Arsip

Archive for 7 November 2011

Hack Time Di 4Shared dan Rapidshare

7 November 2011 2 komentar

Assalamualaikum Wr. Wb
Menghack waktu tunggu 4shared dan rapidshare
Sebagian besar dari anda menggunakan 4shared untuk virtual drive anda bukan? Tetapi yang paling menyebalkan adalah ketika anda mau mengunduh (download/donlot) file anda harus menunggu beberapa detik sebelum tombol “Download” muncul. Sama seperti di rapid*share.
Bukankah itu menyebalkan? Sebenarnya kita tidak perlu menunggu selama itu. Dengan sedikit akal-akalan, anda dapat menghack “Download Time Waiting” atau waktu tunggu download. Caranya? MUDAH SEKALI!!!!

1) Buka halaman download file rapidshare atau 4shared
2) Klik tombol “Free User” (rapidshare) atau “Download” (4shared)
3) Saat waktu tunggu sedang berjalan, ketikkan kode berikut ini pada Address
Bar Browser anda:

javascript:var c=0

atau

javascript:alert(c=0)

silahkan di coba
Wassalamualaikum Wr. Wb

sumber:http://updatepengetahuan.blogspot.com/2011/06/hack-time-di-4shared-dan-rapdishare.html

Kategori:revo

Trik Mempercepat Internet Sampai 200%

NetScream 1.1.17.2011 merupakan software yang dapat membantu mempercepat kecepatan internet kamu. Dengan sedikit settingan dan interface yang sangat simple, kamu pasti cepat mengerti cara menggunakannya bahkan yang baru mengenal komputer dan internet sekalipun. Selain itu, NetScream 1.1.17.2011 juga dapat membantu mempercepat download dan upload file lewat internet.

NetScream 1.1.17.2011 ini secara otomatis akan mengubah pengaturan modem kamu dan menyeimbangkan semua jenis koneksi internet dan semua jenis modem. Menurut sumber yang saya baca, NetScream 1.1.17.2011 juga merupakan software optimasi internet terbaik di pasar.

NetScream 1.1.17.2011 kompatibel dengan semua OS Microsoft Windows dan juga semua modem. Jangan lupa untuk memutus jaringan internet kamu saat menjalankan program ini.

Cara instalasi NetScream

1. Instal Netscream.exe
3. Setelah Itu masukkan Serial yang ada di dalam Rarnya

Downloads : Download NetScream

Sebenarnya masalah ngefek atau tidak itu tergantung dari koneksi kita sendiri intinya tool ini memaksimal kan koneksi yang belum maksimal

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10307776

Kategori:revo

Parah!!! Pernyataan Dewi Persik : Film Yang Mendidik Tidak Laku

7 November 2011 3 komentar
undefined

Dewi Persik dan para bintang film ‘Mati di Ranjang,’ dalam live chatting bersama detikforum diserbu berbagai pertanyaan. Pertanyaan yang paling banyak adalah mengenai film tersebut yang dianggap tidak bermoral.

“Bermoral dan nggak, kamu harus lihat dulu yah,” begitu tulis Dewi saat menjawab pertanyaan salah satu peserta chatting. Live chatting detikForum bersama para bintang ‘Tiran’ (Mati di Ranjang) di kantor detikcom di Jl. Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (29/3/2010).

Dalam chatting tersebut, Dewi lebih banyak menjawab pertanyaan dengan canda. Misalnya saja ketika ia disebut over acting.

“Masa sih???aduh…kalau aku over ntar actingnya dikurangi dech,” tulisnya lagi.

Saat chatting, ada juga peserta yang mengatakan kalau film-film Dewi Persik tidak mendidik. Apa kata mantan istri Saipul Jamil itu?

“Ga mendidik? kamu dah liat toooo,,,oww,,,yg mendidik yg gimana,,, km bisa jamin ga, kalau yg mendidik laku?,” tulisnya.

Kategori:revo

Mengapa Allah Merahasiakan Mati?

7 November 2011 1 komentar


Mati pasti akan terjadi dan dihadapi oleh yang hidup. Hanya saja tidak akan pernah dapat mati itu ditentukan. Mematikan adalah hak absolut yang dimiliki oleh Yang Menghidupkan. Mengapa Allah merahasiakannya?

1. Agar kita tidak CINTA DUNIA. Agar kita tidak cinta pada sesuatu yang PASTI TIADA. Jangan sampai ada mahluk, benda, jabatan yang menjadi penghalang kita dari Allah, karena sesuatu mahluk, benda, jabatan pasti akan diambil oleh yang menitipkannya

2. Supaya kita tidak menunda AMAL. Kita tidak pernah tahu akan mati. Detik selanjutnya dari setelah aku kirim email ini atau satu jam lagi, satu hari lagi, minggu depan, bulan depan atau tahun depan, semua dirahasikan Tuhan agar kita tidak menunda semua perbuatan baik yang akan kita lakukan, tobat yang kita lakukan,
maaf yang kita ucapkan.

3. Mencegah Maksiat. Orang akan wafat sesuai dengan kebiasaannya.
Ingat sinetron Rahasia Illahi, kan? Jadi …. Ga mau kan kita mati ketika sedang berbuat dosa??? pasti semua orang ingin kembali dalam khusnul khotimah

4. Agar menjadi orang yang cerdas. Karena hanya orang yang cerdas yang tahu bagaimana mempersiapkan mati. Yaitu dengan merubah apa yang fana ini menjadi sesuatu yang kekal. Misalnya, gaji kita yg fana, gimana caranya bisa jadi kekal? nomor satu, tabungan akhiratnya harus dilaksanakan! Untuk investasi masa depan kita

Taushiyah Lainnya (Dalam usaha Persiapan Akhirat)
a. Orang yang mampu, tapi tidak mau naik haji, matinya tidak dalam islam;
b. Menunda tidak bisa sempurnakan amal, karena tiap waktu sudah ada takdirnya masing-masing.
c. Jangan memderita memikirkan yang sudah tiada, karena yakinlah Allah Maha Tahu segala kebutuhan kita, dan Allah Maha Mencukupi.
d. Rahasia amal, adalah niat dari amalan itu. alangkah ruginya manusia yang pontang-panting mengejar sesuatu yang tidak jelas niatnya.

Semoga Bermanfaat

sumber:http://kisah-renungan.blogspot.com/2010/01/mengapa-allah-merahasiakan-mati.html

Kategori:revo

Belajar Dari Penjual Kerupuk

7 November 2011 1 komentar

undefined
Kisah ini diceritakan oleh Bp Chappy Hakim (mantan KSAU). Pada tahun 1969, saya mengikuti latihan para dasar, terjun payung statik di pangkalan Udara Margahayu Bandung. Menjalani latihan yang cukup berat bersama dengan lebih kurang 120 orang dan ditampung dalam dua barak panjang tempat latihan terjun tempur.

Setiap makan pagi, siang dan malam hari yang dilaksanakan di barak, kami memperoleh makanan ransum latihan yang diberikan dengan ompreng dan atau rantang standar prajurit. Diujung barak tersedia drum berisi sayur, dan disamping nya ada sebuah karung plastik berisi kerupuk milik seorang ibu setengah baya warga sekitar asrama prajurit yang dijual kepada siapa saja yang merasa perlu untuk menambah lauk makanan jatah yang terasa kurang lengkap bila tidak ada kerupuk. Sang ibu paruh baya ini, tidak pernah menunggu barang dagangannya.

Setiap pagi, siang dan malam menjelang waktu makan dia meletakkan karung plastik berisi krupuk dan disamping nya diletakkan pula kardus bekas rinso untuk uang, bagi orang yang membeli kerupuknya. Nanti setelah selesai waktu makan dia datang dan mengemasi karung plastik dengan sisa kerupuk dan kardus berisi uang pembayar kerupuk.

Iseng, saya tanyakan, apakah ada yang nggak bayar Bu? Jawabannya cukup mengagetkan, dia percaya kepada semua siswa latihan terjun, karena dia sudah bertahun-tahun berdagang kerupuk di barak tersebut dengan cara demikian. Hanya meletakkan saja, tidak ditunggu dan nanti setelah semuanya selesai makan dia baru datang lagi untuk mengambil sisa kerupuk dan uang hasil jualannya. Selama itu, dia tidak pernah mengalami defisit. Artinya tidak ada satu pun pembeli kerupuk yang tidak bayar. Setiap orang memang dengan kesadaran mengambil kerupuk, lalu membayar sesuai harganya. Bila dia harus bayar dengan uang yang ada kembaliannya, dia bayar dan mengambil sendiri uang kembaliannya di kotak rinso kosong tersebut.

Demikian seterusnya. Beberapa pelatih terjun, bercerita bahwa dalam pengalamannya, semua siswa terjun payung yang berlatih disitu dan menginap dibarak latihan tidak ada yang berani mengambil kerupuk dan tidak bayar. Mereka takut, bila melakukan itu, khawatir payung nya tidak mengembang dan akan terjun bebas serta mati berkalang tanah.

Sampai sekarang, saya selalu berpikir, mengapa orang sebenarnya bisa jujur dan dapat dipercaya, hanya karena pintu kematian berada didepan wajahnya. Yang saya pikirkan, bagaimana caranya membuat manusia setiap saat berada dalam kondisi atau suasana latihan terjun, mungkinkah?

sumber:http://kisah-renungan.blogspot.com/2010/02/belajar-dari-penjual-kerupuk.html

Kategori:revo

Pilihan Sulit


Silahkan pilih orang yang terpenting dalam sepanjang hidupmu.
Disaat menujuh jam-jam istirahat kelas, dosen mengatakan pada mahasiswa/mahasiswinya:

“Mari kita buat satu permainan, mohon bantu saya sebentar.”

Kemudian salah satu mahasiswi berjalan menuju pelataran papan tulis.

DOSEN: Silahkan tulis 20 nama yang paling dekat dengan anda, pada papan tulis.

Dalam sekejap sudah di tuliskan semuanya oleh mahasiswi tersebut. Ada nama tetangganya, teman kantornya, orang terkasih dan lain-lain.

DOSEN: Sekarang silahkan coret satu nama diantaranya yang menurut anda paling tidak penting !

Mahasiswi itu lalu mencoret satu nama, nama tetangganya.

DOSEN: Silahkan coret satu lagi!

Kemudian mahasiswi itu mencoret satu nama teman kantornya lagi.

DOSEN: Silahkan coret satu lagi !

Mahasiswi itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterusnya.

Sampai pada akhirnya diatas papan tulis hanya tersisa tiga nama, yaitu nama orang tuanya, suaminya dan nama anaknya.

Dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi tanpa suara, semua Mahasiswa/mahasiswi tertuju memandang ke arah dosen, dalam pikiran mereka (para mahasiswa/mahasiswi) mengira sudah selesai tidak ada lagi yang harus dipilih oleh mahasiswi itu.

Tiba-tiba dosen memecahkan keheningan dengan berkata, “Silahkan coret satu lagi!”

Dengan pelahan-lahan mahasiswi itu melakukan suatu pilihan yang amat sangat sulit. Dia kemudian mengambil kapur tulis, mencoret nama orang tuanya.

DOSEN: Silahkan coret satu lagi!

Hatinya menjadi binggung. Kemudian ia mengangkat kapur tulis tinggi-tinggi. Lambat laun menetapkan dan mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu, terdengar suara isak tangis, sepertinya sangat sedih.

Setelah suasana tenang, Dosen lalu bertanya, “Orang terkasihmu bukannya Orang tuamu dan Anakmu? Orang tua yang membesarkan anda, anak adalah anda yang melahirkan, sedang suami itu bisa dicari lagi. Tapi mengapa anda berbalik lebih memilih suami sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan ?

Semua teman sekelas mengarah padanya, menunggu apa yang akan di jawabnya.

Setelah agak tenang, kemudian pelahan-lahan ia berkata, “Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah besar setelah itu menikah bisa meninggalkan saya juga, yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya.”

Note :
Terkadang dalam hidup ini kita sering di hadapkan akan pilihan sulit. Dan kita harus melalui semua itu dengan hati yang lapang.

Dari: Widiyanto Yudie

Kategori:revo

Kisah Seekor Tikus

undefined
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam, “Hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??”

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak, “Ada Perangkap Tikus di rumah!!! Di rumah sekarang ada perangkap tikus!!”

Ia mendatangi ayam dan berteriak, “Ada perangkap tikus”
Sang Ayam berkata, “Tuan Tikus…, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku”

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Lalu sang Kambing pun berkata, “Aku turut bersimpati.. . tapi maaf, tidak ada yang bisa aku lakukan”

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama,”Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata, “Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya yang berbunyi. Menandakan perangkapnya telah memakan korban.

Namun ketika melihat perangkap tikusnya, seekor ular berbisa telah terjebak di sana. Ekor ular yang terjepit membuatnya semakin ganas dan menyerang istri si Petani.

Walaupun sang Suami berhasil membunuh ular tersebut, namun sang istri sempat tergigit dan teracuni oleh bisa ular tersebut.

Setelah beberapa hari di rumah sakit, sang istri sudah diperbolehkan pulang. Namun selang beberapa hari kemudian demam tinggi yang tak turun-turun juga. Atas saran kerabatnya, ia membuatkan isterinya sup ayam untuk menurunkan demamnya.

Semakin hari bukannya semakin sembuh, justru semakin tinggi demam isterinya. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk diambil hatinya.

Masih! Istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga ia harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi di rumah itu.

Pelajaran dari kisah di atas, “suatu ketika Anda mendengar seseorang sedang dalam kesulitan atau masalah dan Anda mengira itu bukan urusan Anda, maka pikirkanlah sekali lagi”.

 

cektkpa:http://kisah-renungan.blogspot.com/2011/04/kisah-seekor-tikus.html

Kategori:revo
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 299 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: