Yablontsev turun dari ketinggian 10.000 ribu ke 6.000 kaki sesaat sebelum kecelakaan.
Direktur Utama Angkasa Pura II, Tri S Sukono menjelaskan petugas memberi izin karena area pada saat pesawat itu turun merupakan area yang bersih, tak ada lalu lintas pesawat maupun gunung.
Tri kemudian menceritakan, pada saat jatuh, pesawat nahas itu take off dari Halim Perdanakusuma dengan menggunakan runaway 24 menuju area sesuai dengan permintaan pilot yaitu dengan ketinggian 10.000 kaki.
Kemudian, saat akan kembali ke Halim Perdanakusuma dengan runaway 06 dengan ketinggian 10.000 kaki saat mendekati Bogor, pilot meminta turun menjadi 6.000 kaki dan di atas Atang Sanjaya. Kemudian ATC menyetujui permintaan itu.
“Karena area itu area training yang biasa digunakan latihan. Ada 360 penerbangan training di wilayah itu. Area itu yang memang di- declare area training dan dimungkinkan terbang 6.000 kaki bahkan tiga ribu lakukan manuver,” kata Tri.
“Setelah pesawat Sukhoi tak terlihat di radar saat turun, 6 ribu feet clear untuk training . Jadi ATC, menurut kami, sudah lakukan tugas sebagaimana adanya,” kata dia.
Dari segi cuaca, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, saat peristiwa terjadi, cuaca di sekitar Gunung Salak dalam keadaan berawan. “Tidak ada cuaca signifikan yang dapat memengaruhi penerbangan,” kata Kepala BMKG Sri Woro Buadiati Harijono.
Berdasarkan laporan dari Stasiun klimatologi Darmaga Bogor yang berjarak 18 kilometer dari lokasi jatuhnya pesawat, pada saat itu, cuaca berawan Cumulonimbus.
Cumulonimbus merupakan awan konvektif yang ketinggian dasar awan sekitar 600 meter dari permukaan tanah dan puncak awan dapat lebih dari 10 ribu meter. Awan ini biasanya menimbulkan hujan lebat dan angin kencang.
Sementara berdasarkan laporan dari Stasiun Klimatologi Atang Sanjaya, yang berjarak 19 kilometer dari lokasi kejadian, cuaca pada saat itu berawan Strato Cumulus.
Spekulasi Rusia
Penyebab kecelakaan Sukhoi hingga saat ini masih misteri. Muncul sejumlah spekulasi mengenai jatuhnya pesawat teranyar Sukhoi itu. Termasuk pihak Rusia.
Kalangan di Rusia menduga ada sabotase sehingga terjadi kecelakaan yang menewaskan 45 orang. Badan intelijen militer Rusia (GRU) dikabarkan sedang menyelidiki kemungkinan militer Amerika Serikat berada di balik kecelakaan pesawat Sukhoi tersebut. Mengutip sumber anonim dari badan intelijen militer Rusia,mereka telah lama melacak kerja Angkatan Udara AS di Bandara Jakarta.
“Kami tahu mereka memiliki peralatan khusus yang dapat memotong komunikasi, mengganggusinyal dari darat atau mengganggu parameter kapal,” kata seorang jenderal GRU tanpa mau disebutkan namanya kepada tabloid Komsomolskaya Pravda , Kamis 24 Mei 2012.
Spekulasi lainnya, kecelakaan itu dianggap sebagai sabotase industri. “Di sisi lain, kita tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa ini adalah sabotase yang disengaja untuk menurunkan industri pesawat kami di pasaran,” kata sumber lain.
Ini bukan kali pertama Rusia curigai AS mensabotase pesawat buatan mereka. Pada Oktober lalu, seorang mantan pejabat juga menyalahkan radar Amerika di Alaska atas hilangnya pesawat penyelidikan antariksa FobosGrunt.
Meski demikian, sejumlah ahli penerbangan Rusia menolak teori sabotase. Apapun teorinya, harus dibuktikan secara ilmiah berdasarkan fakta. “Semua teori yang dikemukakan saat ini cacat, kurang bukti, dan ada terlalu banyak rumor,” kata Roman Gusarov, pengamat penerbangan Rusia sekaligus editor Avia.ru, seperti dimuat situs Christian Science Monitor.
Gusarov mengakui, cara pabrik Sukhoi mengatasiinformasi terkait bencana di Indonesia sangat buruk. “Bahkan sejak awal, mereka mengembangkan pesawat, seolah-olah itu adalah jet tempur rahasia ketimbang pesawat sipil,” kata Gusarov. Menurut dia, mencari kambing hitam seakan ada kekuatan eksternal yang memicu tragedi, adalah tak bijak.
Sementara, pakar penerbangan Rusia lain, Oleg Pantaleyev mengatakan, belum ada bukti kuat menuduh AS melakukan sabotase untuk merusak pasar SSJ-100.
Apalagi, AS tak memproduksi pesawat sejenis. Bahkan, sejumlah perusahaan pesawat asing, termasuk Boeing ikut membantu pengembanganSSJ-100.
“Investigasi kecelakaan sulit dilakukan karena bagian dari kotak hitam belum ditemukan. Medan yang sulit membuat pencarian sangat berat,” kata dia. “Dibutuhkan waktu untuk membuktikan kasus yang penuh kompleksitas ini, jangan berharap sekonyong-konyong ada kesimpulan.”
Belum ada tanggapan dari pihak AS soal tudingan itu. Namun, ini bukan kali pertamanya Rusia menuduh AS melakukan sabotase.
Namun, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memilih untuk tidak mau menanggapi tudingan Rusia itu. KNKT masih berkonsentrasi mengungkap isi rekaman dalam Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merupakan bagian dari kotak hitam. Meski bagian lainnya yakni Flight Data Recorder (FDR) belum juga ditemukan.
Kepala Sub Komite Penyelidikan Kecelakaan Transportasi Udara KNKT, Masruri menolak berkomentar terkait tudingan intelijen Rusia yang menyatakan sabotase intelijen Amerika Serikat sebagai penyebab kecelakaan itu.
“Kalau itu saya tidak bisa menjelaskan. Selain penyelidikan belum selesai, memang saya tidak punya kapasitas menjawabnya,” ujar Masruri dalam perbincangan dengan VIVAnews .
“Kami tahu mereka memiliki peralatan khusus yang dapat memotong komunikasi, mengganggusinyal dari darat atau mengganggu parameter kapal,” kata seorang jenderal GRU tanpa mau disebutkan namanya. Bagi KNKT, spekulasi-spekulasi itu lebih baik tidak ditanggapi. “Kami tidak membahas soal itu,” kata Masruri lagi.
Meski demikian, hingga misi pencarian berakhir, tim tak kunjung menemukan FDR. Setidaknya begitu penjelasan Tim SAR. Padahal tim sudah bekerja sangat keras. Radius satu kilometer dari dinding maut Gunung Salak itu sudah disisir habis. Beberapa hari belakangan, tim pencarian memang fokus mencari FDR itu. “Jadi operasi pencarian FDR ini dinyatakan ditutup,” kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya Daryatmo, di Pasir Pogor, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Senin 21 Mei 2012.
Operasi berhenti tanpa menemukan FDR kemudian menimbulkan sak wasangka. Ada yang menduga bahwa alat itu sudah ditangan tim Rusia. Alat FDR itu merupakan bagian dari black box , yang diharapkan bisa mengungkap sebab musabab kecelakaan maut ini. Spekulasi berkembang bahwa Rusia, yang sedang membangun industri penerbangan sipil, sangat berkepentingan dengan alat itu.
Tapi dugaan itu sudah dibantah keras Basarnas. Tim Rusia memang terjun juga ke Gunung Salak. Tapi, “Mereka juga tidak menemukan FDR itu,” kata Direktur Operasional Basarnas, Sunarbowo kepada VIVAnews , Senin 21 Mei 2012.
Tim Rusia tidak mungkin menyembunyikan alat itu. Sebab, kata Sunarbowo, tim yang datang dengan pesawat khusus itu bekerja di bawah pengawasan tim khusus Indonesia. “Kalau mau bergerak mereka minta bantuan kita,” tutur Sunarbowo. Basarnas meminta publik agar tidak menaruh curiga dengan tim Rusia. “Itu dugaan yang berlebihan. Karena setiap apa yang merekakerjakan, selalu kami kawal.”
Menunggu Santunan
Setelah melakukan pencarian dan identifikasi hingga kurang lebih 2 minggu, sebanyak 45 korban kecelakaan Sukhoi akhirnya teridentifikasi. Jumlah korban tersebut sesuai dengan pengumpulan data ante mortem (ciri-ciri korban).
“Kami menerima 50 laporan waktu itu, namun ada yang rangkap dua. Jadi ada nomor-nomor tertentu itu kita skip karena ada lima yang dilaporkan dua kali kemarin, tapi tetap jumlahnya 45,” ujar Direktur Eksekutif DVI Indonesia Komisaris Besar Anton Castelani di RS Polri Kramatjati, Jakarta.
Tim DVI berjumlah 150 personel yang dibagi menjadi beberapa tim ante mortem dan post mortem . Tim DVI merampungkan tugas lebih awal dari jadwal. Tim bertugas selama 24 jam nonstop dibagi menjadi tiga shift.
“Tim DVI merampungkan tugas lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan dengan hasil akrurasi mencapai 100 persen,” tuturnya. (Lihat daftar korban di sini ).
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov, mengatakan seluruh korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 akan menerima asuransi sesuai peraturan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Pihaknya akan memberi santunan sebesar Rp1,25 miliar kepada keluarga korban sebagaimana tertuang dalam peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang ganti rugi korban kecelakaan angkutan udara.
Namun, meski sudah teridentifikasi, saat ini pihak keluarga masih menunggu janji dari Sukhoi memberikan santunan. Perusahaan Sukhoi pun belum memutuskan untuk memberi santunan sebesar Rp1,25 miliar kepada keluargakorban, selain itu besarnya santunan masih dalam tahap pengkajian.
Demikian disampaikan oleh Sunaryo dari PT Trimarga Rekatama–agen penyalur Sukhoi di Indonesia. “Belum diputuskan,” kata Sunaryo saat berbincang dengan VIVAnews .
Menurut Sunaryo, mungkin pihak Sukhoi telah berbicara dengan Menteri Perhubungan terkait santunan itu. Dalam pembicaraan itu, Sukhoi bisasaja bersedia memberi santunan seperti aturan yang berlaku di Indonesia. “Dan Menhub memang mengatakan demikian, tapi belum ada hitam di atas putih,” ujar ia.
“Semuanya masih digodog oleh Sukhoi. Saya belum berani berbicara kalau Sukhoi belum menyatakan iya, karena sampai ditelepon ini belum ada hitam di atas putih. Tapi semua diusahakan.” Sementara, tutur Sunaryo, yang telah dia umumkan adalah santunan sebesar US$50.000 untuk keluarga korban.
Sunaryo mengatakan, masalah santunan itu hingga kini masih dalam proses pembahasan.”Secepatnya, mudah-mudahan segera selesai. Sehingga saya tidak dikejar-kejar wartawan dankeluarga korban. Saya harus mematuhi pihak Sukhoi,” katanya. (eh)

Sumber:

Posted by Wordmobi

Kategori:revo

Keren gan!! ngedorong motor sampai garis finish (Moto2)

28 Mei 2012 1 komentar

ada yg nonton moto2 kmrn???
mungkin banyak yg ga nonton, tapi saat itulah angka 13 menjadi penuh arti, saat Julian Simon, si pembalap moto2 yang terjatuh di tikungan terakhir harus kehilangan posisi 6-nya menjadi posisi 13.
Doi terjatuh karena masalah elektronik, dr jarak 100m-an dari bendera finish,NYESEK+TRAGIS, doi nyerah trus balik ke pit?ENGGA Bro!!!
Doi ngedorong motornya yang seberat minimal 125 kg + stamina yang dh abis ke garis finis yang jaraknya 100m-an..EDUAANNNNN!!!
si pengibar bendera finisnya pun terus ngasih semangat ke doi yang ngedorong motor segede gaban ntu sambil lari lho…Salute…!
katanya sih doi ngelakuinnya karena reaksi alam, berikut petikan wawancranya oleh motogp.com, doi juga menceritakan kenapa dia sampai nekad gitu :

Race Simón di Le Mans mungkin telah menghasilkan poin yang rendah untuk rider Spanyol, tapi tetap sebuah keajaiban bahwa dia mendapat apresiasi dari penggemar balap. Masuk nya agak tidak biasa ke track lurus, di mana ia mendorong motor ke arah garis finish setelah terjatuh di tikungan terakhir, membuat penonton bangkit dari kursi mereka dan mungkin banyak dari sofa mereka. Dia langsung menjadi simbol olahraga keberanian, dan bagi banyak orang ini menyimpulkan apa perlombaan yang sebenarnya.

Dalam berlari ke garis finis, pengendara dari Toledo berhasil menyelamatkan posisi ke-13, setelah motornya mengalami gangguan listrik di tikungan terakhir saat berada di posisi enam, dan membuktikan bahwa dia adalah seorang pengendara yang tidak pernah menyerah.

Julian, Anda telah diberi makna baru ke frase “mendorong motor sampai ke batasnya …”

“Ya, itu benar Saya pikir orang menikmati melihat atlet yang berjuang sampai akhir, dan saya senang menjadi bagian dari peristiwa semacam itu. Tapi apa yang saya lakukan adalah reaksi alam. Itu sesuatu yang saya pikir semua pembalap akan melakukannya. Kita semua ingin melewati garis finish, bahkan mereka yang berada di posisi terakhir, dan itulah apa yang kupikirkan di Perancis, saya pikir jika saya turun dari motor dan mendorongnya melintasi garis aku bisa menyelamatkan beberapa poin.. Pada akhirnya saya masih berhasil untuk mendapatkan tiga poin. ”

Tampilan Anda dari menyerah dan tidak mau jatuh pada rintangan terakhir, mungkin telah berdampak lebih dari beberapa podium Anda …

“Orang-orang bersorak dan senang melihat saya berlari ke garis finis, dan akan tetap menjadi memori yang besar yang saya tidak diragukan lagi, akan ku ingat selamanya. Bahkan, saya ingin membingkai gambar itu dan menggantungnya di rumah. Meskipun perlombaan bukan hasil yang besar, itu akan mengingatkan saya pada memori itu. ”

Terlepas dari akhir yang tak terduga dan dramatis, Anda memiliki race yang sangat ketat, di mana Anda berjuang dengan kelompok terdepan dalam kondisi yang ketat. Apakah Anda melihat kemajuan dengan sasis Suter Anda setelah digunakan sejak GP di Jerez?

“Kami memperoleh hasil yang lebih kompetitif, tetapi kita perlu tuning sedikit lebih baik, terutama berkaitan dengan feeling bag.depan, untuk melaju sedikit lebih cepat. Aku mencoba banyak posisi dan bersenang-senang meskipun kondisi lintasan yang buruk. Selama sesi latihan saya memiliki kecepatan untuk menyelesaikan lomba di mungkin kelima atau keenam, dan di situlah kami berada. ”

“Saya harus keluar jalur untuk menghindari Corsi yang telah jatuh, dan saya kehilangan banyak posisi tetapi saya harus bangkit kembali. Kita berada pada titik di mana jika saya mendapatkan suatu set up untuk membuat saya lebih percaya diri dengan bagian depan Suter saya, saya yakin kami akan bisa berjuang untuk tempat lima besar menjelang akhir musim. ”

Perlombaan berikutnya adalah di sirkuit Montmelo, di mana tahun lalu Anda mengalami kecelakaan serius yang mengakibatkan patah tulang tibia dan fibula di kaki kanan, yang menghancurkan perjuangan anda. Apakah ini akan membebani pikiran Anda ketika mendorong untuk hasil yang baik?

“Perlombaan ini adalah kesempatan besar bagi saya untuk melepaskan diri dari pikiran-pikiran buruk dari tahun lalu dan mendedikasikan hasil yang baik untuk fans saya, saya ingin mendapatkan ke tingkat dengan Suter, keberadaan saya sepenuhnya di-tune dengan itu dan. mampu mencapai hasil yang baik. Di Catalunya, tujuan saya adalah untuk berada di antara lima besar atau sepuluh besar, karena di sanalah kita seharusnya berada Mari kita lihat apa yang terjadi,. tapi Montmelo adalah tempat yang sempurna untuk melupakan kecelakaan dari tahun lalu dan mulai menatap ke depan.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 315 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: