Arsip

Archive for 25 November 2011

Hot News: Ariel dan Luna Maya Putus?

 

Bisa dibilang pasangan artis Ariel dan Luna Maya mampu melewati cobaan berat saat mereka menghadapi kasus ‘super berat’ video porno. Mereka saling support untuk menyelesaikan kasus yang mengantarkan Ariel divonis hukuman penjara itu.

Belakangan berkembang kabar bahwa mereka telah mengakhiri hubungan. Hal ini ditandai dengan semakin jarang, hampir dua bulan, Luna tidak mengunjungi Ariel di rumah tahanan Kebon Waru Bandung, tempat vokalis Peterpan itu menjalani hukuman. Padahal Luna biasanya seminggu sekali bertandang menemui sang kekasih.

Tidak berhenti di situ, Raffi Ahmad, Ayu Dewi dan Olga Syahputra saat di acara Dahsyat beberapa waktu lalu mengolok-olok Luna yang saat itu bermain ke Studio RCTI. Mereka dengan bahasa guyonan menyebut Luna telah punya pendamping baru.

Belum ada kepastian tentang putusnya hubungan mereka. Baik Luna Maya maupun Ariel belum memberikan konfirmasi. Hanya salah seorang teman dekat Ariel, kepada Detikhot.com mengungkapkan kalau hubungan mereka sudah berakhir.

“Benar, mereka sudah putus. Hampir dua bulan Luna nggak jenguk Ariel,” ungkap pria yang tidak disebutkan namanya itu.

Sementara itu saat KapanLagi.com® mencoba klarifikasi kepada yang bersangkutan, Luna Maya tidak bisa dihubungi karena sedang berada di Hawaii, menghadiri pernikahan putra Raam Punjabi. (kpl/dar)

sumber

Kategori:revo

Ini Dia Perbedaan S3ks dengan Pria Disunat dan Tak Disunat

25 November 2011 1 komentar

 
Pada mulanya, sunat dilakukan sebagai bagian dari tradisi. Namun lama-kelamaan, sunat juga dilakukan untuk kebersihan dan kesehatan penis. Meskipun begitu, masih banyak pria yang karena beberapa alasan tertentu belum menjalani sunat di masa dewasanya. Kondisi disunat atau tidak disunat ini ternyata dapat memengaruhi kehidupan seks pria, dan tentu saja pasangannya.

undefined

Menurut Dr Patti Britton, PhD, direktur Sexuality Certificate Track di Chicago School of Professional Psychology/Westwood, sunat memberikan keuntungan khusus bagi Anda maupun pasangan Anda. Pertama, si dia tak perlu repot lagi membersihkan kulit penutup bagian kepala penisnya (preputium,atau lebih dikenal dengan sebutan kulup). Kepraktisan ini tak dimiliki oleh pria yang tidak disunat, karena ia butuh upaya ekstra untuk menarik kulit tersebut dan membersihkan bagian yang tertutup sebelumnya.

Membersihkan area kepala penis (yang tertutup kulup) memang diperlukan untuk menghindari aroma tak sedap atau pengaruh yang lebih serius dari penumpukan bahan yang dikeluarkan oleh kelenjar (smegma). Dengan sendirinya, lebih sedikit bakteri atau kuman yang bisa berpindah ke tubuh Anda dan memengaruhi kesehatan Anda.

Kedua, sebagian perempuan memilih pria yang sudah disunat karena penetrasi yang terjadi akan mengurangi gesekan yang kurang nyaman di dalam vagina. Begitu terjadi penetrasi, kepala penis yang sudah disunat lebih mudah masuk dan keluar untuk menciptakan rasa nyaman untuk Anda maupun pasangan Anda.

Sedangkan bila Anda memiliki pasangan yang belum disunat, seks yang lebih aman harus lebih diperhatikan. Pria dengan penis yang masih tertutup kulup kadang-kadang mengalami kesulitan menemukan kondom yang pas, atau memastikan kondom tetap terpasang selama penetrasi terjadi. Hal tersebut bisa menciptakan kekhawatiran tersendiri bagi perempuan, dan dengan sendirinya mengacaukan aktivitas seks tersebut.

Penis yang belum disunat juga memiliki aroma atau rasa yang berbeda. Aroma di area genital memang normal, tetapi jika terlalu kuat, kemungkinan besar penis pasangan kurang terjaga kebersihannya. Higienitas yang kurang juga bisa menyebabkan infeksi di bawah kulup, yang gejalanya bisa berupa iritasi, kemerahan, aroma tak sedap, dan gejala tak normal lainnya.

Meskipun begitu, bila selalu dijaga kebersihannya, penis yang belum disunat juga memberikan sensasi tersendiri. Lapisan tipis dari preputium tersebut sangat sensitif. Ketika mengalami ereksi, kulit tertarik sendiri ke porosnya, menampakkan kepala penis sehingga terlihat sama dengan penis yang sudah disunat. Selama intercourse, seks oral, dan masturbasi, kulit yang tertarik tersebut bisa bertindak sebagai pelumas. Ketika penis mendorong masuk, ia akan menciptakan gesekan ekstra yang bisa saja menimbulkan kenikmatan tersendiri bagi perempuan yang menyukainya.

Pada akhirnya, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk saat berhubungan seks dengan pria yang disunat atau tak disunat. Semuanya kembali pada selera masing-masing perempuan. Perempuan yang memiliki pasangan yang tak disunat pun bisa menikmatinya.

sumber 

Kategori:revo

Aura Kasih S3xynya Bikin Seger………( Pic + Video Pemotretan )

25 November 2011 4 komentar

 
undefined

undefined

 

 

 

 

 

sumber

Kategori:revo

Ikan Terbang

 


sumber

Kategori:revo

Apa itu kacung…!?

assalaamu’alaikum wr. wb.

 

Hidup sebagai kacung adalah sebuah tragedi besar.  Seorang kacung tidak paham apa pun kecuali apa yang dijejalkan ke dalam otaknya oleh orang yang dengan sukarela ia jadikan majikan.  Ia tidak menelan apa pun kecuali apa yang disuapkan ke dalam mulutnya, dan lambungnya akan mencerna apa pun yang diberikan padanya. 

 

Di jaman modern seperti ini, ada saja manusia yang dengan senang hati menjadikan dirinya sebagai kacung.  Bukan hanya orang kampung yang tinggal di daerah terpencil dan tidak makan bangku sekolah saja yang gampang dibohongi, namun juga mereka yang sudah memiliki titel sarjana, kerja kantoran pekerja pabrik,  dan mengenakan dasi setiap harinya.  Mereka sendirilah yang telah menobatkan diri sebagai kacung.  Allah SWT telah memuliakannya lebih tinggi daripada alam semesta ciptaan-Nya dan malaikat-malaikat yang selalu setia pada titah-Nya, tapi justru dirinya sendirilah yang memilih untuk merendahkan diri sedemikian rupa.

 

Kacung ada di mana-mana.  Ada gadis-gadis muda yang konon sudah tidak lagi merasa memiliki derajat lebih rendah daripada laki-laki, namun berteriak-teriak histeris sampai pingsan ketika artis pujaan hatinya melenggang menuju panggung.  Ada santri yang sudah puluhan kali khatam Qur’an dan ribuan kali memperbarui ikrarnya untuk hanya loyal pada perintah Allah, namun fatwa kyai idolanya dianggap lebih canggih daripada Kitab Suci.  Ada juga mahasiswa-mahasiswa muda yang siap mati demi perjuangan yang tidak jelas juntrungannya.

 

Sekarang ini, yang dipertuhankan manusia bukan hanya Allah.  ‘Tuhan-tuhan’ itu ada dimana-mana.  Ada yang mempertuhankan kesenangan pribadi, sehingga segalanya halal asalkan memuaskan.  Apa bedanya istri yang sah dan setia menunggu di rumah dengan seorang pelacur yang bisa dibayar untuk kesenangan beberapa jam?  Tidak ada yang tahu bagaimana seorang hedonis berpikir, karena mereka memang sudah tidak lagi berpikir.

 

Ada juga yang mempertuhankan demokrasi.  Segalanya sah asalkan rakyat menerimanya dengan suara bulat.  Kalau tidak bulat, mayoritas pun bolehlah.  Maka minuman keras di tengah masyarakat pemabuk sah-sah saja.  Pelacuran di kawasan lokalisasi adalah wajar.  Rokok pun menjadi halal-halal saja, karena para ‘ulama’ banyak yang menginvestasikan dana dalam industri tersebut.  Suara rakyat adalah suara Tuhan!  Begitulah kata Akbar Tanjung dalam sebuah acara talkshow di GWW IPB, tahun 1999 silam.  Tapi bukankah Tuhan punya hak penuh untuk tidak setuju?

 

Ada yang mempertuhankan organisasinya sendiri.  Apa pun yang dikatakan oleh para petinggi, maka itu harus dianggap sebagai sebuah kebenaran.  Apalagi kalau organisasi itu memakai ‘atribut’ keislaman, maka fatwanya bisa dianggap sama dengan wahyu Allah sendiri.  Bukan main!

 

Yang paling menakjubkan tentunya ketika manusia pun dianggap sama seperti Tuhan.  Seorang raja dengan congkaknya membiarkan hidup seorang manusia dan menghukum mati seorang yang lain, lalu berkata dengan yakin di hadapan Nabi Ibrahim as. : “Aku bisa menghidupkan dan mematikan seperti Tuhan!”  Dengan cerdiknya Sang Nabi berseru, “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat!”  Maka selesailah sudah perdebatan tersebut.

 

Percaya atau tidak, di jaman yang (katanya) serba maju ini, masih juga banyak manusia yang berpikir dengan pola feodalisme, serba menurut begitu saja pada para idola.  Apa pun yang dilakukan oleh sang idola dibenarkannya dengan sepenuh hati.  Jika idolanya berkata bahwa aurat bebas dibuka sesuai keinginan sang pemilik tubuh (padahal tubuh ini hanyalah milik Allah), maka ia pun akan menurut dengan patuhnya.  Jika idolanya beranggapan bahwa “assalaamu’alaikum” bisa disubstitusi saja dengan “selamat pagi, siang dan sore”, maka para kacung pun membenarkannya.  Jika sang idola yang sudah sekolah keluar negeri berfatwa bahwa ayat ini bisa dipakai dan ayat itu sudah usang, maka kacungwan dan kacungwati pun menyerah tanpa syarat.  Jika ada yang mengkritik sang pujaan, maka para kacung pun berbaris rapat, mengangkat senjata, menebar ancaman, bahkan kemudian berpekik “Allaahu akbar!!!”, padahal Allah sudah jarang sekali ada di hatinya.

 

Suatu ketika, almarhum Rahmat Abdullah pernah bercerita di hadapan banyak orang di sebuah gedung olah raga di Bandung mengenai sebuah pengalamannya menjadi anggota DPR.  Pada suatu hari, rapat berlangsung ketat dan makan waktu lama hingga adzan Ashar pun berkumandang.  Dengan santainya sang Ustadz meminta waktu untuk shalat.  Dalam perjalanan menuju tempat shalat, seorang ‘ulama’ lain yang berasal dari sebuah partai Islam menyalaminya dengan kagum atas keberaniannya meminta waktu istirahat untuk melaksanakan shalat.  Ternyata, selama ini jarang sekali ada yang minta rapat ditunda untuk shalat sejenak.  Duhai, betapa wakil rakyat yang Muslim pun sudah menjadi kacung bagi aturan-aturan anti-Islam.  Sudah berapa lamakah hal ini terjadi?

 

Kita boleh saja mengagumi seseorang, menjadikannya sebagai guru, menjadikannya teladan, dan memintanya secara khusus untuk mengajari kita.  Kita juga boleh aktif terlibat dalam sebuah organisasi, baik berupa ormas, LSM, OSIS, DKM, Karang Taruna, atau partai politik.  Tapi kita harus selalu ingat bahwa manusia diciptakan bukanlah untuk menjadi hamba yang lain.  Hanya satu yang harus kita jadikan majikan, dan tidak boleh tidak.  Kita adalah hamba-Nya, bukan kacung orang lain.

 

Anda tidak bisa menjadi Muslim jika masih berpikir seperti kacung.

 

wassalaamu’alaikum wr. wb.

sumber:http://akmal.multiply.com/journal/item/283

Kategori:revo

Beredar Pose Bug*l Artis Gan Lulu & Ibunya di Internet

 
Artis Gan Lulu kembali menjadi perbincangan hangat warga Beinjing memosting foto-foto tel*njangnya, dan sang bunda di internet.

undefined

Anehnya, ibundanya juga dengan sengaja meng-upload foto-foto nakal mereka yang berciuman bibir, meremas payudara, serta berpose sensual. Demikian seperti dilansir Mingxing.com, Jumat (25/11/2011).

Beberapa netizen menganggap tindakan ibu, dan anak itu memamerkan keintiman, hal yang menjijikkan.

Ulah ibu dan anak itu bukan kali pertama menggemparkan industri hiburan China. Pada Februari lalu, sang bunda pernah memfilmkan Gan Lulu yang sedang mandi. Itu dilakukan dia untuk menarik perhatian pria dengan kemolekan tubuh putrinya.
sumber 

Kategori:revo

Ciuman Perpisahan……So Sweet Bangettttt….

 
Yes, the animal world can be harsh and cruel as well as ours is and it is much about the survival of the fittest and the most insolent. So here’s a story where a woodpecker and a grosbeak came across… Only one could stay with delicious food and the other one should kiss this food goodbye… Or maybe it was just a kiss

undefined

undefined

undefined
undefined

undefined

sumber 

Kategori:revo
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 309 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: