Arsip
Foto-foto Nakal Nikita Willy Saat Dugem Beredar
Baru-baru ini beredar foto Nikita Willy terlihat di sebuah club malam bersama teman-temannya. Bintang sinteron ‘Putri yang Ditukar’ itu tampil dengan gaun merah yang sedikit terbuka di bagian dadanya.
Tak hanya itu, dara kelahiran 29 Juni 1994 itu juga terlihat memeluk erat seorang pria yang diyakini sebagai kekasihnya, Bara Tampubolon. Bahkan, Bara tampak mengacungkan jari tengahnya ke arah kamera yang mengabadikan momen itu.
Ada foto lain juga yang memperlihatkan keseksian Nikita dalam balutan baju minim. Bahkan bagian pinggangnya terlihat dengan jelas saat bergandengan dengan tiga orang temannya.
Hingga saat ini pihak Nikita belum bisa dikonfirmasi mengenai foto-foto tersebut. Sang ibunda, Yora juga belum bisa dimintai tanggapannya.
(nu2/mmu)
~Tips Agar Anak Berprestasi di Sekolah~
Sekolah menjadi tempat belajar bagi anak. Sekolah memberikan serangkaian materi untuk mengasah dan mengembangkan kemampuannya. Di sekolah juga terjadi proses pendewasaan untuk anak. Namun sekolah bukan satu-satunya tempat untuk mendidik anak, masih ada keluarga dan lingkungan masyarakat. Kunci keberhasilan anak di sekolah tidak hanya karena guru saja, tetapi ada orang tua yang turut ikut serta.
Pendidikan yang baik adalah melibatkan orang dewasa yaitu orang tua. Jika orang tua terlibat langsung dalam pendidikan anak di sekolah maka prestasi anak akan meningkat. Dibalik anak yang selalu berprestasi dan menamatkan pendidikannya dengan baik ada orang tua yang selalu mendukung.
|
Berikut beberapa yang harus dilakukan orang tua agar anak bisa berprestasi di sekolah:
![]()
|

Tragede yang Menggegerkan di Tahun 80-an di Indonesia
1. Petrus (penembakan misterius)

Tahun 1980-an. Ketika itu, ratusan residivis, khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah, mati ditembak. Pelakunya tak jelas dan tak pernah tertangkap, karena itu muncul istilah “petrus”, penembak misterius. Tahun 1983 saja tercatat 532 orang tewas, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Tahun 1984 ada 107 orang tewas, di antaranya 15 orang tewas ditembak. Tahun 1985 tercatat 74 orang tewas, 28 di antaranya tewas ditembak. Para korban Petrus sendiri saat ditemukan masyarakat dalam kondisi tangan dan lehernya terikat. Kebanyakan korban juga dimasukkan ke dalam karung yang ditinggal di pinggir jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, laut, hutan dan kebun. Pola pengambilan para korban kebanyakan diculik oleh orang tak dikenal dan dijemput aparat keamanan.
Kala itu, para pria bertato disergap ketakutan karena muncul desas-desus,petrus mengincar lelaki bertato. Peristiwa penculikan dan penembakan terhadap mereka yang diduga sebagai gali, preman, atau residivis itu, belakangan, diakui Presiden Soeharto, sebagai inisiatif dan atas perintahnya. “Ini sebagai shock therapy,” kata Soehartodalam biografinya, Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya.
Mayat-mayat itu ketika masih hidup dianggap sebagai penjahat, preman, bromocorah, para gali, dan kaum kecu yang dalam sejarah memang selalu dipinggirkan, walau secara taktis juga sering dimanfaatkan. Pada saat penembak misterius merajalela, para cendekiawan, politisi, dan pakar hukum angkat bicara. Intinya, mereka menuding bahwa hukuman tanpa pengadilan adalah kesalahan serius. Meski begitu, menurut Soeharto, “Dia tidak mengerti masalah yang sebenarnya.” Mungkin tidak terlalu keliru untuk menafsir bahwa yang dimaksud Soeharto sebagai orang yang mengerti masalah sebenarnya adalah dirinya sendiri.
Sayang, petrus hanya berlaku untuk preman kelas teri, mereka yang merampok karena lapar. Sayang, petrus tidak berlaku untuk preman berdasi, mereka yang mencuri karena mereka rakus…
2. Sengkon dan Karta, Sebuah Ironi Keadilan

Keduanya dituduh merampok dan membunuh pasangan Sulaiman-Siti Haya. Tak merasa bersalah, Sengkon dan Karta semula menolak menandatangani berita acara pemeriksaan. Tapi lantaran tak tahan menerima siksaan polisi, keduanya lalu menyerah. Hakim Djurnetty Soetrisno lebih mempercayai cerita polisi ketimbang bantahan kedua terdakwa. Maka pada Oktober 1977, Sengkon divonis 12 tahun penjara, dan Karta 7 tahun. Putusan itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Jawa Barat.
Dalam dinginnya tembok penjara itulah mereka bertemu seorang penghuni penjara bernama Genul, keponakan Sengkon, yang lebih dulu dibui lantaran kasus pencurian. Di sinilah Genul membuka rahasia: dialah sebenarnya pembunuh Sulaiman dan Siti!. Akhirnya, pada Oktober 1980, Gunel dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.
Meski begitu, hal tersebut tak lantas membuat mereka bisa bebas. Sebab sebelumnya mereka tak mengajukan banding, sehingga vonis dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap. Untung ada Albert Hasibuan, pengacara dan anggota dewan yang gigih memperjuangkan nasib mereka. Akhirnya, pada Januari 1981, Ketua Mahkamah Agung (MA) Oemar Seno Adji memerintahkan agar keduanya dibebaskan lewat jalur peninjauan kembali.
Berada di luar penjara tidak membuat nasib mereka membaik. Karta harus menemui kenyataan pahit: keluarganya kocar-kacir entah ke mana. Dan rumah dan tanah mereka yang seluas 6.000 meter persegi di Desa Cakung Payangan, Bekasi, telah amblas untuk membiayai perkara mereka.
Sementara Sengkon harus dirawat di rumah sakit karena tuberkulosisnya makin parah, sedangkan tanahnya yang selama ini ia andalkan untuk menghidupi keluarga juga sudah ludes dijual. Tanah itu dijual istrinya untuk menghidupi anak-anaknya dan membiayai dirinya saat diproses di polisi dan pengadilan. Walau hanya menanggung beban seorang istri dan tiga anak, Sengkon tidak mungkin meneruskan pekerjaannya sebagai petani, karena sakit TBC terus merongrong dan terlalu banyak bekas luka di badan akibat siksaan yang dideranya.
Sementara itu Sengkon dan Karta juga mengajukan tuntutan ganti rugi Rp 100 juta kepada lembaga peradilan yang salah memvonisnya. Namun Mahkamah Agung menolak tuntutan tersebut dengan alasan Sengkon dan Karta tidak pernah mengajukan permohonan kasasi atas putusan Pengadilan Negeri Bekasi pada 1977. ‘Saya hanya tinggal berdoa agar cepat mati, karena tidak ada biaya untuk hidup lagi’ kata Sengkon.
Lalu Tuhan berkuasa atas kehendaknya. Karta tewas dalam sebuah kecelakaan, sedangkan Sengkon meninggal kemudian akibat sakit parahnya. Di sanalah mereka dapat mengadu tentang nasibnya, hanya kepada Tuhan (berbagai sumber)
3. Arie Hanggara

Kisah bocah malang tersebut pernah diangkat ke layar lebar oleh sutradara Frank Rorimpandey, dan dibintangi oleh Deddy Mizwar, Joice Erna.
http://sisigelapdunia.blogspot.com/2011/05/tragede-yang-menggegerkan-di-tahun-80.html
Penjual Mayat di Internet
Gunther Von Hagens, seorang penggagas pameran kontroversial ‘Body Worlds Anatomical’ berencana melebarkan sayap dengan memanfaatkan internet untuk menjual mayat manusia yang diawetkan buatannya.
Ya, Von Hagens yang lebih senang dipanggil ‘Doctor Death’ itu memang terkenal dengan pekerjaanya sebagai penjual mayat manusia. Toko onlinenya sendiri baru akan dibuka 3 November mendatang dengan tawaran mayat manusia utuh seharga US$ 97 ribu (sekitar Rp 867 juta) per mayat.
Namun bukan berarti semua orang setuju dengan pekerjaan ‘aneh’nya, salah satunya yang menolak cukup keras adalah gereja Katolik Jerman-Roma. Uskup Agung Robert Zollitsch menganggap apa yang dilakukan Von Hagens tidak menghormati orang yang telah mati. Ia menghimbau agar para politisi melarang toko online Von Hagens itu.
Von Hagens sendiri tidak begitu memperdulikan kritikan tersebut, ia bersikeras bahwa mayat yang dijual bukan untuk umum tapi untuk para ilmuwan dan ahli medis.
Dikutip detikINET dari Independent, Jumat (22/10/2010), selain mayat utuh manusia, ia juga berencana menjual potongan tubuh dari leher sampai pangkal paha seharga US$ 89 ribu (sekitar Rp 795 juta) dan kepala manusia seharga US$ 34 ribu (sekitar Rp 309 juta). Tak hanya mayat manusa, ia pun akan menjual bagian tubuh hewan yang telah diawetkan.
Von Hagens yang doyan berpakaian serba hitam dan topi bertepi lebar ini selalu menjadi sumber kontroversi. Terutama sejak ia mengembangkan teknik pengawetannya ‘Plastinarium’ selama satu dekade.
Proses pengawetannya sendiri dengan mengeluarkan cairan tubuh dan lemak dari mayat kemudian menggantikannya dengan resin plastik.
Sebelumnya pada tahun 2002, Von Hagens pernah mengadakan otopsi terbuka di Inggris. Sementara tahun 2004, ia pernah dituduh telah menggunakan tubuh para tahanan yang telah dieksekusi. Dan akhirnya harus mengembalikan tujuh mayat diantaranya karena tidak bisa membuktikan mayat tersebut telah dieksekusi.
Setelah membuka serangkaian pameran dalam berbagai pose, tahun lalu Von Hagens menampilkan dua mayat manusia yang berpose sedang berhubungan intim. Ia menamai pamerannya dengan tajuk “Siklus Kehidupan”. Acara tersebut pernah diminta untuk dihentikan namun gagal.
Von Hagens baru-baru ini membuka kembali proyek ‘Plastinarium’nya di sebuah pabrik di Jerman Timur dengan jumlah pekerja hingga 200 orang. Upaya untuk menghentikannya juga ditolak mengingat ia ‘berjasa’ membuka lapangan pekerjaan di daerah yang menderita tingkat pengganguran tinggi itu. Von Hagens alias ‘Doctor Death’ itu pun telah lama menjadi seorang jutawan berkat mayat-mayat tersebut.
Foto-Foto Tabrakan Mobil Paling Extreme!
























Jangan Mengorek Telinga Memakai ‘Cotton Buds’!!!!!!!!!!!!

Kemarin pagi, kebetulan saya membersihkan telinga dengan terburu-buru karena sudah kesiangan.. Dan apa yang terjadi? Tiba-tiba telinga kiri yang saya bersihkan berdengung seolah-olah ada angin masuk setelah itu tidak terdengar suara. Saya jadi panik. Saya korek lagi..tapi tidak ada perubahan. Lalu saya ke kamar mandi mengambil air.. Saya masukkan ke telinga saya. Beberapa kali saya lakukan hal serupa. Karena tidak ada perubahan, maka pagi itu saya langsung ke dokter THT.
Pada saat perjalanan menuju ke tempat praktek dokter, saya merasakan keseimbangan tubuh saya oleng. Dunia berputar, pusing dan nyeri disekitar leher.. hammer
Setelah tiba di dokter, telinga saya langsung diteropong, ternyata ada ‘mutiara’ kecil ‘ yang ‘nyelip’ alias masuk ke dalam lubang telinga yang terdalam sehingga menyumbat pendengaran(mungkin karena mengoreknya terlalu dalam).

Setelah ditindak, Pak dokter memberikan informasi mengenai perawatan telinga yaitu tidak dianjurkan mengorek telinga dengan ‘cotton buds’ , karena :
1. Bisa mengakibatkan kotoran yang sudah ada bertambah masuk lagi ke dalam karena terdorong kapas tersebut (ujung ‘cotton buds’ tumpul).
2. Apabila keseringan, maka dapat mengakibatkan kapas yang ada di ujung tangkai itu dapat tertinggal sedikit demi sedikit dan kemungkinan dapat menjadi kotoran.
3. Apabila mengoreknya terlalu dalam, dapat juga mengakibatkan pecahnya gendang telinga.
Itulah sebabnya Pak Dokter menyarankan :
1. Memakai penutup telinga kalau mandi (ane belum pernah melihat alat ini)
2. Minimal 3 bulan sekali membersihkan telinga di THT atau Puskesmas terdekat (biar lebih aman).
3. Apabila terpaksa, jangan membeli sembarangan ‘cotton buds’. Pilihlah ‘contton buds’ yang sudah mempunyai merk dagang yang patent (lihat dalam kemasannya). hammer
Mudah-mudahan info di atas dapat membantu agan2 agar mengurangi atau berhenti dari kebiasaan-kebiasaan mengorek telinga dengan ‘cotton buds’.

Gambar Hipnotis !! Monggo di liat!

Langkah-Langkahnya gan= 1.Liat titik tengahnya terus, setelah berapa lama. silahkan liat keyboard agan
Agar Hidup Lebih Bermakna
Mencari Makna Hidup
Mencari makna hidup adalah salah bahasan penting yang sering disampaikan oleh para pembicara motivasi.Bahkan mereka begitu menekankan bagaimana pentingnya mengetahui makna hidup. Sebab dengan memahami makna hidup itulah kita bisa menjalani hidup yang lebih bermakna dan lebih termotivasi. Kemudian, ada sesi pelatihan yang membimbing kita untuk menemukan makna hidup kita.
Adakah yang salah?
Begini : Hidup kita di dunia akan menentukan hidup kita di akhirat. Artinya kita tidak bisa sembarangan menentukan makna hidup berdasarkan konsep yang tidak jelas asalnya. Jika kita salah memaknai hidup ini, kemudian kita hidup berdasarkan makna yang salah, maka sudah bisa ditebak kearah mana kita akan hidup. Bagaimana nanti kita di akhirat?
Mencari makna hidup adalah hal yang serius, bukan main-main. Tidak ada pemikiran parsial yang membedakan urusan dunia dan urusan akhirat. Hidup dunia justru menjadi penentu bagaimana hidup kita di akhirat.
Mungkin dengan metode-metode mutakhir, kita akan menemukan berbagai metode menemukan makna hidup atau tujuan hidup. Kemudian, hal ini memberdayakan hidup kita, menjadi lebih sukses di dunia. Namun, kesuksesan dunia tidak ada artinya jika di akhirat menjadi manusia yang gagal.
Dengan demikian, mencari makna hidup adalah titik kritis yang tidak boleh salah. Ini akan menentukan hidup Anda baik di dunia dan di akhirat. Ulama besar, Muhammad Al Ghazali, pernah berkata bahwa pemahaman hidup yang dangkal adalah sebuah tindak ‘kriminal’ yang keji.
Mencari Makna Hidup Yang Benar
Untuk menemukan makna hidup yang benar, maka kita perlu merujuk ke rujukan yang dijamin kebenarannya yang tiada lain adalah Al Quran yang merupakan firman Allah Yang Menghidupkan semua manusia. Tentu saja, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang paling mengetahui tentang hidup kita termasuk makna hidup kita.
Bolehkan kita mencari makna hidup dibawah bimbingan motivator? Tentu saja boleh, jika motivator tersebut merujuk pula kepada Al Quran dan hadits. Jika rujukannya bukan Al Quran dan Hadits, maka kita perlu memikirkannya lagi.
Adakah kebenaran universal? Ya, tentu saja. Kebenaran universal itu Al Quran sendiri. Hanya saja, ada orang-orang yang tidak mau mengikuti kebenaran Al Quran sehingga membuat “kebenaran baru” yang mereka terima. Ini masalah iman, perbedaan antara orang yang beriman dan tidak. Jika Anda orang yang beriman, tentu Anda akan menerima dengan sepenuh hati bahwa Al Quran adalah sumber kebenaran sejati, bukan yang lain.
Untuk itu, dalam mencari makna hidup, kita harus bertanya: “apa itu hidup menurut Al Quran?”. Silahkan baca dan gali Al Quran. Silahkan meminta bimbingan ulama yang memahami tafsir Al Quran. Silahkan baca tafsir-tafsir Al Quran yang ditulis oleh ulama terpercaya.
Sekali lagi, Anda bisa mendalami Al Quran untuk menemukan makna hidup yang sebenarnya. Berikut adalah beberapa pemahaman inti tentang makna hidup menurut Al Quran.
1. Pertama : Hidup Adalah Ibadah
Pada intinya, arti hidup dalam Islam ialah ibadah. Keberadaan kita dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja pengertian ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita.
2.Kedua : Hidup Adalah Ujian
3.Ketiga : Kehidupan di Akhirat Lebih Baik dibanding Kehidupan di Dunia
4.Keempat : Hidup Adalah Sementara
Agar Hidup Lebih Bermakna
Setelah Anda memahami makna hidup, maka langkah selanjutnya ialah menyelaraskan hidup dengan makna hidup tersebut. Inilah yang akan menjadikan hidup kita lebih bermakna. Jika kita salah memaknai hidup, maka apa makna yang bisa kita dapatkan dari hidup ini?
Menyelaraskan hidup dengan makna hidup diatas diantaranya dengan cara :
1. Jika hidup itu adalah ibadah, maka pastikan semua aktivitas kita adalah ibadah. Caranya ialah pertama selalu meniatkan aktivitas kita untuk ibadah serta memperbaharuinya setiap saat karena bisa berubah. Kedua, pastikan apa yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan (ibadah mahdhah) dan tidak dilarang oleh syariat (ghair mahdhah).
2. Jika hidup itu adalah ujian, maka tidak ada cara lain menyelaraskan hidup kita, yaitu menjalani hidup dengan penuh kesabaran.
3. Jika kehidupan akhirat itu lebih baik, maka kita harus memprioritaskan kehidupan akhirat. Bukan berarti meninggalkan kehidupan dunia, tetapi menjadikan kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat.
4. Jika hidup ini adalah sementara, maka perlu kesungguhan (ihsan) dalam beramal. Tidak ada lagi santai, mengandai-ngandai, panjangan angan-angan apalagi malas karena kita tidak hidup ini tidak selamanya. Bergeraklah sekarang, bertindaklah sekarang, dan berlomba-lombalah dalam kebaikan.
Seungguhnya, apa yang ada dalam Al Quran, tidak diragukan kebenarannya, jika ada kesalahan itu datang dari kesalahan saya pribadi. Mudah-mudahan usaha kita memahami makna hidup menjadikan hidup kita lebih bermakna. [http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11224301
Nadya Suleman, Ibu Cantik Dengan 14 Anak
Nadya Suleman, seorang perempuan yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat, adalah seorang ibu yang luar biasa. Meski tak bersuami, dari rahim Nadya telah lahir 14 anak yang kesemuanya hasil teknik implantasi embrio dari sperma para pendonor. Uniknya lagi, delapan anak yang terakhir adalah anak kembar yang lahir pada 26 Januari 2009 di Rumah Sakit Kaiser Permanente Bellflower, California, Amerika Serikat. Ibu yang beruntung telah melahirkan 8 bayi dalam satu kehamilan, atau biasa di sebut octuplet.
Tapi uniknya mereka tidak identik, karena salah satu bayinya berambut pirang dan lainnya berambut hitam. Nadya Suleman, sang ibu merasa khawatir saat awal kelahiran bayinya karena mengira itu adalah kelainan penyakit.
































Komentar Terakhir