Arsip

Archive for 1 November 2011

Foto-foto Nakal Nikita Willy Saat Dugem Beredar

 

 

http://images.detik.com/content/2011/11/01/230/nikidalem.jpg

Siapa pun yang mengenal Nikita Willy dari sinetron-sinetronnya tentu menilai artis tersebut punya sifat yang kalem. Namun, di luar itu, ketika pesta bersama teman-temannya Nikita bisa sangat berbeda.

Baru-baru ini beredar foto Nikita Willy terlihat di sebuah club malam bersama teman-temannya. Bintang sinteron ‘Putri yang Ditukar’ itu tampil dengan gaun merah yang sedikit terbuka di bagian dadanya.

Tak hanya itu, dara kelahiran 29 Juni 1994 itu juga terlihat memeluk erat seorang pria yang diyakini sebagai kekasihnya, Bara Tampubolon. Bahkan, Bara tampak mengacungkan jari tengahnya ke arah kamera yang mengabadikan momen itu.

Ada foto lain juga yang memperlihatkan keseksian Nikita dalam balutan baju minim. Bahkan bagian pinggangnya terlihat dengan jelas saat bergandengan dengan tiga orang temannya.

Hingga saat ini pihak Nikita belum bisa dikonfirmasi mengenai foto-foto tersebut. Sang ibunda, Yora juga belum bisa dimintai tanggapannya.

(nu2/mmu)


sumber :http://hot.detik.com/read/2011/11/01/154744/1757483/230/foto-foto-nakal-nikita-willy-saat-dugem-beredar?h991102207

Kategori:revo

~Tips Agar Anak Berprestasi di Sekolah~

1 November 2011 2 komentar

Sekolah menjadi tempat belajar bagi anak. Sekolah memberikan serangkaian materi untuk mengasah dan mengembangkan kemampuannya. Di sekolah juga terjadi proses pendewasaan untuk anak. Namun sekolah bukan satu-satunya tempat untuk mendidik anak, masih ada keluarga dan lingkungan masyarakat. Kunci keberhasilan anak di sekolah tidak hanya karena guru saja, tetapi ada orang tua yang turut ikut serta.

Pendidikan yang baik adalah melibatkan orang dewasa yaitu orang tua. Jika orang tua terlibat langsung dalam pendidikan anak di sekolah maka prestasi anak akan meningkat. Dibalik anak yang selalu berprestasi dan menamatkan pendidikannya dengan baik ada orang tua yang selalu mendukung.

Berikut beberapa yang harus dilakukan orang tua agar anak bisa berprestasi di sekolah:


1. Perhatian orang tua.

Orang tua sebaiknya memberikan perhatian pada anaknya, memberikan pengalaman dan pemahaman tentang nilai dan tujuan pendidikan. Ada usaha dari orang tua mengetahui perkembangan anak di sekolah, misalnya dengan berkunjung ke sekolah atau mengetahui lingkungan sekolah. Orang tua memberikan sarana dan mendukung minat anak, sehingga akan berkembang kemampuan anak selain itu juga akan berpengaruh pada aktivitas anak di sekolah.
2. Kerja sama dengan guru.
Sebaiknya orang tua mengenal dan menjalin hubungan yang baik dengan guru. Orang tua menunjukkan sikap bahwa pendidikan itu penting untuk anak untuk kehidupannya. Hadiri setiap undangan ke sekolah, karena saat itu orang tua bisa berkomunikasi dengan guru. Menanyakan perkembangan anaknya dan mengetahui prestasi belajar anak. Jangan menunggu setelah terjadi masalah pada anak baru menghubungi guru. Informasikan juga mengenai anak Anda jika berada di rumah kepada gurunya.
3. Menyediakan waktu untuk anak
Akan lebih baik jika setiap pulang sekolah anak bisa langsung bertemu dengan orang tuanya. Pada saat pulang ke rumah biasanya anak membawa beban pikiran baik itu karena pelajaran atau hubungan dengan teman. Anak suka bercerita tentang apa yang terjadi di sekolah, mengeluarkan beban dan keluhan kepada orang tua. Misalnya jika anak menceritakan kenakalan teman orang tua bisa langsung memberikan pengertian dan bimbingan.
4. Awasi kegiatan belajar anak di rumah.
Orang tua bisa mengingatkan anak untuk belajar, membuat jadwal kegiatan, menanyakan apakah ada PR dan sudah mengerjakannya. Orang tua bisa mengendalikan kegitan anak yang kurang bermanfaat, misalnya membatasi menonton tv atau bermain game. Periksalah buku-buku anak Anda.
5. Ajarkan Disiplin dan Tanggung Jawab
Berlakukan disiplin dan tegas tapi dengan penuh kasih sayang. Jika orang tua selalu menuruti keinginan anak akan membuat mereka manja dan tidak bertanggung jawab. Biasanya di sekolah anak diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah. Ajarkan anak untuk mengejarkan tugasnya sendiri. Selain itu berikan pekerjaan rumah secara rutin, misalnya menyapu halaman dan sebagainya. Disiplin dan tanggung jawab akan menjadi kunci sukses anak di masa depan.
6. Jaga Kesehatan anak.
Berikan gizi yang seimbang bagi anak. Dengan keadaan anak yang sehat akan membuatnya mudah dalam menerima pelajaran. Ajak untuk berolah raga secara teratur bersama keluarga. Atur istirahat anak secara teratur. Hindari makanan cepat saji, selain tidak baik untuk kesehatan anak juga berpengaruh pada konsentrasi atau kecerdasan anak.
Kesimpulannya: Jadilah teman yang baik bagi anak, berikan banyak waktu yang banyak untuk anak. Keberhasilan dalam mendidik anak banyak dipengaruhi oleh peran orang tua. Menjalin komunikasi yang baik dengan anak dan guru di sekolah.

undefined

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10523126

Kategori:revo

Tragede yang Menggegerkan di Tahun 80-an di Indonesia

1 November 2011 1 komentar

 
1. Petrus (penembakan misterius)

Tapi dua butir peluru segera bersarang di tubuhnya. Satu di dada dan satu di kepala. Tubuhnya lalu tumbang dan dibiarkan tergeletak di pinggir jalan. Esok hari, bisik-bisik beredar di masyarakat. Dia adalah Robert preman yang selama ini ditakuti, sampah masyarakat, bromocorah! Mungkin nasib Bathi Mulyono masih lebih baik. Begitu mendengar dirinya ikut menjadi target, dia segera melarikan diri hingga ke sejumlah negara luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Meninggalkan istri dan anaknya yang baru lahir. Namun, Bathi dan anaknya yang kini berusia 25 tahun, Lita, telah bertemu kembali.

Tahun 1980-an. Ketika itu, ratusan residivis, khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah, mati ditembak. Pelakunya tak jelas dan tak pernah tertangkap, karena itu muncul istilah “petrus”, penembak misterius. Tahun 1983 saja tercatat 532 orang tewas, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Tahun 1984 ada 107 orang tewas, di antaranya 15 orang tewas ditembak. Tahun 1985 tercatat 74 orang tewas, 28 di antaranya tewas ditembak. Para korban Petrus sendiri saat ditemukan masyarakat dalam kondisi tangan dan lehernya terikat. Kebanyakan korban juga dimasukkan ke dalam karung yang ditinggal di pinggir jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, laut, hutan dan kebun. Pola pengambilan para korban kebanyakan diculik oleh orang tak dikenal dan dijemput aparat keamanan.

Kala itu, para pria bertato disergap ketakutan karena muncul desas-desus,petrus mengincar lelaki bertato. Peristiwa penculikan dan penembakan terhadap mereka yang diduga sebagai gali, preman, atau residivis itu, belakangan, diakui Presiden Soeharto, sebagai inisiatif dan atas perintahnya. “Ini sebagai shock therapy,” kata Soehartodalam biografinya, Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya.

Mayat-mayat itu ketika masih hidup dianggap sebagai penjahat, preman, bromocorah, para gali, dan kaum kecu yang dalam sejarah memang selalu dipinggirkan, walau secara taktis juga sering dimanfaatkan. Pada saat penembak misterius merajalela, para cendekiawan, politisi, dan pakar hukum angkat bicara. Intinya, mereka menuding bahwa hukuman tanpa pengadilan adalah kesalahan serius. Meski begitu, menurut Soeharto, “Dia tidak mengerti masalah yang sebenarnya.” Mungkin tidak terlalu keliru untuk menafsir bahwa yang dimaksud Soeharto sebagai orang yang mengerti masalah sebenarnya adalah dirinya sendiri.

Sayang, petrus hanya berlaku untuk preman kelas teri, mereka yang merampok karena lapar. Sayang, petrus tidak berlaku untuk preman berdasi, mereka yang mencuri karena mereka rakus…

2. Sengkon dan Karta, Sebuah Ironi Keadilan

Lima tahun bukan waktu yang teramat pendek. Apalagi untuk dihabiskan di dalam sebuah ruangan beku bernama penjara. Apalagi untuk sebuah perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Tapi Sengkon dan Karta mengalaminya. Kepada siapakah mereka harus mengadu, jika sebuah lembaga bernama pemerintah tidak bisa lagi dipercaya? Sebab keadilan tidak pernah berpihak kepada Sengkon, juga Karta, juga mereka yang lain, yang bernama rakyat kecil. Alkisah sebuah perampokan dan pembunuhan menimpa pasangan suami istri Sulaiman-Siti Haya di Desa Bojongsari, Bekasi. Tahun 1974. Beberapa saat kemudian polisi menciduk Sengkon dan Karta, dan menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Keduanya dituduh merampok dan membunuh pasangan Sulaiman-Siti Haya. Tak merasa bersalah, Sengkon dan Karta semula menolak menandatangani berita acara pemeriksaan. Tapi lantaran tak tahan menerima siksaan polisi, keduanya lalu menyerah. Hakim Djurnetty Soetrisno lebih mempercayai cerita polisi ketimbang bantahan kedua terdakwa. Maka pada Oktober 1977, Sengkon divonis 12 tahun penjara, dan Karta 7 tahun. Putusan itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Dalam dinginnya tembok penjara itulah mereka bertemu seorang penghuni penjara bernama Genul, keponakan Sengkon, yang lebih dulu dibui lantaran kasus pencurian. Di sinilah Genul membuka rahasia: dialah sebenarnya pembunuh Sulaiman dan Siti!. Akhirnya, pada Oktober 1980, Gunel dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

Meski begitu, hal tersebut tak lantas membuat mereka bisa bebas. Sebab sebelumnya mereka tak mengajukan banding, sehingga vonis dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap. Untung ada Albert Hasibuan, pengacara dan anggota dewan yang gigih memperjuangkan nasib mereka. Akhirnya, pada Januari 1981, Ketua Mahkamah Agung (MA) Oemar Seno Adji memerintahkan agar keduanya dibebaskan lewat jalur peninjauan kembali.

Berada di luar penjara tidak membuat nasib mereka membaik. Karta harus menemui kenyataan pahit: keluarganya kocar-kacir entah ke mana. Dan rumah dan tanah mereka yang seluas 6.000 meter persegi di Desa Cakung Payangan, Bekasi, telah amblas untuk membiayai perkara mereka.

Sementara Sengkon harus dirawat di rumah sakit karena tuberkulosisnya makin parah, sedangkan tanahnya yang selama ini ia andalkan untuk menghidupi keluarga juga sudah ludes dijual. Tanah itu dijual istrinya untuk menghidupi anak-anaknya dan membiayai dirinya saat diproses di polisi dan pengadilan. Walau hanya menanggung beban seorang istri dan tiga anak, Sengkon tidak mungkin meneruskan pekerjaannya sebagai petani, karena sakit TBC terus merongrong dan terlalu banyak bekas luka di badan akibat siksaan yang dideranya.

Sementara itu Sengkon dan Karta juga mengajukan tuntutan ganti rugi Rp 100 juta kepada lembaga peradilan yang salah memvonisnya. Namun Mahkamah Agung menolak tuntutan tersebut dengan alasan Sengkon dan Karta tidak pernah mengajukan permohonan kasasi atas putusan Pengadilan Negeri Bekasi pada 1977. ‘Saya hanya tinggal berdoa agar cepat mati, karena tidak ada biaya untuk hidup lagi’ kata Sengkon.

Lalu Tuhan berkuasa atas kehendaknya. Karta tewas dalam sebuah kecelakaan, sedangkan Sengkon meninggal kemudian akibat sakit parahnya. Di sanalah mereka dapat mengadu tentang nasibnya, hanya kepada Tuhan (berbagai sumber)

3. Arie Hanggara

Ada yang bilang ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri. Tapi ibu tiri yang satu ini jauh lebih kejam. Arie Hanggara, bocah 7 tahun ini tewas dianiaya orang tuanya sendiri. Peristiwa pada akhir November 1984 itu tiba-tiba menyentakkan perhatian publik. Media massa menuliskannya panjang-lebar. Sidang pengadilannya membeludak. Orang ingin tahu seperti apa sosok kedua orang tua Ari: Machtino bin Eddiwan dan Santi binti Cece. Bahkan rekonstruksi yang harus dilakukan suami-istri itu nyaris gagal karena massa melampiaskan kemarahan kepada kedua pesakitan. Arie tiba-tiba menjadi simbol dari anak-anak yang tertindas. Bahkan sampai-sampai tim pengacara orang tua Arie mendapat teror dari orang-orang yang tidak dikenal. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nugroho Notosusanto sempat membuatkan patung Arie–meski akhirnya dibatalkan–sebagai peringatan agar kasus serupa tak terulang di masa mendatang.
Akibat himpitan beban ekonomi yang dialami oleh kedua orang tuanya, ayahnya seorang pengangguran, dengan tiga orang anak, membuatnya gelap mata. Akibatnya dia menjadi ringan tangan. Ketika suatu hari dituduh mencuri uang maka Arie Hanggara dipukul dan disiksa hingga menemui ajal di tangan orang yang seharusnya melindunginya.

Kisah bocah malang tersebut pernah diangkat ke layar lebar oleh sutradara Frank Rorimpandey, dan dibintangi oleh Deddy Mizwar, Joice Erna.

http://sisigelapdunia.blogspot.com/2011/05/tragede-yang-menggegerkan-di-tahun-80.html

Kategori:revo

Penjual Mayat di Internet

 
Gunther Von Hagens, seorang penggagas pameran kontroversial ‘Body Worlds Anatomical’ berencana melebarkan sayap dengan memanfaatkan internet untuk menjual mayat manusia yang diawetkan buatannya.

Ya, Von Hagens yang lebih senang dipanggil ‘Doctor Death’ itu memang terkenal dengan pekerjaanya sebagai penjual mayat manusia. Toko onlinenya sendiri baru akan dibuka 3 November mendatang dengan tawaran mayat manusia utuh seharga US$ 97 ribu (sekitar Rp 867 juta) per mayat.

undefined

Namun bukan berarti semua orang setuju dengan pekerjaan ‘aneh’nya, salah satunya yang menolak cukup keras adalah gereja Katolik Jerman-Roma. Uskup Agung Robert Zollitsch menganggap apa yang dilakukan Von Hagens tidak menghormati orang yang telah mati. Ia menghimbau agar para politisi melarang toko online Von Hagens itu.

Von Hagens sendiri tidak begitu memperdulikan kritikan tersebut, ia bersikeras bahwa mayat yang dijual bukan untuk umum tapi untuk para ilmuwan dan ahli medis.

Dikutip detikINET dari Independent, Jumat (22/10/2010), selain mayat utuh manusia, ia juga berencana menjual potongan tubuh dari leher sampai pangkal paha seharga US$ 89 ribu (sekitar Rp 795 juta) dan kepala manusia seharga US$ 34 ribu (sekitar Rp 309 juta). Tak hanya mayat manusa, ia pun akan menjual bagian tubuh hewan yang telah diawetkan.

Von Hagens yang doyan berpakaian serba hitam dan topi bertepi lebar ini selalu menjadi sumber kontroversi. Terutama sejak ia mengembangkan teknik pengawetannya ‘Plastinarium’ selama satu dekade.

Proses pengawetannya sendiri dengan mengeluarkan cairan tubuh dan lemak dari mayat kemudian menggantikannya dengan resin plastik.

Sebelumnya pada tahun 2002, Von Hagens pernah mengadakan otopsi terbuka di Inggris. Sementara tahun 2004, ia pernah dituduh telah menggunakan tubuh para tahanan yang telah dieksekusi. Dan akhirnya harus mengembalikan tujuh mayat diantaranya karena tidak bisa membuktikan mayat tersebut telah dieksekusi.

Setelah membuka serangkaian pameran dalam berbagai pose, tahun lalu Von Hagens menampilkan dua mayat manusia yang berpose sedang berhubungan intim. Ia menamai pamerannya dengan tajuk “Siklus Kehidupan”. Acara tersebut pernah diminta untuk dihentikan namun gagal.

Von Hagens baru-baru ini membuka kembali proyek ‘Plastinarium’nya di sebuah pabrik di Jerman Timur dengan jumlah pekerja hingga 200 orang. Upaya untuk menghentikannya juga ditolak mengingat ia ‘berjasa’ membuka lapangan pekerjaan di daerah yang menderita tingkat pengganguran tinggi itu. Von Hagens alias ‘Doctor Death’ itu pun telah lama menjadi seorang jutawan berkat mayat-mayat tersebut.

Kategori:revo

Foto-Foto Tabrakan Mobil Paling Extreme!

1 November 2011 1 komentar

 

Spoiler for Tabrakan #2:
Spoiler for Tabrakan #3:
Spoiler for Tabrakan #4:
Spoiler for Tabrakan #5:
Spoiler for Tabrakan #6:
Spoiler for Tabrakan #7:
Spoiler for Tabrakan #8:
Spoiler for Tabrakan #9:
Spoiler for Tabrakan #10:
Spoiler for Tabrakan #11:
Spoiler for Tabrakan #12:
Spoiler for Tabrakan #13:
Spoiler for Tabrakan #14:
Spoiler for Tabrakan #15:
Spoiler for Tabrakan #16:
Spoiler for Tabrakan #17:
Spoiler for Tabrakan #18:
Spoiler for Tabrakan #19:
Spoiler for Tabrakan #20:
Spoiler for Tabrakan #21:
Spoiler for Tabrakan #22:
Spoiler for Tabrakan #23:
Ternyata inilah penyebab tabrakannya!

Spoiler for Penyebab Tabrakan:
undefined
Semoga bisa jadi pelajaran bagi kita supaya hati-hati saat mengemudi.

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6488301

Kategori:revo

Jangan Mengorek Telinga Memakai ‘Cotton Buds’!!!!!!!!!!!!

1 November 2011 1 komentar

 

Sudah menjadi suatu kebiasaan setiap habis mandi saya selalu membersihkan telinga dengan memakai ‘cotton buds’. Rasanya kalau tidak dibersihkan kok masih terasa gatal dan basah didalamnya.

Kemarin pagi, kebetulan saya membersihkan telinga dengan terburu-buru karena sudah kesiangan.. Dan apa yang terjadi? Tiba-tiba telinga kiri yang saya bersihkan berdengung seolah-olah ada angin masuk setelah itu tidak terdengar suara. Saya jadi panik. Saya korek lagi..tapi tidak ada perubahan. Lalu saya ke kamar mandi mengambil air.. Saya masukkan ke telinga saya. Beberapa kali saya lakukan hal serupa. Karena tidak ada perubahan, maka pagi itu saya langsung ke dokter THT.
Pada saat perjalanan menuju ke tempat praktek dokter, saya merasakan keseimbangan tubuh saya oleng. Dunia berputar, pusing dan nyeri disekitar leher.. hammer

Setelah tiba di dokter, telinga saya langsung diteropong, ternyata ada ‘mutiara’ kecil ‘ yang ‘nyelip’ alias masuk ke dalam lubang telinga yang terdalam sehingga menyumbat pendengaran(mungkin karena mengoreknya terlalu dalam).

Setelah ditindak, Pak dokter memberikan informasi mengenai perawatan telinga yaitu tidak dianjurkan mengorek telinga dengan ‘cotton buds’ , karena :

1. Bisa mengakibatkan kotoran yang sudah ada bertambah masuk lagi ke dalam karena terdorong kapas tersebut (ujung ‘cotton buds’ tumpul).

2. Apabila keseringan, maka dapat mengakibatkan kapas yang ada di ujung tangkai itu dapat tertinggal sedikit demi sedikit dan kemungkinan dapat menjadi kotoran.

3. Apabila mengoreknya terlalu dalam, dapat juga mengakibatkan pecahnya gendang telinga.

Itulah sebabnya Pak Dokter menyarankan :

1. Memakai penutup telinga kalau mandi (ane belum pernah melihat alat ini)

2. Minimal 3 bulan sekali membersihkan telinga di THT atau Puskesmas terdekat (biar lebih aman).

3. Apabila terpaksa, jangan membeli sembarangan ‘cotton buds’. Pilihlah ‘contton buds’ yang sudah mempunyai merk dagang yang patent (lihat dalam kemasannya). hammer

Mudah-mudahan info di atas dapat membantu agan2 agar mengurangi atau berhenti dari kebiasaan-kebiasaan mengorek telinga dengan ‘cotton buds’.

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7250616

Kategori:revo

Gambar Hipnotis !! Monggo di liat!

1 November 2011 2 komentar
ane tak bertanggung jawab klo agan agan pada ngider ngider …. peace …. tapi tenang aja tak berdampk keseluruhan cuma sesa’at aja kok abis itu normal lagi
Spoiler for pic:
Monggo di liat gan gambar nya

undefined

Langkah-Langkahnya gan= 1.Liat titik tengahnya terus, setelah berapa lama. silahkan liat keyboard agan

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10386299

Kategori:revo
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 308 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: