Arsip

Archive for 4 Oktober 2011

Hidup itu Sederhana 1

 

Hidup itu sederhana; ambil keputusan, lakukan dan jangan menyesalinya

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

”Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.”

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”

”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.”

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.” Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”

”Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.”

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?” Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”

”Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.”

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

”Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.”

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

”Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memilikihttp://arenaphoto.blogspot.com/2011/10/hidup-itu-sederhana.html

Kategori:revo

Photo ABG China Ciuman Didepan Umum

 

 

Sungguh luar biasa ini para abg urat malunya udah putus kali ya. ciuman didepan umum diliatin banyak orang. gak sekalian aje ML depan umum

undefined

http://arenaphoto.blogspot.com/2011/10/photo-abg-china-cipokan-didepan-umum.html

Kategori:revo

Photo Aksi H*t Cewek Dan Cowok Ganti Baju Didepan Umum

 

Cewek Dan Cowok Ganti Baju Didepan Umum – Parah juga nih ganti baju didepan umum, ditonton puluhan orang lagi. Kaga malu apa ya ?? langsung aje deh gan liat tkpnya

http://arenaphoto.blogspot.com/2011/10/photo-aksi-hot-cewek-dan-cowok-ganti.html

Kategori:revo

Tukang Somay, ‘Toko’ Bajaj, Pengemis dan Marzuki Alie

4 Oktober 2011 1 komentar

 
Adzan Maghrib sudah berkumandang dan sholat berjamaah pun segera ditunaikan. Tak ada yang aneh, hanya mataku yang menangkap seseorang yang aku rasa asing. Baru kali ini aku lihat dia di masjid ini ‘ow mungkin sanak family orang-orang di komplek ini’ batinku. Ternyata salah, dia seorang penjual somay keliling. Usianya mungkin belum 15 tahun, masih kecil. Apalagi untuk berjualan keliling dengan sepeda di malam hari. Setidaknya itu menurutku.

undefined

Hari ini aku membelinya, kalau cocok dengan lidah bolehlah jadi langganan. Dan sembari menunggu pesanan, aku memperhatikan sepedanya, jangan bayangkan sepeda lipat atau sepeda gunung yang berharga jutaan, tapi ya sepeda -maaf- ‘khas’ tukang somay. Rasanya tak perlu dijelaskan di sini. Dan rasa keingintahuanku muncul,

“Pulang jam berapa mas?” -bukan berarti dia lebih tua lho-
“kadang jam sembilan, kadang lebih, bisa kurang”
“ow, nunggu habis ya?”
“kadang belum habis juga sudah pulang”
“keliling sampai mana?”
“dari pondok kelapa, ciledug, sampai sini pak”

Sepengetahuanku jarak yang dia sebutkan lumayan jauh. Dalam hati aku mengaguminya, seorang anak yang berjuang untuk hidup dengan cara yang sungguh mulia, bukan meminta-minta apalagi menghalalkan segala cara.

undefined
‘toko’ Bajaj

Hari ini, berhubung nggak ada acara, istri juga sedang pulangkampung, bedriamdiri di rumah sepertinya lebih manarik, lebih tepatnya di kamar. Sekedar berselancar di internet sembari tiduran, sesekali ngemil dan ‘menonton’ tv. Bukan menonton, tapi lebih tv yang ‘menonton’ku karena mataku selalu tertuju ke layar monitor. Ya, hitung-hitung sebagai teman, paling tidak ada suara selain bunyi keyboard. hehehe.

Entah berapa acara terlewat, kuliner, rumah, gosip, berita, hingga satu acara menarik perhatianku. Ngulik. Episode tadi, Asri Welas (pembawa acara) mewawancarai seseorang yang memenuhi bajaj (entah bajaj atau bemo)-nya dengan berbagai barang kebutuhan rumah tangga, alat-alat rumah tangga sepertinya.

Konon, pemilik ‘toko’ bajaj mengalami kecelakaan, hingga ia mengalami cacat permanen. Ketika ditanya ‘kok nggak sedih’, dengan tenang ia menjawab tak ada yang perlu disedihkan. Malu, benar-benar malu, bagaiman tidak, dengan segala yang kumiliki kadang masih mengeluh. Astaghfirullah.

Bukan hanya itu, bahkan ia tidur, sholat -konon, ada ‘mushola’ juga di situ- dan -maaf- buang air kecil/besar di ‘toko’ itu. Satu lagi, Ia melakukan semuanya sendiri. Lagi-lagi aku tersentuh, seorang yang patut di contoh, dengan -maaf- segala kekurangan yang ada pada dirinya, ia tetap berusaha dengan keringatnya, bukan dengan menengadahkan tangan, mengharap belas orang -yang kadang, bahkan setengah memaksa-.

Pengemis
undefined
Selang beberapa jam, ada satu lagi acara yang menarik perhatianku. Bukan hanya perhatian, tapi juga secara emosi. Bagaimana tidak, seorang ibu yang masih sehat, meminta-minta di jalan, naik turun dari satu angkutan ke angkutan lain. Kalau hanya dia sendiri tak apalah, bagiku itu bagian dari ‘hak asasi’. Mereka mau meminta-minta atau berusaha yang lain itu pilihan, kita tak bisa memaksa, karena kita juga nggak bisa berbuat banyak untuknya. Tapi meminta-minta jutru memancing emosi ketika mereka membawa bayi sebagai ‘alat’ untuk meraih simpati. Katanya, ia bisa memperoleh ‘pendapatan’ lebih dengan membawa bayi. Dan yang lebih memancing emosi adalah bahwa bayi itu hasil ‘sewaan’. Masya Allah, seorang ibu mau ‘mengorbankan’ anaknya hanya untuk separuh dari penghasilan (menurut pengakuan ibua bayi, dia mendapatkan setengah dari hasil) mengemis? Inilah realita. Terjadi di depan mata namun seringkali kita tak bisa berbuat apa-apa, bahkan pihak ‘berwajib’ pun seolah menutup mata, tak mau tahu, atau tak punya pilihan selain ‘membiarkan’? Entahlah.

Lantas, apa hubungannya dengan Marzuki Alie? Apakah mereka keluarga dari Marzuki Alie? Tentu bukan. Tak ada hubungan kerabat antara mereka, antara satu dengan lainnya, ‘hanya’ hubungan rakyat dengan WAKIL RAKYAT.

Menilik pernyataan beliau yang terhormat, “Cuma orang-orang elite yang paham membahas masalah ini. Rakyat biasa tidak bisa ikut,” ujar Marzuki di gedung DPR, Jumat (1/4). Sepertinya benar, kali ini aku setuju dengan beliau yang terhormat. orang-orang, rakyat kecil seperti mereka dan entah berapa banyak lainnya, mungkin tidak tahu, entahlah apa yang terjadi di luar sana, di gedung yang terhormat itu, yang -katanya- mewakili rakyat. Kalaulah tahu, mereka memilih untuk tidak tahu, memilih untuk lebih fokus mencari dan menata hidup dan kehidupannya.

Tukang somay, ‘toko’ bajaj dan pengemis yang muncul di acara tv hari ini hanyalah tiga dari sekian banyak orang yang tak tahu, bahkan tak peduli dengan pernyataan Marzuki Alie, tak peduli dengan gonjang-ganjing ‘bagi-bagi’ kekuasaan ala elit politik. Urusan perut adalah hal yang utama agar hidup dan kehidupannya tetap berlanjut. Mungkin kita, dan rakyat biasa lainnya tak punya istana semegah DPR, tapi setidaknya kita punya hati untuk melihat sekeliling dengan bijak, untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya.

 

Kategori:revo

Ayu Ting Ting (Pic+Hot)

Ayu Ting Ting cewek cantik kelahiran depok ini merupakan penyanyi dangdut dengan judul alamat palsu yang baru-baru lagi popular dan terkenal di berbagai media di mana andalan lagu alamat palsu kini ayu ting ting di sukai banyak fans karena lagunya enak di dengar.

Barangkali sekarang ini tidak asing lagu dengan nama ayu ting ting, namun sekilas mungkin agan-agan sekalian tidak mengetahui profil ayu ting ting sebenarnya, nah berikut ini sedkiti profil ayu ting ting dan foto ayu ting ting
Profile Ayu Ting TingProfile Ayu Ting Ting
Nama : Ayu Tingting
Tempat/tgl lahir : Depok, 20 Juni 1990
Profesi : Penyanyi dangdut, presenter, model
Tinggi badan : 160 cm
Berat badan : 45 kg
Prestasi :
Bintang sari ayu 2006, Putri Depok 2006, Mojang Depok, Presenter Kuis (ANTV), Album Dangdut (Geol Ajep2)
Album : Dangdut (Rekening Cinta), Goyang Sejati (ANTV), Dangdut Yoo (TPI), Kamera Ria (TVRI), Dangdut Pro (TVRI)

Photo Foto Ayu Ting Ting

Spoiler for Foto:


Kategori:revo

Ngeri Liat Albumnya Dewi Persik ( ILUMINATI )

 
nih gan liat aja langsung

undefined

undefined

sama dengan

All-Seeing Eye:
undefined

asli gan bukan photshop

nih di album nya dewa

undefined

undefined

permasalahan nya ketika kita bertemu dengan logo pentragram banyak orang menganggap itu hanya sebatas seni padahal di balik logo pentragam itu tersimpan ide tentang satanisme

http://www.klikunic.com/2011/10/ngeri-liat-album-nya-dewi-persik.html#ixzz1ZmnzzkQL

Kategori:revo

(HOT!!!) POLISI KHUSUS ANTI ALAY, Gan..!!!

Di negara tetangga kita yang sering buat kita gondok setengah modar dengan kelakuan Alay-Alaynya yang suka buat thread-thread ga jelas untuk tujuan memprovokasi agan-agan sekalian disini, baru-baru ini telah membentuk satuan Polisi Khusus Anti Alay. Tujuan pembentukan Posus Anti Alay ini untuk memberangus abis Alay-Alay Malingshit yang gentayangan membuat provokasi yang ga jelas.

Nih dia penampakan Polsusnya, gan…

Untuk mengenal lebih dekat POLSUS ANTI ALAY ini,
nyok kita simak berikut ini.

Spoiler for POLSUS:
Originally Posted by ANTI ALAY1

Originally Posted by ANTI ALAY2

Kategori:revo
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 307 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: